Namaku Miranda, kelas 1 SMP. Sejak aku duduk di kelas tersebut, aku mulai menyukai hal-hal yang berbau Korea. Wajar lah yaw, toh remaja cewek zaman sekarang kebanyakan juga seperti itu.
Aku memiliki idola satu-satunya, dari Korea pula tentunya, namanya Byun Baekhyun. Buat yang belum tahu, Byun Baekhyun adalah penyanyi, penulis lagu, dan aktor. Ia adalah salah satu anggota grup EXO. Ia lahir tanggal 6 Mei 1922, tingginya 1,74 m. Byun Baekhyun memiliki angka, musik, hingga film favoritnya sendiri. Kalau soal angka favorit, dia tuh amat suka dengan angka 48. Lalu untuk genre lagu, dia paling suka dengan tipe lagu seperti Hip Hop, Pop, dan Punk Rock.
Bagaimana aku bisa mengetahui hingga sedetail-detailnya, ya... karena aku penggemar beratnya, hihi.
Tapi entah mengapa, aku merasa bahwa aku memiliki perasaan yang lebih dari kata "sangat besar" pada dia...
👫👫👫
Setiap aku ke sekolah, aku tak pernah lupa untuk membawa foto-foto Byun Baekhyun ke sekolah yang aku print di rumah. Setiap ada jam kosong, aku selalu mengeluarkan foto-foto tersebut, menatapnya dengan sungguh-sungguh, lalu senyum-senyum sendiri sebab bahagia melihat wajahnya yang tampan bangeeet. Kadang aku tertawa dan teriak bahagia tiada karuan sehingga membuat teman sebangkuku, Hansel, amat bingung melihat tingkahku. Ketika aku melihat foto-foto Byun Baekhyun, aku seolah seperti sedang benar-benar bertemu dengannya langsung, sungguh!
Suatu hari Hansel sedang mengobrol ria bersama teman dekatnya, Edo. Sedangkan aku sedang asyik menatap foto-foto Byun Baekhyun. Tak seperti biasanya, aku menggoyang-goyangkan seluruh anggota badanku sambil memasang wajah gembira, tanda aku amat suka padanya. Setelah itu entah kenapa aku berniat untuk mencoret mejaku dengan spidol hitamku dengan tulisan Byun Baekhyun dalam bahasa Korea, seperti ini: 변백현. Tak lupa aku menambahkan tanda love ❤️ di samping namanya.
"Kyaaaa... ganteng ganteng ganteeeng," tak tahan lagi, aku meluapkan rasa sukaku itu di dalam kelas.
Hansel dan Edo menoleh padaku, agak heran melihat tingkahku.
"Mir, kalo Hansel ganteng gak?" Celetuk Edo.
"GAK!" Jawabku kasar, lalu kembali menatap foto Byun Baekhyun.
"Yang sabar ya, Han." Edo menepuk-nepuk pundak Hansel.
Aku tak memedulikan mereka berdua, masih menatap foto-foto tersebut.
👫👫👫
Hari ini aku masuk ke sekolah dengan percaya diri. Bagaimana tidak, tas dengan tulisan dan lambang EXO yang aku pesan lewat toko online telah tiba ke rumahku kemarin, dan aku mengenakannya hari ini.
Saat aku masuk ke dalam kelas, aku mulai memamerkan tas yang aku kenakan pada teman-teman cewekku. Mereka begitu terpesona melihat tasku. Hampir sebagian dari mereka iri, bilang ingin memiliki tas seperti tas milikku.
Beberapa menit kemudian, aku duduk di kursiku.
"Wih, tas baru ni yee, ada lambang EXO nya pula," Komentar Hansel.
"Yoi," jawabku riang gembira.
"Tampaknya kau memang mengidolakannya, Mir." Katanya.
"Iya sih, tapi..."
"Tapi apa, Mir?" Hansel bertanya penasaran.
"Tapi entah mengapa... aku merasakan bahwa aku tak seperti mengidolakannya, tapi lebih dari itu," kataku perlahan pada Hansel.
"Lalu seperti apa?"
Ia menunggu jawaban dariku. Awalnya aku malu-malu, tapi dari wajahnya, terlihat sekali ia amat penasaran. Dengan malu aku menjawab, "Aku ingin berpacaran dengannya, Hansel."
👫👫👫
Sore membungkus sekitarku, kini aku hendak pulang ke rumah. Aku berjalan sambil menghirup udara di sore hari. Tiba-tiba saat aku hendak membuka pagar, aku melihat secarik kertas yang tergeletak di lantai teras. Aku cepat-cepat membuka pagar, lalu mengambil kertas itu, kemudian membaca isinya.
Ya ampun!
Ini sungguhan?!
Awalnya aku mengira isi dari kertas itu adalah pengumuman untuk RT/RW ini, ternyata ini adalah surat, ditulis dalam bahasa Korea!
Aku benar-benar tak tahu siapa yang menulis ini!
Pesan itu tertulis seperti ini: "Temui aku di Taman Abadi!". Well, aku memang menguasai bahasa Korea, seperti layaknya aku menguasai bahasa Indonesia.
Tentang Taman Abadi, aku tahu di mana letaknya, itu ada di bagian belakang kompleks ini.
Tanpa Ba Bi Bu Be Bo lagi, aku segera berlari ke sana, tak peduli siapa yang telah mengirimkan surat tersebut padaku.
👫👫👫
Ketika aku telah sampai di Taman Abadi, aku melihat sekitar. Hei, ada orang yang sedang berdiri tegak di depanku! Ia menghadap membelakangi aku. Di sekitar lantai taman, astaga! Ada banyak bunga berwarna pink yang tertabur, dan membentuk hati ❤️. Ia berdiri tepat di atas bentuk hati itu.
"Siapa kamu?" Aku bertanya padanya dalam bahasa Korea.
Perlahan orang itu berputar ke belakang, dramatis sekali... bagai di film-film romantis kebanyakan. Saat ia menatapku, dan menampakkan wajahnya yang penuh senyum, aku terkejut bukan main, sumpah!
Apa ini nyata?
Bagaimana bisa?!
Bagaimana ini bisa terjadi?!
Sosok di depanku kini...
Byun Baekhyun
Seolah tahu aku amat mengidolakannya
Ini bukan mimpi kan? Iya kan? Aku rasanya ingin berteriak, teriakan yang paling bahagia. Tetapi aku berpikir, bagaimana ini bisa terjadi begitu saja!
"Maukah kau menjadi pacarku?" Tanyanya.
Apa, jadi dia juga mencintaiku? Padahal kan kita baru bertemu!
Tapi aku malah melangkah maju, menuju Byun Baekhyun yang sedang memegang bunga. Langkah demi langkah, mulai menciptakan satu ikatan pasangan di atas taman yang cantik nan indah ini.
Aku sudah berjalan mendekati dia, dengan memasang wajah pesona...
"Hei bangun, woi Mir, bangun!" Tiba-tiba Byun Baekhyun menamparku keras-keras.
Eh?!
"Woi, bangun Mir. Temen yang lain udah pada pulang tuh, kamu udah ketiduran lama banget lho!"
Aku membuka mataku, mengerjap-ngerjap. Tampak di depanku ada seseorang yang "tidak tampan" yang telah membangunkan aku. Eh tunggu, berarti kejadian tadi tuh cuma mimpi belaka?!
AAAAAAAARGH!
"Ya ampun, kenapa kamu bisa ketiduran sih, untung ibu guru tak melihatmu ketiduran karena kita ada di barisan belakang, dan ia kerjanya hanya duduk dari tadi." Kata Hansel.
Ya... semalam aku ga bisa tidur sih, hehe, makanya aku ngantuk berat. Kini aku kecewa, bukan karena aku tak mengikuti pelajaran sebelumnya. Ya kalian tahu sendiri lah ya, aku bertemu dengan Byun Baekhyun, dan itu hanyalah mimpi belaka.
"Lihat, air liurmu sampai menetes di meja," Hansel menunjuk mejaku yang dinodai air liurku sendiri. "Jangan-jangan saat kau tertidur, kau bermimpi sedang pacaran dengan Byun Baekhyun ya? Ngaku!"
APA! Bagaimana bisa dia menebaknya dengan tepat 100%!
"Ah, ti.. ti... tidak, enak aja!" Ketusku.
"Jangan bohong, dari wajahmu keliatan banget lho kalo kamu sedang bohong.
"Eh, aku nggak bohong!" Aduuuh, aku terlalu malu untuk mengakuinya.
"Kalo kamu tetap nggak ngaku, akan aku ambil tasmu!" Hansel menunduk ke bawah, lalu mengambil tasku.
Tunggu, sejak kapan tasku ada di sana! Apa Hansel mengambil dan memindahkannya saat aku tertidur pulas?!
Ah sialan!
Aku bangkit dari duduk, bergegas mengambil tasku dari genggaman Hansel. Hansel menghindar, aku mengejarnya. Kami berlari-lari di kelas bak anak TK. Setelah kecapean berlari, aku terpaksa mengakuinya pada Hansel sambil ngos-ngosan. Hansel tertawa puas, lalu menyerahkan tasku padaku. Akhirnya.
Sudahlah, mending aku pulang.
👫👫👫
Aku menatap lantai teras, eh, beneran ada secarik kertas di atas lantai teras, sama seperti di mimpiku tadi! Aku dengan semangat membuka pagar, lalu mengambil kertas itu, memeriksanya.
Sial!
Isinya hanya pengumuman iuran RT/RW ini. Aku ber-hah kecewa.
Setelah itu aku iseng pergi ke Taman Abadi.
Yah...
Gak ada siapa-siapa selain diriku sendiri. Realita tak sesuai dengan isi mimpiku itu.
Ya ampun, sadar dong Miranda!
👫👫👫
Entah kapan aku sungguhan bertemu dengan dia... Byun Baekhyun.
Atau takkan pernah sama sekali?
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain di bawah ini ya :) 👇🙏
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏