Illyana Maharani seorang gadis periang berlesung pipi, setiap hari membantu umminya bekerja di kebun. Semua penduduk desa sangat menyukainya karna sikap dia yang sopan dan selalu memberikan warna.
Suatu ketika Illy yang seperti biasa sesudah membantu umminya dia selalu singgah di danau melihat kura kura kecil peliharaannya, tak sengaja matanya melihat seorang lelaki yang sedang duduk di pepohonan rindang dengan kuas di tangannya. Kemudian illy melangkah mendekati lelaki tersebut.
"Hai." sapa illy.
"Kamu siapa? Aku baru pertama kali melihatmu?" tanya illy kembali sambil melihat lelaki itu.
Namun sang lelaki acuh bahkan tak melihat sedikitpun ke arah illy. Matanya terus fokus dengan tangan yang lihai melukis. Illy yang merasa di acuhkan dia terus mengajak lelaki itu berbicara sampai akhirnya lelaki tersebut membereskan peralatan melukisnya dan meninggalkan illy sendiri.
"Siapa sih dia sombong sekali." gerutu illy dan dia berlalu pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, ummi illy yang sedang menyiapkan makan melihat anak semata wayangnya menggerutu dengan wajah penuh kekesalan.
"Nak, ada apa?" tanya ummi illy sambil mengusap kepala sang anak.
"Aku kesel ummi tadi aku ketemu seseorang tapi dia malah pergi gitu aja." jawab illy.
"Ya sudah mungkin dia ada keperluan, udah ahh anak ummi jangan cemberut lagi nanti cantiknya ilang, sekarang lebih baik kamu mandi trus makan bareng ummi."
"Siap ummi laksanakan." ucap illy berlalu meninggalkan umminya yang tersenyum.
*************
Aldo Pradipta seorang pelukis terkenal dengan wajah yang tampan dan berkulit putih disertai mata yang tegas tak lepas melihat hasil karyanya. Tanpa dia sadari ibunya kini berada di dekatnya.
"Gimana dengan desa ini kamu suka?" tanya sang ibu.
"Suka mah, di sini tenang dan banyak tempat yang bisa aku lukis." jawabnya tenang.
"Untuk sementara kita tinggal di sini dulu, di kota mamah udah pusing sama kelakuan fans anak mamah yang ganteng ini."
"Iya mamah."
"Semoga aja kita di sini gak di ganggu lagi dan kamu anak mamah yang ganteng jangan lupa cari pacar biar gak di kejer perempuan yang aneh aneh." goda sang ibu dan pergi meninggalkan sang anak.
"Mamah ini ada ada aja." ucapnya dengan senyuman.
**************
Setiap hari illy selalu bertemu dengan aldo namun aldo selalu acuh. Hingga suatu hari dimana illy tak lagi mengganggunya melukis, aldo merasakan sedikit rasa kehilangan. Kemudian dia membereskan peralatan melukisnya menuju kediaman illy.
Sesampainya di depan rumah illy, aldo terdiam menatap ke arah jendela. Tanpa di sadarinya ummi illy melihat dan mendekatinya.
"Maaf cari siapa ya?" tanya ummi illy dengan ramah.
"Aku aldo tante, illy ada tante?" jawab aldo dengan senyuman.
"Oh ini nak aldo, iya illy ada d rumah dia lagi sakit." ucap ummi illy.
"Masuk nak."
"Makasih tante." langkah kakinya berjalan ke arah kamar illy.
Saat aldo melihat illy hatinya seakan teriris, gadis yang biasanya periang mengganggunya melukis sekarang terbaring lemah di atas ranjang.
"Tante, boleh aku tanya sesuatu?"
"Iya nak, mau tanya apa?"
"Illy sakit apa ya tante?"
"Kata dokter, illy mengidap penyakit kanker darah." ucap ummi illy dengan sedikit isak tangis mengingat ucapan sang dokter.
Aldo yang saat itu tau kenyataannya dia terdiam merenung mengingat bagaimana perlakuannya terhadap illy. Dengan wajah penuh kesedihan aldo kembali ke rumahnya.
************
Hari terus berganti illy kini mulai membaik. Aldo yang selalu menemani illy di saat dia sakit bahkan sikap aldo mulai hangat kepada illy. Di saat yang sama aldo meminta bantuan mamahnya menyiapkan kejutan untuk illy. Membawa illy ketempat yang sudah dia rencanakan.
"Aldo ini...." ucap illy terpesona melihat sekitar danau yang telah di hias.
"Illy aku buatin ini semua khusus untuk kamu, aku mau minta maaf atas perlakuanku dulu ke kamu. Aku sayang kamu illy, kamu mau kan jadi bagian dari hidupku?" ucap aldo sambil memegang tangan illy.
"Aku udah maafin kamu dari dulu, aku juga sayang kamu, aku mau aku mau jadi bagian hidup kamu."
Aldo yang bahagia memeluk erat sang kekasih seolah tak ingin dipisahkan.
"Makasih yaa sayang." ucap aldo kemudian mencium kening illy.
"Iya sama sama." illy tersenyum.
Kehidupan illy dan aldo saling melengkapi bahkan penduduk desa pun selalu tersenyum saat melihat kedua insan yang tengah di mabuk asmara.
"Aldo, aku punya hadiah untuk kamu." illy tersenyum menyodorkan hadiah kepada aldo.
"Apa ini? Kamu gak mesti kasih aku hadiah illy, buatku kamu itu hadiah yang paling istimewa."
"Buka aja dulu." paksa illy terhadap aldo.
Akhirnya aldo menerima dan membukanya. Buku sketsa dengan cover berwarna coklat di hiasi coretan tinta hitam membuat aldi terharu dan dia mencoba menggambar wajah illy di buku sketsa pertamanya.
*************
Hubungan mereka berjalan lancar walau ada sedikit pertikaian sebagai bumbu pelengkap hubungan mereka. Suatu ketika illy yang saat itu akan pergi menemui kekasih hatinya aldo seketika pandangannya kabur badannya melemah dan mengalir darah dari hidungnya, illy yang tak sanggup menahan sakitnya akhirnya terjatuh.
Ummi illy yang merasa aneh anaknya tak kunjung keluar kamar melangkahkan kakinya melihat sang anak, betapa kagetnya ummi illy melihat anaknya tergeletak di bawah lantai dengan darah di hidungnya.
"Illy, bangun nak jangan buat ibu takut, illy banguun...."teriak ummi illy, tangisnya pecah melihat kondisi anaknya.
Ummi illy meminta bantuan tetangganya mengantarkan ke rumah sakit. Hingga tiba di rumah sakit ummi illy menangis mengingat kembali anaknya.
Di tempat lain aldo yang telah rapih dan wangi datang menemui kekasihny di rumah namun suasana rumah nampak sepi. Hingga akhirnya tetangga rumah illy memberitahunya kalau illy masuk rumah sakit. Saat itu dengan tergesa gesa aldo mengendarai motornya, air matany mengalir sepanjang jalan, perasaannya campur aduk.
Aldo yang saat itu tidak fokus mengendarai motornya tiba-tiba dari arah berlawanan mobil melaju dan aldo membanting stir kemudian aldo terjatuh dan terguling hingga akhirnya dia terkena bongkahan batu.
Saat itu juga aldo di larikan di rumah sakit yang sama dengan illy.
*************
"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya ibu aldo dengan wajah cemas.
"Anak ibu masih bisa kami selamatkan tapi maaf bagian mata anak ibu rusak akibat benturan." tutur dokter.
"Jadi anak saya buta dok?" tanya ibu aldo kembali.
"Gak gak anak saya gak boleh buta, dokter saya gak mau tau kembalikan mata anak saya." isak tangis ibu aldo pecah. Dokter hanya meminta maaf dan berlalu.
Di ruangan yang berbeda illy akhirnya sadar, dia menanyakan kondisinya dan ibu illy menceritakan semua yang di katakan dokter padanya. Illy terisak menahan tangis hingga dia meminta kepada umminya untuk mempertemukan dirinya dengan aldo.
Saat yang bersamaan ibu aldo dan ummi illy berpapasan di kantin rumah sakit.
"Mbak kenapa di sini? Siapa yang sakit?" tanya ummi illy.
"Aldo kecelakaan mbak, dokter bilang mata aldo... mata aldo buta." ujar ibu aldo di iringi tangis.
"Lalu gimana kabar illy?" tanya kembali ibu aldo.
"Dokter bilang illy udah stadium akhir, waktu kehidupan illy gak lama lagi." isak tangis ummi lily pecah.
"Sabar ya mbak anak kita lagi sama sama di uji."
"Iya mbak."
*****************
Ummi illy menceritakan semuanya kepada sang anak, illy merasa hatinya semakin sakit hingga akhirnya dirinya meminta permintaan terakhir kepada uminya memberikan sepasang matanya untuk aldo. Illy yang tak kuat melawan penyakitnya menyerah menghembuskan nafas terakhirnya.
Dilain sisi aldo yang terpuruk karna tidak bisa melihat mendapatkan secercah kebahagiaan mendapatkan kabar ada sukarelawan yang memberinya sepasang mata. Saat aldo bertanya siapakah orang itu? Dokter tidak bisa menjawabny karna itu permintaan pasien.
2 minggu berlalu aldo kini bisa melihat dan hari dimana dia bisa pulang kembali ke rumah. Aldo tidak sabar ingin bertemu dengan illy, sesampainya di rumah aldo langsung pergi ke rumah illy. Seperti biasa rumah illy sepi. Hingga tetangga memberitahunya keluarga illy di pemakaman. Aldo segera berjalan kepemakaman namun hatinya gelisah hingga akhirnya aldo menemukan ummi illy berdiri di antara makam.
"Tante, kenapa di sini sendirian? Illy kemana tante?" tanya aldo menatap ummi illy.
"Aldo..." ummi illy melihat kedua mata aldo yang merupakan mata anaknya kemudian ibu illy menyerahkan sepucuk surat dan berlalu pergi meninggalkan pemakaman.
Aldo yang bingung akhirnya membuka surat dan betapa terkejutnya melihat isi surat itu.
"Aldo waktu pertama kali aku melihatmu aku tau kamu baik, waktu itu aku udah suka sama kamu tapi kamu malah cuek sama aku. Aldo makasih ya udah menambahkan warna di hariku maafkan aku juga kalau aku bikin kamu kesel tapi serius deh muka cemberut kamu bikin aku ketawa. Aldo mungkin hari ini aku tak lagi di sisimu namun kamu jangan sedih setidaknya sepasang mataku berada di kamu. Aldo jangan pernah tangisi kepergianku karna ini bukan salahmu aku yang meminta agar aku bisa melihat kesuksesanmu dan masa depanmu. Aldo hiduplah terus untuk ku bernafaslah, apapun masalah yang kamu hadapi ada aku yang mendukungmu. Aldo jangan pernah menyalahkan atas semua yang terjadi karna aku bahagia dengan melihatmu saat ini. Aldo aku tulus mencintaimu, semoga kamu bisa menemukan cinta yang baru. Seperti aku mencintaimu.
Dari kekasihmu illy.."
TAMAT