Percaya tidak, aku adalah satu-satunya orang yang bisa melawan hukum dimensi. Dan karena hal itu, aku bisa berpacaran dengan Gojou Satoru.
Iri? Bodo amat!
Namaku Listia, pelajar remaja biasa dan hanya unggul di bidang pelajaran akademik. Saat umurku 10 tahun, aku baru menyadari akan kekuatan melawan hukum dimensi.
"Kenapa melamun?" Tanya Gojou dengan semangkuk ice cream di tangannya.
"Pengen Ice Cream.." Keluhku.
Dia terdiam beberapa saat, lalu di sembunyikan tangannya ke belakang pundak. "Aku tidak punya" Elak lelaki itu.
Satu kata untuk nya, gemas.
"Kau menyembunyikan ice cream mu di belakang"
Gojou tetap teguh dan menggeleng, "Tidak!"
"Oh.. Baiklah, aku akan pergi dan beli sendiri. Jangan coba-coba mengejarku" Beranjak, aku meninggalkan nya.
"Ap- Listia, tunggu!"
Menyeringai, "Sesuai dugaan" Gumamku.
Kini aku berbalik menatapnya penuh binar, "Yes babe?"
"Eum.. Ini.. Ice cream ku.. Ukh.."
AKHH DIA SANGAT IMUT, MATI SEKARANG PUN TAK AKAN ADA PENYESALAN.
"Kau murung sekali saat memberikan ice cream ini," Cemberutku.
Gojou tersentak dan langsung memberikan senyuman lebar. "Hehe, tidak."
"Cih, senyumannya terpaksa banget"
"NGGA KOK!"
"TERPAKSA!"
"NGGAKK"
***
Hari mulai menjadi halom, aku menatap Gojou yanh tersenyum di depanku. "Kembali lah ke dimensimu" Ujarnya lembut.
"Hum.. Aku akan kembali seminggu lagi"
Dalam peraturan bolak balik antar dimensi ada, yaitu gerbang tak akan terbuka selama seminggu. Tentu saja mereka tak akan bertemu selama itu.
"Aku akan merindukanmu" Gumamku dengan nada serak, rasanya akan rindu.
Gojou terkekeh, "Aku juga. Bye, sayang"
"Bye bye.."
Tubuhku semakin ditelan cahaya, pandanganku pada Gojou menjadi pudar. Kini aku kembali di kasurku dengan baju tidur yang menyelimuti.
"Huft.. Tak bertemu dengannya lagi selama sebulan"
Beberapa menit kemudian alarm ku berbunyi, rupanya aku datang ketika detik-detik pagi ya.
Jadi bisa dibilang, hari ini adalah ulang tahunku. Ah... Aku lupa mengatakan hal ini pada Gojou.. Dia pasti lupa, kan.
"Sudahlah, waktunya berangkat sekolah "
Langkahku terhitung untuk melaju ke bangunan besar berisi banyak siswa, Sekolah.
"Hei hei, ada cowo ganteng loh"
"Iyaa, dia murid baru atau apa sih?"
"ngga tahu! Tapi ganteng bangett"
Aku berjalan menghampiri mereka, "Kenapa dah?"
"Itu, di depan kelas 10-G ada cowo gantengg abisss" Balas salah satu gadis dengan semangat.
"Kelasku?" Aku bertanya pada diri sendiri.
Berlari ke sana, diriku cukup penasaran dengan lelaki itu.
"Hah...? G-gojou?"
Benar, lelaki itu adalah Gojou, kekasihku di dimensi sebelah. Kenapa ia bisa berada di sini? Dan.. Lihat penampilan nya..
"Kau menarik perhatian!" Teriakku cukup kesal karena para gadis terlena padanya.
Gojou terkekeh, "Hihihi. Happy Birthday, babe"
Deg
Langkahku berhenti, ku tatap ia yang memberikan satu mangkuk ice cream dengan senyuman lebar, tidak terlihat paksa seperti kemarin.
"Kau.. Mengingatnya?"
"Iya dongs, mwhehehe"
Sikap kerennya hilang seketika.
Aku memeluknya merasa haru, dia memang Gojou, seorang yang bisa melakukan segalanya untukku. "Bagaimana bisa kau ke sini?"
"Karenamu, Listia"
"Huh?"