Bagian 1
Sinar mentari datang menerpa wajahku yang sedang tertidur lelap di ranjang kasur yang bernuansa merah muda. Aku tau yang selalu membangunkanku adalah Kakak iparku yang sudah menikah dengan kakakku 2 Minggu yang lalu sering ku panggil kak Ana tapi nama aslinya Riana Syafira Az-Zahra.
" Kak, tolong tutup lagi jendelanya aku masih mengantuk !!!" gerutuku pada kakak iparku.
"Ya ampun Mika ini sudah jam berapa? anak perempuan kok masih tidur jam segini ?" nasihat kak ana kepadaku. Oh ya,, namaku Mikaila Syahira Az-Zahra, nama belakangku sama persis dengan nama belakang kak Ana mungkin dia bisa jadi kakak iparku karena itu kali ya !!! hehehh..
"Aku masih mengantuk kak !!!" rengekku kepada kak Ana.
"Kau ini Mika jika seperti ini kau tidak bisa punya pacar !!!" keluh kak Ana dengan kesalnya melihat kearahku yang masih di atas ranjang tempat tidur.
"Ih kak Ana, selalu mengutukku dengan seperti itu" jawabku dengan kesalnya.
" Mika kamu ini, mana ada seorang kakak mengutuk adiknya sendiri tapi ini faktanya laki-laki tak suka wanita yang pemalas" gerutu kak Ana.
"Aku seperti ini saat libur kuliah saja kak!!!" jawabku dengan ekspresi wajah memelas agar dibolehkan untuk tidur.
"Tapi tetap tidak boleh seperti ini !!!" jawab kak Ana dengan tegasnya. "Ayo bangun, bersihkan diri dan bantu kakak buat sarapan !!" perintahnya kepadaku. Aku hanya pasrah dan menurut saja perkataan kak Ana. Saat turun dari ranjang tempat tidur, tiba-tiba kak Ana kembali lagi ke kamar.
"Oh ya mika, kak Ana lupa bahwa malam ini akan ada orang spesial yang akan datang mengunjungi rumah kita" ucap kak Ana. " Siapa kak?" tanyaku dengan rasa penasaran. "Nanti juga kamu tau dan kamu juga akan melihatnya !!" ucap kak Ana lagi yang benar-benar membuat aku penasaran.
Selesai membersihkan diri aku menuju dapur untuk membantu kak Ana membuat sarapan tapi aku tak sepenuhnya membantu hanya merapikan meja saja. Aku tinggal dengan abangku yang pertama bang Reno Ardiansyah Septian, kadang juga aku tinggal dengan kakakku yang kedua kak Ricky Atmaja Septian. Kadang lelah yang selalu berpindah tempat seperti itu tapi apa daya tak pernah di ijinkan tinggal sendiri baik bang Reno ataupun kak Iki mungkin mereka seperti itu karena aku anak perempuan satu-satunya dan kami juga sudah ditinggal oleh orang tua sejak aku berumur 3 tahun.
Skip
Selesai sarapan aku langsung pergi menuju kamar tidur untuk mengerjakan tugas akhir dan juga aku harus mengerjakan tugas laporan dirumah sakit juga, "Huh ... cape sekali banyak tugas !!!" sambil teriak keras sehingga Abang dan kakak iparku langsung masuk ke kamarku. "Ada apa sih teriak-teriak kamu dek?" tanya bang Reno kepadaku. Aku hanya tersenyum dan berkata "Menjadi dokter tak mudah bang !!".
"Itu kan maumu, maka jalanin yang kau mau jangan banyak mengeluh dek !!!" nasehat bang Reno kepadaku.
"Maafkan aku kak Ana, kak Ana dan baby pasti kaget mendengar aku berteriak?" tanyaku pada kak Ana.
"Tidak apa-apa dek !!" jawabnya sambil mengusap perutnya yang buncit.
"Ya sudah, kalian keluar aku mau mengerjakan tugas dulu" kataku sambil mengusir mereka berdua dan menutup pintu kamar.
Bagian 2
Ruang tamu
Aku bersiap-siap berpakaian rapi memakai dress berwarna pink selutut dan ku ikat rambut dan wajahku hanya memakai bedak dan lipstik, tiba-tiba pintu kamarku terbuka saat kumenoleh ternyata kak Ana yang datang.
"Lama sekali dandannya!!" katanya kepadaku.
"Aku sama sekali gak dandan kak, hanya malas saja harus seperti ini !!" keluhku pada kak Ana.
"Kamu akan menyesal dek jika tidak ikutan makan malam, karena tamunya orang spesial " ucap kak Ana menyakinkan aku agar lebih semangat.
"Hu'uh, mau menyesal atau tidak juga gak akan rugi sama sekali buatku" kataku dengan sangat senang.
" Oke terserah adikku sayang, ayo abangmu dan tamunya sudah menunggu !! " ajak kak Ana kepadaku.
"Tamu bang Reno sudah datang?" tanyaku kepada kak Ana dengan ekspresi wajah kaget. Hanya anggukkan dan senyuman yang kak Ana jawab. "Hebat sekali itu tamu datangnya sangat cepat dan ini juga belum sama sekali waktu makan malam !!" ucapanku dan kak Ana hanya tertawa kecil melihat tingkahku. Sesampai di ruang tamu aku hanya melihat punggungnya, dalam hatiku berkata "Punggungnya sangat indah juga". Saat berjalan aku menunduk kebawah dan sampai aku duduk juga masih menunduk. " Mika kenalkan ini Cha Eunwoo !!" kata bang Reno kepadaku. Aku hanya terdiam sambil menunduk dan menganggukkan kepala. " Wait ???" sambil ku angkat kepala melihat kearah depan. Saatku menoleh kak Ana, dia hanya tertawa yang tertahan mungkin takut kalau tertawa lepas akan dimarahin oleh bang Reno.
" Kamu kenapa dek?" tanya bang Reno. Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Ya ampun tamu spesialnya Cha Eunwoo aku akan merias wajah lebih cantik lagi" dalam hati.
"Dek besok kamu libur?" tanya bang Reno.
"Sepertinya tidak bang, aku harus kerumah sakit untuk berjaga dan paginya aku ada jadwal bertemu dengan dosen pembimbing !" jelasku kepada bang Reno.
"Abang ingin kamu ajak Eunwoo jalan-jalan !!" ucapan bang Reno.
"Maafkan aku bang !!" kataku dengan rasa menyesal.
"Tak apa-apa, Abang juga gak mau ganggu kesibukanmu dek nanti biar Eunwoo ikut ketempat kerja Abang saja" jelasnya kepadaku.
Saat melihat Eunwoo, dia hanya tersenyum mungkin dia sama sekali tidak pernah mengerti percakapan kami.
Skip
Meja makan
Kami makan bersama-sama ternyata Eunwoo dan abangku sangat mengenal satu sama lain seperti sahabat, memang sih abangku dulu pernah ke Korea untuk bekerja di sana. Sedikit berbincang dan tertawa sedikit bosan dan membuatku pergi menuju halaman depan dan duduk di sana sambil melihat ke arah langit. "Ibu, mika sekarang akan menjadi seorang dokter dan mika janji akan menjadi dokter yang bisa menolong semua orang !! " kataku sambil sedikit teriak.
"Apakah kau selalu teriak seperti itu?" tanyanya kepadaku.
" Kak Eunwoo?" ucapku karena sedikit kaget.
" kak Eunwoo bisa bahasa Indonesia ?" tanyaku lagi.
Tersenyum dan berkata " Aku bertanya dan dijawab dengan pertanyaan juga !!!".
😁😁😁" Maafkan aku kak, aku kalau merindukan ibu selalu teriak seperti ini" ucapanku sambil melihat kearah langit.
" Maaf aku bertanya pasti membuatmu tidak bahagia !!" katanya sedikit merasakan penyesalan.
" Tak apa-apa kak, mika sudah biasa dan sudah melerakan ibu karena itu sudah takdirnya !!" kataku.
"Kak Eunwoo belum jawab pertanyaan mika?" tanyaku padanya.
"Aku belajar dari bang Reno !!" jawabnya dengan sangat jelas.
" Sudah larut malam dan udara sangat dingin sebaiknya kita masuk nanti bisa sakit" ucapnya kepadaku. Aku berdiri dan langsung pergi kedalam untuk istirahat juga dan memang udara sangat dingin juga diluar.
Bagian 3
Selama 7 hari aku selalu berjalan-jalan bersama kak Eunwoo, jujur perasaan tumbuh saat selalu bersama tapi aku takut jika aku jatuh cinta kepada seorang idol. Rasanya untuk saat ini aku harus jaga jarak bersama kak Eunwoo.
Kring ... kring
Dering ponselku berbunyi
"Hallo, siapa ini?" kataku.
"Kau sama sekali tak menyimpan nomorku ?" katanya tapi suara ini sedikit familiar bagiku.
"Jangan-jangan ini kak ?" kataku dalam hati.
"Kak Eunwoo?" ucapku sedikit meyakinkan ini yang menelepon bener orangnya.
"Iya ini aku, apakah kau sibuk? tanyanya kepadaku.
"Heh, aku se" kataku sedikit tidak enak dengan kak Eunwoo karena selalu menjauh.
"Keluarlah dari kamarmu !!" katanya kepadaku.
"Apa?" kataku sungguh kaget sekali.
" Ya mika kau akan membuat telingaku rusak dengan teriak seperti itu !!!" katanya.
" Maafkan aku, aku hanya kaget kalau kak Eunwoo menyuruhku keluar dari kamar !!" kataku dengan rasa menyesal. Dan aku pun langsung keluar kamar
" Kak Eunwoo?" Panggilku dengan pelan.
Dia menoleh kearahku dan sungguh tampan sekali dia tapi aku rasa sama sekali aku tak pantas untuk bersanding dengannya dia terlalu jauh seperti bintang yang tak pernah bisa aku gapai.
"Kamu kenapa mika?" tanyanya kepadaku.
" Gak ada apa-apa kak !" jawabku sambil tersenyum.
"Oh ya, bang Reno bilang kalau hari besok kau akan wisuda ? tanyanya kepadaku. Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala tanda mengiyakan.
"Karena besok aku harus kembali ke Korea dan aku tak bisa menghadiri acaranya jadi bisakah hari ini aku mengajak jalan-jalan ? ucapannya kepadaku.
"Baiklah, mau kemana kita?" tanyaku.
"Taman bermain!!!" jawabnya dengan singkat dan jelas.
Aku hanya menghela nafas lagi-lagi dia hanya menjawab dengan singkat. Aku bersiap diri untuk sedikit berias karena akan pergi bersama sang idol. Karena dia idol, dia harus memakai masker, topi dan kacamata. "Sangat membosankan kalau aku berkencan seperti ini ! " kataku dalam hati.
"Kamu kenapa mika?" tanyanya kepadaku. Aku hanya menggelengkan kepala tanda tidak apa-apa.
Kami pergi berjalan-jalan selama seharian penuh dan sampai rumah sungguh sangat larut sekali mungkin sekitar jam 10 malam. Saat aku akan turun dari mobil tangan kak Eunwoo menahanku.
"Ada apa kak? " tanyaku padanya. Tapi tak ada jawaban sama sekali hanya menatapku dan setelah terdiam 5 menit tiba-tiba dia mendekatiku dan mencium bibirku, rasanya aku malah terhanyut dengan ciuman kak Eunwoo kepadaku dan 5 menit kemudian aku tersadar lalu mendorong badan kak Eunwoo.
"Terimakasih kak Eunwoo untuk hari ini !!!" kataku lalu buru-buru pergi.
"Wanita aneh kenapa tidak bertanya soal tadi dan malah lari seperti itu, apakah kau tidak penasaran? katanya.
Skip
Mentari pagi hari menyinari wajah cantik mika yang sedang terlelap dan seperti biasa kak Ana yang akan membuka gorden dan membangunkan mika.
"Kak Ana, kenapa selalu menggangguku !!" keluhku padanya.
"Bangunlah dek, kamu tidak ikut bang Reno kebandara?" tanyanya kepadaku.
" Mau apa bang Reno ke bandara?" tanyaku lagi.
"Mau mengantar Cha Eunwoo !!!" katanya dengan nada lantang. Aku terbangun dan teringat dengan ciuman tadi malam " Apa yang terjadi, bolehkah aku tanya soal ciuman tadi ? tanyaku padanya.
Aku bergegas mandi dan bersiap untuk ikut ke Bandara dari pada aku mati penasaran lebih baik aku bertanya langsung. Aku dan bang Reno menaiki mobil kesayangan abangku untuk menuju hotel tempat menginap kak Eunwoo.
Sampai hotel
Bang Reno tak berani masuk tapi menelepon kak Eunwoo. Sekitar 10 menit aku dan bang Reno menunggu, dia akhirnya muncul dengan kaos baju berwarna hitam, celana jin berwarna biru dan memakai mantel panjang berwarna coklat tidak lupa dengan masker, kacamata dan topi. Aku hanya duduk manis di dalam mobil setelah sedikit berbincang dengan bang Reno yang entah apa mereka obrolkan. Saat dia masuk anehnya dia tersenyum sangat manis dan membuat aku semakin menyukainya. " Bagaimana ini jantungku berdetak kencang sekali " kataku dalam hati sambil menempelkan tangan ke dada.
Sampai bandara
Sebelum masuk bandara kak Eunwoo meminta kepada kakakku untuk berbicara denganku dan bang Reno menyetujuinya lalu pergi meninggalkan kita berdua. " Aku sangat merindukanmu !" katanya.
"Apa?" kataku dengan ekspresi wajah kaget.
Lalu dia malah memelukku, "Sangat merindukanmu sampai-sampai aku tak bisa tidur dan lagi aku harus kembali !!" katanya kepadaku tapi aku rasa kaget dan hanya terdiam.
"Sayang, kenapa kamu diam saja" katanya lagi dan membuatku ingin sekali pingsan.
"Apa, kak Eunwoo bilang apa? tanyaku untuk membuatku yakin dengan semua yang aku dengar.
Dia melepaskan pelukannya saat aku bertanya, "Apa kau tak mendengar?" tanyanya dan aku hanya menggelengkan kepala. Dia tersenyum dan berkata "Sekarang kau milikku !!".
"Maksudnya aku pacar kak Eunwoo?" tanyaku dan dijawab dengan anggukan lalu dia mengambil sesuatu di saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah benda. "Kalung bintang ini adalah tanda bahwa kau milikku, mika !!" katanya. Dia mengecup keningku dan berkata " Aku akan merindukan, saat selesai pekerjaanku aku akan menghubungimu !!".
Aku hanya menjawab dengan anggukan tanda setuju. " Bang Reno?" katanya. "Sudahkah berbicaranya?" tanyanya kepada kak Eunwoo. Hanya dibalas dengan anggukan kemudian dia pergi dan melambaikan tangannya. " Tak menyangka aku berpacaran dengan idol" berkata dalam hati.
Sampai dirumah
Aku langsung pergi kekamar dan kujatuhkan langsung tubuhku di tempat tidur sambil melihat ke arah langit-langit atap. " Sungguh tak terduga selama ini" Kataku. Aku pun tertidur dengan lelap.
Sekitar pukul 4 subuh aku terbangun dan bersiap untuk membersihkan diri dan merias wajah juga karena hari ini adalah hari kelulusanku dan mendapatkan gelar doktor bedah betapa senangnya aku tak hanya itu 2 kakakku dan 2 kakak iparku juga senang dan bangga kepadaku.
Acara wisudaku berlangsung dengan lancar dan sukses, kami semua bersiap berfoto bersama keluarga dan bersenang-senang. Aku meminta ijin kakakku untuk pergi berpesta bersama teman-teman di malam hari.
Tiba-tiba ponselku berbunyi.
"Nomor siapa ini?" kataku.
"Kenapa harus video call" kataku sambi aku angkat. " Kak Eunwoo?" kataku.
"Sayang, kau sangat cantik sekali !" pujinya kepadaku lalu aku tersenyum malu karena pujian.
"Kau mau kemana?" tanyanya. " Aku akan berpesta bersama teman-temanku !!" kataku.
"Baiklah jangan terlalu malam, oke !! " katanya.
Aku hanya mengangguk tanda setuju.
" Chagiya, bogo sip-eoya"(Sayang, aku merindukanmu) katanya dengan bahasa Korea. Sebenarnya aku juga mengerti bahasa Korea tapi tak terlalu lancar untuk berbicara.
" Nado oppa " kataku dengan jawaban bahasa korea yang aku bisa. Dia hanya tersenyum melihat aku menjawab dengan bahasa Korea.
" jol-eob chughahae, chagiya" (selamat atas kelulusanmu, sayang) katanya dengan bahasa Korea lagi.
"gamsa haeyo, oppa" kataku lagi. Dia tersenyum manis lagi dengan jawabanku.
" Kak Eunwoo, bahasa Koreaku tak terlalu baguskan? kataku.
"Bagus kok, jadi kapan kau akan kekorea?" katanya.
"Hem, entahlah" jawabku.
"Aku akan menunggumu" katanya seperti yakin kalau aku akan kekorea.
"Baiklah, menungguku sampai aku sukse jadi dokter hebat ya kak!!!" kataku sedikit bercanda juga.
"Baiklah aku akan setia menunggumu" katanya dengan tegas. Aku hanya bercanda tapi jawaban kak Eunwoo sangat membuat hatiku luluh dan tak ingin berpaling pada pria manapun mungkin saatnya aku akan berjuang untuk bersanding dengannya.
The End
Nb # Mohon maaf ya bahasa Koreanya kurang bagus tapi jika ada kesalahan dalam penulisan boleh dikoreksi 🙏