Rasanya seperti mimpi ketika tanpa sengaja aku melihat sesuatu yang menjanggal di poster Itachi. Dan itu adalah lorong ke dimensi lain seperti yang biasa kulihat dalam serial Naruto. Ketika menyentuhnya, aku dihisap oleh sesuatu.
Lalu, semua menjadi begitu gelap dan menakutkan.
.
.
.
.
Brukkk.
“Aww... Sakit” Ucapku sambil memegang kepala dan melihat sekeliling. Aku tercengang ketika mengetahui bahwa ada sesuatu yang berbeda. Ternyata aku terperangkap ke dimensi dan dunia lain.
“I..ini...ini, Konoha!!!?! Tidak! Tidak mungkin! Aku pasti bermimpi!” Ucapku sembari menampar pipiku berkali-kali.
Plak! Plak! Plak!
“Ouchh...Ini bukan mimpi! Huwaaa... Aku harus bagaimana ini?!!”.
Aku sangat panik. Tidak ada yang bisa kulakukan selain menangis. Tiba-tiba seseorang muncul dengan begitu cepat dihadapan ku. Penampilannya sangat tidak asing. Ternyata Ia adalah Itachi, anggota Akatsuki dan kakak dari Sasuke Uchiha.
Itachi adalah karakter favoritku dalam serial Naruto. Di dunia nyata, aku rela membuang-buang uang demi membeli miniatur, poster bahkan action figurnya. Aku tak menyangka bisa bertemu dengannya secara langsung.
“Oii...Siapa kau?” Ucapnya padaku dengan wajahnya yang memperlihatkan kecurigaan.
“Anoo...aku tersesat. Ini bukan duniaku...Aku tidak sengaja menyentuh sesuatu yang aneh. Lalu..lalu..aku tiba ditempat ini. Tolong selamatkan aku Itachi-san..” Jawabku.
“Itachi-san? Kau!! Kenapa kau bisa mengetahui namaku? Kau pasti seorang mata-mata. Katakan! Siapa yang kau incar?! Jangan bilang kalau itu adalah Naruto!!” Ucap Itachi.
Hawa membunuh sudah menyelimuti dirinya. Bahkan ia mengaktifkan sharinggan, yang seketika membuatku merinding ketakutan.
Aku dengan bodohnya melakukan segel tangan seperti yang biasa dilakukan para Shinobi untuk mengeluarkan jutsunya.
“Kuchiyose no jutsu!!!” Teriakku.
Sesaat Itachi memperlihatkan raut wajah yang serius dengan tubuh yang siap siaga melakukan pertempuran. Namun semua berakhir sia-sia saat ia tahu bahwa bukan hewan kuchiyose yang aku keluarkan, melainkan suara kentut.
Bup.
Suasana menjadi sangat canggung. Aku juga menjadi sangat malu. “Astaga...aku kan bukan karakter anime. Bodoh banget sih pake jutsu-jutsu segala!!” Batinku.
Setelah beberapa penjelasan dan pertimbangan, Itachi menyadari bahwa aku memang benar bukan dari dunianya. Aku pun memintanya untuk membantuku kembali.
“Baiklah. Aku akan membantumu pulang.” Ucap Itachi yang membuatku tersenyum bahagia.
Kriyukkk. Kriyukkk.
Perutku mengeluarkan pertanda.
“Kau?!!!”
“Anoo...aku lapar Itachi-san. Bisakah aku berkeliling sebentar untuk mencari makanan? Aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya hidup dalam duniamu, walau hanya sebentar.” Ucapku merayu.
“Lihatlah penampilanmu. Kau tampak mencurigakan. Kau harus menyamar. Lagipula, Konoha bukan tempat yang aman bagimu dan bagiku untuk berkeliling. Kemari, ikut denganku.” Ucap Itachi.
“Yah..padahal gue pengen banget makan Ramen Ichiraku. Huuu.” Batinku.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, akhirnya aku dan Itachi tiba disebuah desa. Kami pun mampir disebuah kedai makanan. Selang beberapa menit, pesanan kami tiba.
“Oishiii...Dango memang yang paling enak!” Ucapku.
“Hehh. Berhentilah berbicara. Kau seperti anak kecil saja.” Sahut Itachi.
“Galak banget sih akh! Lu kan idolanya Gue. Seenggaknya hargai fans dikit napa..huuu.” Batinku.
Selain mentraktirku makanan lezat, Itachi juga membawaku berkeliling desa.
Sesaat aku merasa betah bersamanya. Tapi aku sadar bahwa ia hanya seseorang yang hidup dalam dunia Anime.
Hari mulai gelap dan sudah saatnya aku untuk pulang.
“Kau, berdirilah di hadapanku.” Ucap Itachi.
Aku langsung berdiri dihadapannya dan berkata, “Maaf telah menyusahkanmu seharian Itachi-san. Terima kasih untuk hari ini. Aku ingin sekali berlama-lama disini. Namun kurasa itu bukan pilihan yang tepat. Karena aku tidak bisa hidup dalam duniamu ini. Semua yang terjadi hari ini, tidak akan pernah aku lupakan. Arigatouuu.”
Itachi hanya tersenyum kecil.
Ia lalu menatap mataku.
“Mangekyo Sharinggan!!!”
Dari dalam matanya, aku melihat sesuatu yang bercahaya.
Dan...
.
.
.
.
.
Cringggg!!!
.
.
.
“Aaaaaakkkkkkkkkkkkk!”
.
.
.
.
Gedubrakkkkkk!
“Aduh tanganku...”
Aku seperti terjatuh dari langit. Kulihat sekeliling, ternyata aku berada di kamarku.
“Hah? Ru..ru...aku di rumah...! Itachi... Itachi..dia.. dimana? Apa tadi aku bermimpi? Atau......”
Cringggg!
.
.
.
.
.
.
TAMAT
***
Haduh... Ga Suga, ga Itachi, sama-sama gabisa gue miliki :')
Jangan lupa like and coment ya manteman. Biar halunya aku lancar.
Arigatou Gozaimassss...◉‿◉