"Ayah aku ingin permen!." Ucap gadis kecil dengan menunjukan wajah ngambeknya yang imut.
"Ayah Ciu juga mau permen." ucap Ciu yang sedang bersembunyi di belakang kakaknya.
"Iya..iya nanti ayah belikan ya tapi tidak sekarang karena ayah sedang sibuk." Jawab seorang pria kepada kedua kembar itu.
"Huummmp...ayah udah kerja dari kemarin gak selesai-selesai bikin Cia kesal!" ucap Cia sambil menatap kesal ayahnya.
"Iya maafkan ayah Cia."
"Ayah Ciu mau permen."
Tidak tahan dengan kemauan anak-anaknya Moto pun akhirnya mengiyakan permintaan kedua anak kembarnya itu.
"Hah...yasudah kita pergi membeli permen sekarang."
"Yey...permen!" Ucap Cia senang sambil memegang tangan Ciu.
"Nah kalau begitu Cia dan Ciu cuci muka dulu ya terus pakai sepatu kalian."
"Baik Ayah!" jawab kompak 2 anak kembar itu.
Setelah beberapa menit berlalu.
"Cia...Ciu...apa kalian sudah selesai pakai sepatunya?." Tanya Moto kepada 2 anaknya yang belum keluar dari kamar mereka.
"Sudah ayah!." Selesai menjawab Cia dan Ciu keluar dari kamar mereka dengan memakai jaket kesukaan mereka sambil tersenyum berjalan ke arah ayah mereka.
Moto yang melihat anak-anaknya merasa takjub karena anak-anaknya sangat imut bahkan membuat dirinya sendiri merasa terpesona.
"Nah ayah ayo!!!." Ajak Cia ke ayahnya sambil memegang tangan Ciu.
"Iya..iya Cia."
Moto lalu menggendong kedua anak kembarnya itu dan memasukannya ke dalam mobil, di dalam mobil sudah ada 2 kursi khusus untuk anak yang masih dibawa umur.
"Nah Cia Ciu pakai sabuknya ya!."
"Iya ayah!." Jawab kedua anak kembar itu.
Moto pun lalu menyalakan mobilnya dan mulai menjalankan mobil dengan perlahan keluar dari garasi rumah mereka, mobil pun melaju keluar dari komplek perumahan dan menuju ke jalan besar.
Cia dan Ciu yang berada di bangku belakang mobil seperti sudah terbiasa dengan jalanan karena mereka selalu pergi bersama ayah mereka ke kantor Editori, bisa dibilang ayah mereka adalah seorang komikus yang selalu mengerjakan beberapa komik lokal.
Namun karena Moto yang sudah kehilangan istrinya semenjak kedua anak kembarnya lahir membuatnya harus tinggal dirumah untuk menjaga anak kembarnya, tapi Moto juga selalu menyisakan waktu untuknya mengerjakan tugas komiknya.
1 jam kemudian di depan toko permen Atayaka.
Moto turun dari mobilnya dan berjalan ke arah kursi pengemudi belakang, dibukanya pintu mobil dan mengeluarkan si kembar yang sudah tidak sabar untuk masuk ke toko.
Saat Moto menurunkan kedua anak kembarnya itu Cia dan Ciu langsung disambut oleh bibi mereka yang juga merupakan pemilik toko permen Atayaka, Bibi Akila yang melihat senyum riang dari Cia dan Ciu membuatnya bahagia.
"Bibi Akila!." Ucap 2 anak kembar sambil berlari ke arah Akila.
"Cia Ciu ummhhh...kalian akhirmya datang, bibi sudah menunggu kalian dari tadi."
"Iya bibi, oh ya bibi ada permen baru ya?." Tanya Cia ke bibinya Akila.
"Huummp...kamu memang selalu bisa menebaknya Cia!."
"Tapi yang menebaknya Ciu Bibi."
"Wah benarkah Ciu memang bisa membaca pikiran bibi deh hummpph...gemasnya Ciu!" Gerutu Akila sambil menggendong si kembar.
Akila lalu membawa si kembar ke dalam toko dan meninggalkan Moto sendiri di luar, Moto yang merasa diasingkan hanya bisa terdiam.
Bisa ditebak saat masuk ke dalam toko Cia dan Ciu sudah dijumpai oleh banyak permen yang enak di sekitar mereka, karena pelayanan toko atayaka yang selalu menghibur membuat Cia dam Ciu selalu senang jika datang ke toko permen itu.