Hai, Aku Syifa. Aku berumur 15 tahun. Duduk di bangku SMP. Aku adalah orang yang baru patah hati, karena dibohongi oleh orang yang kusayang. Rasanyaaa, aku mati rasa.
Sekarang, masa - masa ku terbebas. yaa, terbebas dari rasa yang tak terbalas. Aku menikmati kesendirian ini, walaupun banyak teman-teman ku yang mendekatkan kepada orang-orang baru tentunya. Mereka berharap aku segera mendapatkan penawar hati, agar tidak terlalu merasakan sakit yang lalu. Banyak yang memperlihatkan dan ada juga yang memendam perasaan nya terhadapku. Walaupun mereka tidak berbicara langsung, tetapi aku mengerti bahasa tubuh mereka. Aku yang terlalu biasa saja, membuat beberapa lelaki mundur. Aku yang sama sekali terlihat tidak tertarik dan tidak bersemangat membuat teman-temanku selalu berada di sampingku untuk selalu menyemangatiku. Hingga akhirnya, aku menemukan beberapa lelaki yang mampu membuat ku lupa akan sakitku. Mereka adalah Reynal, Rowal, Riski, dan Farhan. Mereka selalu ada, bisa membuat tertawa, dan mereka adalah sesama teman. Setiap hari selalu bermain dengan temanku dan mereka. Mereka sngat akrab dengan temanku, jadi kami selalu bermain bersama. Temanku selalu menanyakan siapa yang lebih dekat denganku diantara mereka berempat. Aku hanya tersenyum saja. Karena jujur, aku belum sepenuhnya lupa dengan dia yang membuat luka. Aku masih bersikap seperti biasa dengan yang lain, tidak ada yang ku beda-bedakan. Hingga akhirnya, salahsatu di antara mereka berempat ada yang berani menyatakan perasaannya secara langsung terhadapku. Dia adalah, Rowal. Lelaki yang usianya 3 tahun di atasku. Aku yang hanya seorang anak sekolah tingkat SMP dan dia siswa SMK membuat ku menjadi agak tidak enak untuk menolak, karena dia yang sering membuat ku tertawa dengan tingkah nya, sikap dewasa yang selalu dia tunjukan, dan dia juga orang yang pekerja keras. Aku tau sedikit tentang dia karena sering mendengar teman-temanku membicarakan dia. Dia adalah siswa berpengaruh di sekolahnya, bagaimana tidak, dia adalah seorang ketua organisasi Pramuka. Banyak orang yang mengenal dia. begitupun para siswi di sekolah berlomba-lomba merebut hatinya. Banyak guru juga yang membenarkan bahwa dia memang cerdas dalam akademik dan non-akademik nya.
Setelah dia mengungkapkan perasaan nya, aku tidak langsung menjawab. Karena, aku terkejut dengan ucapan nya. Aku setengah percaya dengan itu, aku takut itu hanya main - main.
Setelah kejadian itu, Aku dan Rowal menjadi canggung jika bertemu.
Suatu ketika, ditempat itu hanya ada aku dan rowal saja. Rowal memberiku 2 kalung dan 2 cincin. Aku disuruh untuk memilih antara kedua pilihan itu. Dan aku memilih kalung dan cincin yang terlihat simple namun cantik. Dia pun mengatakan, "Kalau kamu menerima perasaanku, maka pakailah kalung itu. Kalau kamu tidak menerima perasaanku, kembalikan padaku atau buang saja jangan dipakai."
Setelah itu aku sangat bingung. Aku mau menerima, tetapi aku tau bahwa salahsatu temanku menyukainya. Aku suka kalung nya, tapi bagaimana kalo orangtuaku mengetahui nyaa. Ahh, aku terima saja. Nanti ia akan aku beritahu kalo hubungan ini tidak boleh dipublikasikan. Dengan begitu, orangtuaku tidak akan tau dan temanku tidak sakit hati kalau tahu.
Besoknya, dia menghampiriku dan meminta jawaban nya. Akupun memperlihatkan kalung yang ia beri ada di leherku. Dia pun langsung girang. lucu sekali. Hubungan pun kami jalani secara diam - diam. Tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Sampai pada akhirnya, orang yang dulu melukai perasaanku kembali hadir. Hubunganku yang sedang baik-baik saja harus retak karena kehadiran dia. Dia datang dan menyatakan perasaannya padaku. Tapi aku tidak menjawabnya, tidak menjawab TIDAK ataupun IYA.
Setelah kejadian itu, aku dan rowal tidak mempunyai masalah lagi. Sampai aku lulus Sekolah Menengah Pertama dan aku masuk Sekolah menengah Kejuruan. Aku menjadi satu sekolah dengan nya, walaupun beda tingkatan. Dia kelas XII dan aku kelas X. Banyak orang yang mengira kami adalah saudara, karena karakter dan muka kami hampir mirip katanya. teman-temanku menyangka bahwa aku sepupunya, dan guru - guru menyangka bahwa aku dan dia adalah adik kakak. Lucu buka?. Karena kemiripan kami itu, banyak orang yang tidak tahu hubungan kami yang sebenarnya. Bahwa sebenarnya adalah DIA PACARAKU BUKAN SEPUPUKU.
jangan lupa like, vote, dan kritikannya ya kak😊😊😊