###Part 3
"Andai saja kau tidak menghianatiku anaya mungkin kau saat ini telah bahagia bersamaku, tapi nyatnya apa kau lebih menyayangi pria berharta dari pada cintaku yang sangat begitu tulus padamu anaya" kata fahlan masih dengan air mata yang terus menetes
*sekuat kuatnya seseorang pasti terdapat sisih lemahnya yang tidak ingin di tunjukan pada orang lain*
Fahlan terus menatap setiap tempat yang ada di taman itu
"Taman ini adalah tempat dimana kita bertemu untuk yang pertama kalinya, dan menjadi tempat untuk yang terakhir kalinya aku bertemu denganmu" kata fahlan.
Karn sudh merasa lelah fahlan memutuskan untuk kembali kerumahnya
Keesokan paginya
***Amel***
Seperti biasa sebelum berangkat bekerja ia akan sarapan bersama dengan keluarganya.
Sesampainya di Rs ia menuju ruang kerjanya. Ia langsung mendapat berkas laporan tentang data data tentang riwayat penyakit pasien. Hari ini aku tidak melihat langsung keadaan pasien, aku hanya menyuruh dina, karna aku masih merasa enggan untuk bertemu dengan Fahlan. Sudah menunjukkan jam istirahat, tapi aku tetap memilih berada di ruanganku. Aku hanya memesan makananku pada dina untuk membawakannya ke ruanganku.
***Fahlan***
Saat aku sedang memeriksa pasien, aku hanya bertemu dengan dina yang merupakan asisten dari Amel. Aku sempat bingung mengapa bukan amel sendiri yang memeriksa pasiennya. Karna penasaran aku bertanya pada Dina
"Dina" panggilku
"Iyya, ada yang bisa saya bantu dr" jawab dina
"Dimana dr amel, tidak seperti biasanya dia akan menyuruhmu memeriksa keadaan pasien" tanya fahlan
"dr Amel sedang berada di ruangannya, dr amel dalam keadaan kurang sehat hari ini jadi dr amel memintaku yang menggantikannya memeriksa keadaan pasien pasien dr." Jawab Dina
"Ohh baiklah, kau lanjutkan saja" kataku pada dina. Dianapun melanjutkan pekerjaannya
Aku yang mengetahui dr. Amel kurang sehat berencana menemuinya, tapi sayangnya sebelum aku keruangan de. Amel aku mendapat panggilan dari atasanku yang artinya aku harus menunda menemui dr Amel, karna aku tidak bisa menolak panggilan dari atasanku.
Setelah menemui atasanku aku kembali ke RS TNI AD. Sudah menunjukkan waktunya jam istirahat. Aku ke kantin dan berpaspasan bertemu dengan Dini yang membawa makanan untuk seseorang
"Sebentar Dini" panggilku
"Yah dr" jawab Dini
"Untuk siapa makanan ini..?"tanyaku lagi
"Ini untuk dr Amel. Beliau memintaku untuk membawakan makanannya ke ruanggan beliau" kata Dini
"Berikan padaku, aku yang akan membawakan untuknya" kataku sambil menggambil makanan yang sedang di pegang Dini
"Tapi.."
"Tidak masalah, kau makan saja, kau pasti belum makan" kataku dan pergi meninggalkan Dini yang sedang terbengong
***Amel***
Saat ini aku sedang sibuk dengan leptopku
Tok...tok...(suara ketukan pintu)aku yang mendengarnya mengalihkan pandangaku
"Masuk" kataku,
Dan betapa terkejutnya aku bahwa orang yang aku hindari untuk bertemu dengannya malah datang keruangaku
"Ada apa dr datang ke ruanganku?" Tanyaku
"Aku membawakan makanan yang kau pesan" kata farhan
"Mengapa bisa dr yang membawakannya untukku, bukankah eku meminta dina yang membawakannya untukku" tanyaku yang sudah mulai gugup
"Awalnya memang benar dina yang akan membawakannya untukmu, tapi aku langsung mengambilnya sekalian aku ingin melihatmu. Kata dina kau sedang tidak enak badan" kata fahlan
"Ha... i..itu aku" kataku terbata bata
"Ada apa, kau tidak sakit melainkan karna ingin menghindariku begitu" kata fahlan yang membuatku bungkam, aku benar benar tidak tahu harus berkata apa
"Aku tahu, maafkan aku karna aku tidak bisa menerima cintamu sekarang, tapi bisakah kau membuatku untuk bisa mencintaimu" pinta fahlan
"Ma..maksudnya apa?aku tidak mengerti" kataku yang membuat fahlan tersenyum
"Maukah dirimu menjadi kekasihku" tanya fahlan
"Ta..tapi bukannya kau tidak mencintaiku?" Tanyaku
"Maka buatlah aku mencintaimu Amel" kata fahlan
Aku yang mendengar perkataan fahlan hanya bisa diam sambil mencerna perkataannya
"Apa aku bermimpi, ini tidak benarkan?" Tanyaku dalam hati
Fahlan yang seperti mengerti dengan pikiranku hanya tersenyum
"Sekali lagi aku bertanya, apa kau bersedia menjadi kekasihku Amel?" Tanya fahlan lagi
Sedangkan diriku masih mencerna pertanyaannya
"Sepertinya kau tidak..."
"Aku mau, tentusaja aku mau" kataku dengan senang
Sedangkan fahlan hanya tersenyum melihat wajahku yang sangat senang
Mulai saat itulah, Amel dan fahlan menjadi sepasang kekasih yah walaupun fahlan belum mencintai Amel tapi amel selalu berusaha agar fahlan mencintainya. Setiap harinya mereka akan selalu bertemu di Rs selain bekerja bersama mereka selalu makan bersama bercanda dan sebagainya yang membuat beberapa dr dan perawat merasa iri dengan kemesraan mereka bahkan ada juga yang memuji kemesraan mereka. Hubungan mereka selalu menjadi peebincangan di kalangan para perawat, dr dan para medis kesehatan di RS TNI AD bahkan ada beberapa anggota TNI temannya fahlan mengetahui hubungan mereka.
Hubungan yang dijalin oleh mereka berdua membuat fahlan merasa sangat nyaman dengan Amel, bahkan tanpa di sadadi oleh fahlan bahwa ia telah mencintai Amel, tapi ia masih kurang percaya. Hingga kebahagiaan hubungan mereka hampir merenggang karna Anaya yang datang ke RS TNI AD untuk bertemu dengan Fahlan
"Maaf permisi suster" tanya Anaya
"Iya mba, ada yang bisa saya bantu?" Tanya perawat tersebut
"Apa suster apa fahlan bertugas di RS ini?" Tanya anaya
"Iyya benar, dr Fahlan bekerja disini. Ada apa yah?" Tanya perawat tersebut
"Saya ingin menemui Fahlan" kata Anaya
"Saat ini dr Fahlan sedang makan bersama dengan dr Amel di Kantin RS" kata perawat
"Katakan pada fahlan bahwa aku Anaya ingin bertemu dengannya" kata Anaya
"Mohon maaf mba, saat ini adalah jam istirahat bagi dr Fahlan, jika anda ingin bertemu dengannya, maka anda harus menunghu dr sampai jam istirahat dr selesai. Atau jika anda mau saya bisa menghubungi dr yang lain." kata perawat
"Apaan sih, aku datang ingin menemuinya karna ada urusan penting bukan untuk memeriksa keadaanku. Cepat panggil fahlan dan beritahu dia tentang kedatanganku" kata Anaya dengan emosi
"Sekali lagi maaf mba, anda hanya bisa menunggu sampai jam istira....."
"CUKUP. Kau akan memanggil Fahlan atau mau aku laporkan pada pemimpin RS" ancam Anaya
Sedangkan perawat yang mendapat ncaman dari anaya hanya acuh dan meninggalkan anaya sendiri
"Silahkan menunggu sampai jam istirahat dr selesai" kata perawat tersebut dan pergi meninggalkan anaya
"Berani skli kau, awas saja kau" kata anaya dan dengan terpaksa dia menunggu fahalan kembali
***Amel, Fahlan***
"Jam istirahat sudah selesai ayo kembali bekerja" kata Fahlan pada Amel
Amel hanya mengangguk dan menggandeng tangan Fahlan, fahlan membalas gandengan tangan milik Amel dan tersenyum padanya. Sebelum lanjut bekerja, mereka keruangan fahlan terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu
Saat memasuki ruangan betapa terkejutnya fahlan saat melihat Anaya yang ada di dalam ruangannya. Sedangkan Anaya merasa sangat senang karna bisa melihat Fahlan lagi tapi tatapannya terhenti karna menatap Amel yang ada di samping Fahlan.
"Siapa wanita ini, mwngapa Fahlan menatapnya seperti itu?" Batin Amel sambil melirik Fahlan dan Anaya secara bergantian
Fahlan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Amel dan berkata
" apa yang kau lakukan di ruanganku?" Tanya fahlan dengan dingin
"Aku datang ingin menemuimu fahlan, aku sangat merindukanmu" kata Anaya
"Meeindukanku, apa aku tidak salah mendengarnya Anaya" Kata fahlan yang penuh penekanan di setiap katanya
"Aku tau aku salah fahlan, tapi aku punya alasannya, aku akan menjelaskannya padamu" kata Anaya yang mulai mendekat
"Jangan mendekatiku Anaya, dan aku tidak membutuhkan penjelasan darimu. Mau kau jelaskan ataupun tidak aku sudah tidak peduli" kata fahlan dengan dingin tidak lupa juga wajah datarnya itu
"Tapi fahlan ak.."
"Cukup anaya. Pergi dari ruangan ini dan jangan pernah kau tunjukan lagi wajah sok polosmu itu di hadapanku" kata fahlan dan menarikku pergi meninggalkan Anaya sendiri di ruangan itu
***Amel***
Aku yang mendengar perdebatan di antara mereka hanya bisa diam, aku ingin bertanya pada fahlan tapi aku urungkan hingga fahlan menarikku pergi meninggalkan wanita itu yang tidak salah bernama Anaya. Aku menengok ke arah anaya disana aku melihat anaya yang menatapku dengan sangat tajam, aku memutuskan berhenti menatapnya dan berjalan menyamakan langkahku dengan langkah Fahlan yang bisa di bilang sangat cepat aku bahkan terkadang harus lari kecil karna menyeimbangkan langkah kami. Karna kelelahan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti
"Berhenti fahlan aku sangat lelah, kau berjalan dengan sangat begitu cepat, membuatku sulit menyamakan langkahmu" kataku yang merasa jengkel
Fahlan yang sadar dengan perbuatannya menghentikan langkahnya dan menatapku. Dia mengusap wajahnya secara kasar dan mulai menenangkan dirinya karna sudah sangat emosi
"Maafkan aku, aku sempat terbawa emosi sampai membuatmu seperti ini" katanya
Aku yang kelelahan menatapnya, aku melihat di wajahnya terdapat raut wajah menyesalpun memafkannya
"Hn baiklah aku maafkan, tapi lain kali jangan mengulangnya lagi, aku sangat begitu kesusahan larna menyamakan langkahku dengan langkahmu yang sudah seperti lari maraton" lataku dengan cemberut
Fahlan yang melihat diriku cemberut sempat merasa terhibur dengan wajah ku yang sangat begitu imu
" iyya aku berjanji calon ibu negaraku" kata fahlan merekapun melanjutkan pekerjaan mereka yang sempata tertunda
Dan tanpa di sadari oleh Fahlan dan Amel bahwa sebenarnya ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua
"Akan aku pastikan, apa yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan dengan cara apapun. Takan kubiarkan orang lain memilikinya karna milikku takan bisa menjadi milik orang lain" katanya dan berlalu pergi meninggalkan RS TNI AD
******************Bersambung*****************