Cinta Beda Agama...
Istiqlal dan Katedral
Jumat dan Minggu tidak akan pernah bersatu. Tangan ku menggenggam tasbih sedang salib ada di lengan mu. Saat kita berdoa, aku membuka tangan ku dan engkau mengepalkan tangan mu. Saat aku mengucapkan Assalamualaikum dan kau mengucapkan Salom. Saat aku mengaji kau bersaat teduh. Saat kiblat menjadi tuntunan ku pulang maka ada palang yang membuat mu menang. Saat aku membaca Alquran kau membaca Alkitab.
Saat aku bersyahadat maka kau bersyafaat. Saat aku melaksanakan sholat subuh maka kau berdoa pagi. Bagaimana azan saat aku akan menyembah Tuhan ku dan kau berbahasa roh dalam menyembah Tuhan mu. Bagaimana aku mengaji dan kau bersaat teduh. Saat idul fitri datang Natal pun tiba. Bagaimana aku menyebut Allah SWT dan kau menyebut Tuhan Yesus.
Kita hanyalah dua orang manusia yang saling mendoakan, namun tidak di persatukan oleh Tuhan. Lambat laun kata kita akan kembali menjadi aku dan kamu.
Terkadang Tuhan menguji manusia dengan cinta beda agama dan saat itulah dia akan mendapatkan pilihan, memilih kekasihnya atau Tuhan nya.
Bila nanti kita tak lagi bersama, tolong lupakanlah jika aku pernah mencintai mu. Biarlah kita tetap menjadi Istiqlal dan Katedral. Yang tidak di persatukan oleh iman namun tetap berdiri bersama sebagai teman.
Karena pada dasarnya, Istiqlal dan Katedral di ciptakan untuk berdampingan bukan berpasangan. Lupakan kata kekasih dan kembalilah sebagai teman.
"Kita adalah seamin yang tidak akan berubah menjadi seiman."
"Aku tahu, dan sebenarnya sakit jika mengetahui hal itu, tapi selama kau ada disini, meski bukan menjadi satu dengan ku, ketahuilah aku adalah Yesus yang selalu berdoa untuk kebahagiaan mu."
"Aku juga, sakit jika mengingatnya. Kalau begitu, Aku adalah hamba Allah SWT yang pernah selalu berusaha menikungmu disepertiga malam, berharap yang terbaik untuk kita, berharap bisa bersamamu hingga kita menua. Sayangnya Tuhan tidak mengizinkan. Tapi aku sudah merasa cukup, Tuhan mengizinkanku untuk mengirimkan do'a supaya kamu bahagia dan baik baik saja. Hanya itu, dan aku sudah cukup."
"Apakah kamu tidak bisa meninggalkan Tuhan mu, Istiqlal?".
"Kau juga, apakah kamu bisa meninggalkan Tuhan mu, Katedral?".
"Tidak aku tidak bisa".
"Aku memang mencintai mu, tapi maaf aku lebih mencintai Tuhan ku, Allah"
"Ingatlah Katedral, Yang selalu bersama kita adalah Tuhan kita, yang selalu menjaga kita adalah Tuhan kita, Kita hanya bisa meminta, berharap dan berencana sedangkan Tuhan lah yang mengatur segalanya"
"Aku tahu, biarlah kita terus seperti ini, saling mencintai meski tak bisa bersama, Antara Aku, Kamu dan Tuhan"
"Hai, Katedral.Kuharap kau bahagia. Sesuai bagaimana aku meminta pada Tuhan ku"
"Terimakasih, Istiqlal. Do'amu telah didengar oleh Tuhanku. Aku bahagia. Terimakasih banyak. Kau adalah Istiqlal paling indah yang akan ku kenang hingga menutup mata."
"Selamat tinggal, kalau begitu."
"Hati hati, aku mencintaimu"
Antara Kiblat dan Rasario
Antara Al-Qur'an dan Alkitab
Antara Masjid dan Gereja
Pilih Tuhan mu atau Dia :')
"Kita hanyalah seamin yang tak bisa seiman, Istiqlal dan Katedral di ciptakan berhadapan bukan berdampingan"
Salam Toleransi ...
Semangat kalian yang lagi jalanin cinta beda agama. Jangan terlalu maksain ntar malah kalian yang terluka...
Yang selalu ada bersama mu adalah Tuhan mu bukan dia...
Keep strong
~Al