Satu bulan yang lalu tepatnya bulan Agustus pada tanggal 03 Agustus 2021 aku mengakhiri hubunganku dengan pacarku, hubungan yang telah kami jalani hampir satu tahun kurang 20 hari. Alasan aku mengakhiri hubungan ini karena orang tua kami tidak merestui hubungan kami berdua tapi, pada tanggal 07 Agustus 2021 kami berdua kembali berpacaran. Aku pikir hubungan kami akan tetap baik-baik saja, namun dia berubah. Malam hari pada tanggal 09 Agustus 2021 aku mengetahui bahwa dia dekat dengan perempuan lain, tanpa pikir panjang aku langsung mengakhiri lagi hubungan kami namun, dia meminta kesempatan satu kali lagi dan berjanji tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Aku mengiyakan permintaannya, aku memberinya kesempatan, namun besoknya ia mengulanginya lagi. Lalu aku bertemu dengannya, aku meminta penjelasan darinya namun, ia berdalih katanya temannya meminjam handphone-nya. Tentu saja aku tidak percaya, lalu aku menghubungi perempuan itu dan perempuan itu membongkar semuanya. Benar saja aku dibohongi lagi oleh pacarku, disitu aku menangis dan ia memintaku untuk tidak mengakhiri hubungan ini, ia meminta maaf dan berjanji lagi dan dengan bodohnya aku percaya. Setelah semua kejadian itu hubungan kami baik-baik saja dia menepati janjinya, Singkat cerita, pada tanggal 23 Agustus 2021 itu hari jadi hubungan kami, aku memberikan hadiah padanya namun ia tidak memberikan aku hadiah. Hubungan kami masih baik-baik saja sampai pada tanggal 28 Agustus 2021 aku menonton cerita tentang kutukan lagu, karena penasaran aku mendengarkan salah satu lagu terkutuk yang berjudul Minggu Suram, tepat hari Sabtu aku mendengarkan lagu terkutuk itu. Lirik lagu itu menceritakan tentang seseorang yang ditinggalkan mati oleh kekasihnya dan penulis lagu itu bunuh diri setelah menyelesaikan menulis lirik itu, katanya. lagu itu terkutuk karena banyak orang yang bunuh diri setelah mendengarkan lagu itu dan lagu itu tidak pernah diputar lagi. Dan Besoknya tepat hari Minggu aku mendapat kabar dari temanku, katanya pacarku sedang bersama perempuan lain. Benar saja, aku memergoki mereka sedang check-in disebuah rumah kecil yang jauh dari keramaian. Disitu aku benar-benar tidak habis pikir, aku belum mengatakan apa-apa tapi ia langsung memarahiku dan langsung mengakhiri hubungannya denganku, disitu aku benar-benar hancur. Hatiku sakit, harga diriku direndahkan dan aku menangis, aku berpikir apa salahku? sehingga mendapatkan penghinaan seperti ini. Aku benar-benar tidak mengerti, kalau memang ia bosan tinggal akhiri saja hubungannya denganku, kenapa harus dengan cara seperti itu. Tapi, aku tidak terlarut dalam kesedihan, sesampainya dirumah aku bahkan tidak ingin menangis dan memilih untuk mengikhlaskannya saja. Semoga ia bahagia dengan jalan yang ia pilih, begitupun denganku semoga aku mendapatkan kebahagiaan setelah rasa sakit yang aku rasakan.