"pah mana mainan yang aku pesan? katanya papah janji mau beliin aku mainan?"kata anak perempuan yang bernama Sita. "Iyah kak, tapi ga bisa sekarang, janji deh kalo papah udah dapet uang papah akan belikan papah mainan" kata papah
sita adalah anak pertama dari dua bersaudara, walaupun dia anak tertua bukan berarti sikapnya yang dewasa, melainkan bertolak belakang dengan adiknya Ilham yang perhatian terhadap keluarga. papahnya sita Bekerja sebagai supir pengantar barang, setiap hari kerjanya berangkat pagi pulang malam, itu pun tergantung berapa banyak barang yang dikirimnya dan hasil dari pengantar barang tidak menentu, sita selalu saja meminta ini dan itu tanpa peduli letihnya seorang papah bekerja untuk keluarga, berbeda dengan Ilham adiknya dia juga ingin seperti temennya selalu di belikan mainan baru, baju bagus, dam makanan enak tetapi, dia tahu keadaan keluarga yang hanya mencukupi makan saja.
sita kesal terhadap papahnya karna tidak membelikan mainan untuknya, baginya orang tuanya selalu pilih kasih dengan adiknya, adiknyalah yang selalu di banggakan dan diistimewakan sedangkan dirinya dibelikan mainan yang murah saja tidak. "papah kenapa sih selalu pilih kasih sama Ilham?! papah sama mamah tuh sama saja selau ilham-ilham dan ilham!!!" kata sita marah sambil menitikkan air mata nya lalu pergi ke kamarnya, kedua orang tua nya sedih apa yang dikatakan anaknya sita. "bagaimana ini mah? sekarang sita marah sama papah gara-gara papah ga belikan sita mainan" kata papah nya yang mengadu pada istri nya. "ya udah pah biar mamah aja yang bujuk sita" kata mamahnya mencoba menenangkan suaminya. "nak, buka pintunya! mamah mau bicara sama kamu" kata mamahnya mencoba membujuk anaknya. "engga!!! mamah sama saja!!!" kata sita berteriak dari dalam kamar dan sambil menangis. "coba mah biar Ilham saja yang bujuk kakak, siapa tau Kakak mau bukian pintunya" kata Ilham meyakinkan mamahnya. "kamu yakin?" kata mamahnya ragu-ragu. "Iyah mah, Ilham yakin" kata Ilham mantap."kakak buka pintunya! aku mau bicara sama kakak, tolong yah kak" kata Ilham. "aku ga mau bicara sama kamu!!" kata sita. "tolong kak, sebentar saja, aku janji setelah itu aku ga bicara lagi sama kakak".
CEKLEK,,,, suara kunci dan pintu terbuka, Ilham melihat raut wajah kakak amat kesal pada dirinya, yah dia merasa begitu karena kakak nya merasa dialah yang di prioritaskan oleh orang tua nya.
"kak maaf udah bikin kakak kaya begini, tapi sebenarnya aku ga ada niatan sama sekali buat kakak sedih" kata Ilham memulai pembicaraan sedangkan sita hanya duduk memalingkan wajahnya.
"kak,aku tau kakak ingin seperti temen-temen kakak yang lain punya mainan baru,baju bagus, aku juga sama kak pengen kaya temen-temen aku".
" tapi kak, kakak harus tahu kondisi keluarga kita, jangan kan mainan makan saja kita masih pas-pasan, kak aku mohon, kakak kan paling tua dari aku jadi tolong kakak pikiran ini baik-baik".
"kakak tahu kan papah kerja jadi apa?" tanya Ilham dan sita hanya mengangguk.
"papah hanya supir pengantar barang, dan papah tidak punya gaji, uang yang papah dapet cuma seberapa barang yang papah kirim".
" dan kakak harus ingat, papah adalah pahlawan kita, yang bisa membutuhi kebutuhan kita tanpa mengeluh, tapi setiap hari kakak selalu memikirkan diri sendiri tanpa mengetahui seberapa lelahnya papah menafkahi untuk kita semua, tapi apa papah mengeluh kalo kakak meminta sesuatu? sama sekali engga kak" sita hanya bisa menunduk dan terharu dia sadar selama ini dia sudah menyakiti perasaan papahnya dan mengacuhkan pengorbanan papahnya, sita pun menangis sesegukan.
" maafin kakak dek, kakak sadar apa yang kakak lakuin, kakak ngelakuin ini semua karna kakak diejek sama temen kakak karna kakak orang yang ga mampu" kata sita
"kalau begitu kakak mau minta maaf sama papah".
KRIEET,,,,,,, pintu terbuka mamah dan papah sudah di ambang pintu dengan mata yang berkaca kaca." mamah papah? sejak kapan kalian disana?" tanya Ilham kaget.
" mamah sama papah udah denger semuanya" kata mamahnya sambil masuk ke kamar sita, sita pun langsung memeluk papahnya.
"maafin sita yh pah, karna sita selalu mikirin diri sendiri, dan sita sudah melukai hati papah" kata sita penuh penyesalan.
"iya nak, papahnya maafin" kata papahnya terharu.
"sita janji ga akan ngulangi kesalahan sita".
"iyh ga apa apa yang penting kamu udah ngakui kesalahan kamu ini".
"ini juga berkat Ilham, makasih yah Ilham karna udah nasehatin kakak".
"sama sama kak" kata Ilham tersenyum bangga.
dialah cinta pertamaku
yang selalu menafkahi Mama aku dan adikku
tanpa mengenal hangatnya sinar matahari dan dinginnya udara hujan
papah aku mencintaimu
THE END
(maaf yah kawan kawan author nya baru belajarbikin cerpen, jadi mohon maaf bila terjadi kesalahan kata dan tanda baca🙏🙏🙏🙏)