Namaku Haruka, dulunya aku adalah salah satu Dewa Neraka tapi karna satu kesalahan Yang Maha Kuasa menghukum ku dan membuang ku ke alam fana yang penuh akan tipu daya.
---------------------------------------------------------
Hari itu hujan deras disertai badai dan angin kencang mengguyur bumi, semua bencana itu terjadi hanya karena kedatangan diriku, saat itu ada seorang gadis manis yang berlari di tengah hujan, tapi nasipnya malang sebuah truk melaju dengan cepat dan menabrak gadis itu hingga terpental jauh, seketika dia tiada di tempat, sebuah benang merah lalu mengikat tanganku.
Setelah itu cahaya terang bersinar aku tidak bisa melihat apa pun selain mendengar sebuah pesan " tolong bahagia kan kakak ku " setelah itu aku terbangun dengan rasa sakit yang tak tertahan, perlahan ingatan asing masuk, kepalaku rasanya hampir pecah dalam tubuh manusia ini aku hanya bisa berteriak " aahhhkk,,,,, Onican,,,,, ".
Tak berselang lama dokter datang dan aku kembali pingsan, saat aku sadar ada seorang laki laki yang tertidur di sampingku kira kira ia berusia 18th, siapa dia apa dia kakak pemilik asli tubuh ini?, " Haruka kau sudah sadar?,,,, Bagai mana perasaan mu apa masih ada yang sakit?" Tanya nya dengan wajah khawatir , " aku,,, baik-baik saja" jawabku dengan suara pelan, " kakak ayo kita pulang saja,,, biaya rumasakit pasti mahal,, aku tidak mau merepotkan mu " kata yang terucap begitu saja dari mulut ku.
Kakak nampak terkejut dengan perkataan ku, " tidak perlu di pikirkan,,,, yang penting kamu cepat sehat " kakak hanya tersenyum sambil berkata demikian, tapi aku bukan Haruka manja adiknya, aku bisa mengerti beban apa yang sedang ia alami, satu Minggu berlalu dokter sudah memperbolehkan aku pulang, walau masih dengan kursi roda.
Saat perjalanan pulang kakak mengajakku mampir dahulu ke sebuah taman, taman itu begitu tenang dan indah tapi tidak seindah surga, tapi aku ini dewa neraka sampai sekarang aku masih belum bisa tersenyum, " Haruka apa kau senang dulu kau begitu suka pergi ke taman,,,,,, " taman ini memang menenangkan banyak burung berkicau anak anak berlarian pasangan kekasih yang bermesraan, tempat yang tenang dan indah.
Debruukk,,,,, seorang anak senabrak ku, anak itu nampak agak takut saat melihat ku, apa yang ia lihat ya apa anak ini bisa melihat jiwa ku?, Sebelum anak ini semakin ketakutan aku langsung merangkul nya " Dik apa mau baik-baik saja? ada yang luka tidak? " Mendengar kata- kata ku anak ini pun tersenyum " em,, aku baik-baik saja kak ", entah mengapa melihat senyuman nya hatiku merasa senang dan lega, anak itu pun pergi dengan cepat " da,,, kakak cantik " apa dia menyebut ku cantik.
Setelah dari taman kakak dan aku langsung pulang, saat dirumah beberapa sahabat kakak sudah menyambut kedatangan ku, " selamat datang Haruka,,,,, ", ada banyak makanan dan minuman apa mereka yang memasak nya untukku?, " Em,, terimakasih semua " espresi mereka seketika berubah, " apa ini Haruka,,? , Dia nampak berbeda?, Benar jadi lebih ramah, hei Yuan apa yang kau lakukan pada adikmu hingga jadi begitu ramah, " aku tidak tau sejak dia bangun jadi seperti ini", "tapi bukankah malah bagus", "ah,, kau benar".
Akhirnya aku bisa tersenyum, rasanya sangat lega, saat aku masih menjadi dewa hanya wajah datar yang bisa aku tunjukan, tapi sekarang aku jadi jauh lebih tenang dan bahagia, aku pikir ini bukan hukuman tapi berkah, walau manusia berumur singkat tapi kebahagiaan ini pasti akan aku kenang.
Tiga Minggu berlalu, aku sudah diperbolehkan untuk bersekolah, sekolah itu rasanya seperti apa ya?, Secara perlahan aku berjalan ke kelas menggunakan tongkat penopang, saat aku masuk ke kelas semua orang menyambut ku dengan senyuman hangat, tapi ada satu orang siswi yang hanya diam di pinggiran dia seperti melihat seorang setan yang melewati pintu bukan seorang Haruka, " Haruka kamu mau duduk di mana,,? " Tanya salah seorang teman, " aku duduk di belakang sana saja " jawab ku.
" Hei,, dari tadi aku hanya melihat mu duduk di sini sendiri kenapa? " Tanya ku, " Ha-ruka,,,, aku adalah siswi terbuang di kelas " jawabnya dengan gugup jelas terlihat kalau dia bukan tipe orang yang mudah bersosialisasi " terbuang apa maksudnya? ", " Bukankah kalian semua takut kepada ku hanya karena ibuku adalah seorang onmyouji " , onmyouji penyihir maksud nya?.
Setelah beberapa jam pelajaran, bel istirahat berbunyi semua murid pergi ke kantin bersama dengan teman masing-masing, hanya gadis itu yang masih tetap diam sendiri di pojokan, aku mulai merasa kasian terhadap nya, apa ini adalah hal wajar, selama ratusan tahun aku tidak pernah merasa kasian bahagia atau sedih, " Haruka!,,, Kenapa bengong ayo ke kantin, Kiki sudah sangat lapar hingga ingin memakan ku tau" " mana ada dari pada kamu aku milih makan batu! " Eh mereka berdebat lagi.
" Kalian duluan saja nanti aku menyusul ok " kataku, " ehh,,, apa tidak apa-apa kalau terjadi apa-apa bilang ya!" Huh akhirnya mereka pergi, " hei kekantin bareng yuk? " Mendatangi siswi yang duduk termenung sendirian di pojokan, " a-pa kau memanggilku? " Tanya nya dengan terbata bata, " iya, ayo ke kantin " aku menarik tangannya dan membawa nya ke kantin, " halo semua aku bawa temen baru nihhh,,,,," aku baru ingat siapa namanya ya?.
" Wah,, bukankah dia Hinata ya? " " Hinata anak dari onmyouji itu ya" " aku jarang sekali melihat nya ke kantin", " hei Hinata apa kau bisa mengusir hantu di rumahku ada hantu seorang anak kecil di sana ", ramai sekali, tapi ini menyenangkan, saat di sekolah waktu yang lambat seperti berjalan sangat cepat, tidak terasa bel pulang berbunyi, kakak sudah menunggu ku dengan sabar di gerbang sekolah, dipedulikan itu ternyata rasanya sangat senang ya.
Lambat laun aku mulai melupakan jati diri ku sudah tiga tahun berlalu di dunia, aku mulai terbiasa dengan segalanya, tapi pada malam bulan purnama , mereka datang mereka bilang akan membawa ku kembali, aku mulai merasa takut dan khawatir, apa mereka kan membawaku kembali ke neraka?, Benar juga di sini misiku hanya untuk membahagiakan kakak jika misi telah selesai maka aku akan kembali, kenapa hati ini rasanya sakit ya?, Malam itu aku pergi bersama dengan gelapnya malam, jika aku pergi lalu siapa yang akan mengisi jiwa dari tubuh ini?
Malam itu angin dingin berhembus kencang, aku mendengar seorang wanita menangis di tengah malam, dan dia adalah misi ku yang selanjutnya.
#aku tunggu like dan komen nya ya