Duniaku penuh tekanan. Di benci teman dimusuhi, keluarga di khianat, cinta di racuni mimpi, dibanting kenyataan. Ini Anela, gadis 20 tahun yang sangat taat pada agama. Anela menyukai lelaki Kristen bernama Stenly. Anela pengen banget ngelupain temen SMA nya dulu. Tapi nggak bisa bisa. Begitupun Stenly, dia taat banget sama agamanya. 2 hari lalu Stenly barusaja putus dengan kekasihnya yang puja puja, sayang sayang. Ceweknya selingkuh. Stenly ingin melupakan hubungan asmaranya dan ingin pdkt.
Hari ini Stenly sedang di cafe sendiri. Melamun sambil menyeruput kopi hitam kesukaannya. Lokasi yang ia tempati adalah cafe yang sering Anela kunjungi. Setiap hari Anela selalu ke cafe itu nongkrong sambil menulis cerita di laptopnya.
" Ahh Stenly, hidupnya seperti di penuhi filter. Diem aja ganteng." Batin Anela yang barusaja datang. " T-tapi kenapa dia menangis?" Batin Anela lagi sambil mengeluarkan laptop yang duduk nya tidak jauh dari Stenly. Stenly bersin sedikit keras dan mengeluarkan ingusnya. " Gemoy banget sih "batin lagi sembari memanyunkan bibirnya.
Seketika Stenly melihat Anela senyam-senyum sendiri
BUGHH!!!!
" Sepertinya Stenly melihatku aku harus cool." Anela salting sedikit lalu ke kasir memilih menu.
Stenly yang masih melihat Anela tertegun. "Dia lebih cantik dari mantanku. Haruskah aku memacarinya agar melupakan cewek nggak tau untung itu. Tidak tidak tapi tunggu. Lihat kecantikannya ketika konsentrasi, matanya berbinar menunjukkan bayangan laptop, jarinya yang lincah mengetik dan bibir pink dengan muka pusih mulus sedikit makeup. Di kerudung rapi berwarna hitam membuat Anela bercahaya, tinggi lagi. Tapi dia Islam aku Kristen." Batin Stenly sambil menghembuskan nafas dengan kasar. Seketika Stenly melihat pintu cafe dan matanya membelalak.
Mantan dan pacar barunya masuk ke cafe itu. Seketika Stenly gercep dan duduk dekat Anela. Sontak Anela yang sedang minum tersedak dan batuk.
" Lo pura pura jadi pacar gue, acting!" Ucap Stenly.
Mantan Stenly datang menghampiri dan berkata " pacar baru Lo, cepet banget ngelupain gue." Ucap mantan Stenly.
" Iyalah buat apa gue nginget masalalu yang harusnya gue lupain, lagi pula gue bosen sama Lo." Ucap Stenly sembari menunjukkan jarinya ke kening mantannya itu.
" Cih... songong banget, gue yakin Lo masih cinta sama gue." Ucap mantan Stenly.
" Emang Lo siapa, lagi pula Lo baru kenal gue 2 bulan yang lalu. Lo nggak kenal gue lebih dalem. Sok tau." Ucap Stenly.
" Dah lah cape ngomong sama Lo." Ucap mantan Stenly.
" Siapa juga yang mau ngomong sama Lo." Ucap Stenly.
" Kalian kan beda agama?" Tanya mantan Stenly.
" Gue mualaf." Jawab Stenly.
Sontak Anela batuk mendengar jawaban Stenly.
" Ah.. kalau gini Stenly makin cepat di gapai." Batin Anela.
" Oh yaa!!! Buktinya Lo masih pake kalung itu." Ucap mantan Stenly.
" Ribet banget sih Lo. Kita udah gak ada hubungan apa apa lagi ya Lo pergi tuh ke pojokan ganggu aja." Ucap Stenly geram.
" Iya biasa aja kali ngomong nya ngegas Mulu." Ucap mantan Stenly.
Mereka pun pergi ke pojokan. Cafe itu sepi. Anela masih melong karena jawaban Stenly yang tadi.
" Stenly bener bener mualaf?" Tanya Anela.
" Ajarin gue Islam terus kita nikah." Ucap Stenly tersenyum lebar.