##Part 2
Di pagi yang cerah seperti biasanya suasana kota yang sudah mulai ramai dengan seluruh manusia yang sudah mulai sibuk dengan pekerejaan mereka masing-masing, begitupun dengan gadis cantik bernama amel.
"Selamat pagi dunia ku" kataku yang baru saja bangun. Aku pun berdiri berjalan menuju kamar mandi dan bergegas mandi. Setelah mandi aku memilih pakaian yang akan aku kenakan, aku memilih menggunakan rok berwarna biru tua dan kemeja berwarna putih, rambutku setengah ku ikat dan sisahnya ku gerai. Aku menggunakan mekup yang tipis. Setelah melihat penampilanku yang sempurna aku pun bergegas menuju ke ruang makan yang disana sudah ada iyan, ayah dan ibuku yang menunggu di meja makan.
"Selamat pagi ayah, ibu dan adik bawel ku" kataku sambil mencium pipi ayah dan ibuku secara bergantian.
"Pagi juga sayang" jawab ayah dan ibuku berbarengan
"Putri ibu makin hari makin cantik aja" puji ibuku dan akupun membalas pujian ibuku dengan tersenyum manis
"Menurutku kaka biasa aja" kata iyan
"Enak aja, bilang aja iri bleee" balasku dan menjulurkan lidaku pada ayan
"Kau..."
"Sudah sudah, kalian sudah besar tapi seperti anak kecil aja" sela ibuku "ya sudah yo makan ayah sudah sangat lapar" kata ayahku.
Kamipun memulai sarapan kami, setelah sarapan aku langsung pamit pada ayah dan ibuku .enuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, seperti biasa sebelum mulai bekerja aku akan sedikit mengobrol dengan tiara. Di saat aku sedang memeriksa pasien pasien ku, aku mendapat pesan bahwa seluruh dokter untuk datang menghadiri rapat karna ada yang ingin dj sampaikan.
Akupun bergegas pergi menuju ruang rapat, sebelum pergi aku menyuruh dina yang merupakan asistenku di rumah sakit untuk memeriksa keadaan dari pasien pasiennya.
Setelah sampai di ruang rapat aku langsung duduk di samping tiara, tak butuh beberapa menit akhirnya rapat dimulai.
"Assalamualaikum, hari ini saya mengundang kalian semua kesini karna aku memperkenalkan kalian pada seseorang" kata pemimpin rumah sakit yang merupakan bagian dari TNI juga atau bisa di bilang dokter militer
"Perkenalkan namanya adalah fahlan dia adalah seorang dokter militer yang di berikan tugas untuk bertugas di RS TNI AD, jadi aku harap kalian bersikap baik padanya, dan saya harap fahlan kau bisa bertugas dengan baik disini" kata pemimpin RS
"Siap komandan" jawab fahlan
"Bukankah dia adalah tentara yang tidak sengaja ku tabrak kemarin" batin ku
"Baiklah pertemuan selesai" kata pemimpin
Semua dokterpun bubar, banyak para dokter yang berkenalan dengan fahlan, aku yang ingin berkenalan dengannya etelah melihat ada begitu banyak dokter dan juga suster wanita yang berusaha mendekatinya aku urungkan dan lebih memilih pergi karna masih ada beberapa pasien yang harus aku temui.
****fahlan*****
"Bukan kah dia wanita yang bertabrakan denganku kemarin"kataku dalam hati
Saat aku ingin menghampirinya ada begitu banyak dokter wanita dan juga perawat yang mendekatiku dan sangat membuatku jengkel. Akupun menjauh dari mereka dan memutuskan untuk bertemu dengan wanita tersebut, tapi sayangnya wanita itu telah pergi dan aku tidak melihat kemana wanita itu pergi.
"Yah sudahlah, mungkin bisa bertemu lagi, apalagi dia bekerja di RS ini" batin ku
***Amel***
Amel yang baru saja selesai memeriksa salah satu pasiennya menengok arloji yang melikar indah di tangannya
"Ah sudah jam istirahat rupanya" kataku pada diriku sendiri. Akupun berjalan menuju kantin RS karna aku sudah sangat lapar
Sambil menunggu pesananku datang aku menelfon tiara "halli tiara kamu dimana?" Tanyaku
"Aku ada di ruanganku, baru aja selesai memeriksa pasien pasienku" jawab tiara
"Hmm, kekantin RS aku tunggu" kataku
"Okeh OTW" balas Tiara
Akupun mematikan sambungan telfonku. Makanan pesanankupun datang " terima kasih" kataku pada pelayan yang mengantarkan makanan ku
"Iyya sama sama" balasnya dan pergi
Saat aku akan melahap makananku ada seseorang yang berbicara padaku
"Maaf permisi apa aku boleh duduk disini..?" Tanya seorang pria dengan pakaian loreng TNI AD
Aku terkejut karna laki-laki tersebut adalah dokter militer yang baru saja bertugas tadi yah dia adalah fahlan
"Yah silahkan" balaku sambik tersenyum, diapun duduk di hadapanku dan memesan makanannya
"Kalo boleh tau siapa nama dokter" tanya fahlan pada ku
"Namaku Amel" jawabku sambil tersenyum ramah
"Cantik" batin fahlan
" namku fahlan" kata fahlan sambil tersenyum, akupun menggangguk
Setelah itu amel melanjutkan makan, hingga fahlan juga ikut makan karna makanannya telah tiba. Saat makan sesekali fahlan menengok ke arah amel tanpa di ketahui oleh amel. Hingga tiara datang
"Ehm permisi, apa boleh gabung?" Tanya tiara
" aku yang memanggilmu tiara mengapa masih pake minta ijin segala" kataku dengan malas pada tiara
" hihihi, aku pikir kalian sedang bermesraan jadi aku tidak ingin menggangu" kata tiara yang membuat amel kesedak makanannya
Fahlan yang melihat amel kesedak langsung memberikan minuman pada amel. Amelpun meminum minuman tersebut
"Ohhh soswitnya kalian" kata tiara. Fahlan yang sadar dengan posisinya segera duduk kembali ketempat duduknya. Sedangkan tiara sudah mulai jengah dengan kelakuan tiara
" kamu mau makan apa tidak, kalau tidak akan lebih baik kamu pergi jangan membuatku marah padamu tiara" kata ku
" hehehe iyaiya aku mau makan" katanya dan langsung duduk kemudian memesan makanan
Sedangkan fahlan hanya bisa menggeleng kepala melihat sikap kedua wanita yang ada di hadapannya itu.
Setelah kejadian itu, fahlan semakin dekat dengan amel, mereka bahkan hampir setiap hari bekerja bersama menangani para pasien, yang membuat amel menyukai fahlan, tapi tidak dengan fahlan yang menganggap amel teman kerjanya.
Hingga suatu hari saat di hari libur, amel meminta untuk bertemu dengan fahlan, dan di setujui oleh fahlan. Mereka bertemu di restoran XXX.
"Maaf, apa kau sudah menunggu lama" kata fahlan yang baru saja tiba di restoran
"Tidk, aku juga baru saja sampai" kataku sambil tersenyum. Fahlan pun membalas senyumku
"Mengapa kau mengajakku bertemu disini" tanya fahlan
"Kau ini tidak sabaran sekali. Kita pesan makanan terlebih dahulu kemudian aku akan mengatakannya" kataku
"Hn baiklah" kata fahlan merekapun memesan makanan mereka
"Skarang katakan ada apa kau memanggilku kesini?"tanya fahlan yang sudah mulai serius
"Huff sepertinya kau benar benar tidak bisa berbasa basi" kataku yang membuat fahlan mengernyitkan dahinya pertannda tidak mengerti
"Baiklah akan aku katakan sekarang. Sebelumnya aku mohon maaf padamu. Dari awal aku bertemu denganmu aku begitu terpana dengan ketampananmu, tapi setelah melihat ada begitu banyak wanita yang menyukaimu membuatku mulai menjauh, tapi sayangnya tuhan berkata lain, aku selalu menangani pasien pasien denganmu. Yang membuatku hampir setiap harinya bersama denganmu" jelasku. Fahlan yang mendengar perkataanku menatapku dengan tatapan tajam.
Aku yang melihat tatapn fahlan menjadi sedikit takut
"Maaf jika kau tidak senang dengan perkataanku, tapi itulah kenyataannya aku telah jatuh cinta padamu fahlan" kataku
Sedangkan fahlan hanya diam sambil menatapku
"Aku tidak masalah jika kau ingin menolakku, tapi setidaknya aku bisa mengatakan perasaanku yang telah aku pendam ini" kataku dan menunduk
Setelah mengatakan hal itu terjadi keheningan di antara kami fahlan yang melihat diriku dan aku yang melihat meja karna tidak berani menatap wajah fahlan hingga pelayan datang mengantarkan makanan pesanan kami
Akupun terlebih dahulu memakan makananaku unyuk menghilangkan rasa takut sekakigis gugup.
Fahlan juga ikut makan. Setelah makan fahlan berkata
" maafkan aku, tapi aku tidak bisa menerima cintamu, karna hatiku telah terisi oleh orang lain" kata fahlan
Aku yang mendengar perkataan fahlan hatiku rasanya seperti di sambar petir, sangat begitu menyakitkan, tapi aku tetap tersenyum di hadapan fahlan
"Tidak masalah" kataku dan tersenyum padanya
Setelah menyelesaikan makanan kami, kami membayar makanan dan pulang secara sendiri sendiri. Aku menaiki mobilku dan fahlan menaiki mobilnya
Aku melajukan mobilku pulang kerumah, dan masuk ke kamarku. Aku menangis memeluk bantalku sampai aku tertidur kafna lelah menangis
Di sisi lain fahlan terus melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat. Setelah menepu beberapa menit perjalanan akhirnya ia sampai di sebuah taman bunga yang sangat indah. Ia duduk di salah satu kursi di taman itu. Saat fahlan mendudukkan dirinya, air matanya langsung menetes
"Bagai mana keadaanmu disana anaya" kata fahlan sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. Ia menatap bintang bintang yang bertaburan di langit
"Andai saja kau tidak menghianatiku anaya mungkin kau saat ini telah bahagia bersamaku, tapi sayangnya kau...............
*****************BERSAMBUNG*****************