Setelah kejadian menakutkan sekaligus mendebarkan hari itu,aku dan juna semakin dekat.
aku,mita,ririn dan juna suka belajar kelompok di hari-hari tertentu dan saat pulang aku diantar oleh juna sampai rumah.
Mita dan ririn yang entah sejak kapan mengetahui tentang perasaan ku pada juna pun sepertinya mendukung.mereka antusias mendekatkan ku dengan juna,pernah satu kali ririn menyarankan aku untuk menyatakan perasaan ku pada juna tapi aku terlalu malu dan tidak percaya diri.
Sepulang sekolah mita dan ririn menghampiri ku yang tengah bersandar di sebuah tiang menunggu angkot datang "woy,,,ngelamun aja,,,mikirin juna ya,,,?!" mita mengagetkan ku,benar sih apa katanya dan aku hanya tersipu mendengar nama juna disebut.
"makanya buruan tembak sebelum dia di embat orang lain,,,lo gak takut apa,,,diakan ganteng,,,ya kan mit,,,?!" ucapan ririn benar,tapi harus bagaimana aku bingung.aku terlalu malu dan tidak percaya diri apakah juna akan menyukai ku.
mita dan ririn yang mengerti akan kegelisahan ku pun menarik lenganku "ayo ikut,,,!" seru ririn antusias,saat kutanya akan kemana dia hanya menjawab dengan kata "rahasia,,,".
dengan langkah terseok-seok sedikit rsgu mengikuti langkah kedua sahabatku kamipun sampai disebuah salon.
"kita mau apa kesini,,,?!" aku bertanya
"bukan kita tapi elo,,," gumam mita membuat ku semakin bertanya,aku,,,untuk apa,,,apa yang akan mereka lakukan padaku.ririn yang masih setia menarik lenganku membawaku masuk kedalam sana,aku yang masih planga plongo didudukan disebuah kursi.
ini pertama kalinya aku masuk tempat seperti ini,biasanya ibu yang akan memotong rambutku jika sudah terlalu panjang.
nampak ririn berbincang dengan seorang wanita yang bersuara berat seperti pria,tertawa sambil saling menepuk bagin tangan mereka tampak akrab teman ririn kah,mereka sesekali melirik kearahku lalu tersenyum seperti membicarakan sesuatu.
wanita dengan pakaian mencolok itu melangkah mendekatiku,dia berdiri dibelakang kursi yang ku duduki tersenyum ramah kearahku,memegang pundakku "yey mau gaya seperti apa?!,,,aurel hermansyah,asya asuncao,jeni blackpink atau selena gomez,,,se,,,mua,,,eike bisa ya kan bo,,,?!" wanita bersuara pria itu meracau membuatku mengernyitkan dahi tak mengerti,selena gomez,jeni blackpink maksudnya apa.
aku pun melirik kearah kedua sahabat ku,mereka menghampiri ku "ces,,buat dia nampak berbeda dari biasanya tapi jangan terlalu mencolok ok,,,,natural aja buat dia se,,,cantik mungkin,senatural mungkin,,,"ucap ririn antusias diikuti anggukan mita dan wanita itupun tersenyum lalu memberikan tanda 'ok' lalu kembali menghadap kearahku " udah yey,,,diem aja ya,,,duduk manis dan jangan ngebantah,,,pokoknya nanti yey bakalan berubah jadi princess kaya eyke,,," ucapnya sedikit menyeringai membuatku terdiam seketika,ririn dan mita nampak tersenyum jahil kearahku yang terlihat dari kaca besar didepanku.tangan lentiknya mulai bekerja menyelimuti bagian depan hingga belakangku dengan kain besar dan sedikit licin,mungkin sutpun akan kesulitan untuk berjalan di kain ini.dia melepas ikat rambutku menyisir nya pelan lalu mulai mencukur rambutku.
Selesai memotong rambut aku diarahkan ketempat cuci rambut,aku disuruh berbaring disebuah kursi panjang yang sedikit miring membuat rambutku terjuntai kesebuah bak kecil seperti wastafel,dia mencuci rambutku memijatnya pelan,terasa nyaman.setelah selesai cuci rambut kepala ku dibalut handuk lalu diarahkan kembali untuk duduk untuk mengeringkan rambutku,angin dari mesin yang disebut hairdryer itu terasa hangat membelai rambutku.
-----
"tara,,,sudah selesai,,," sebuah suara membuatku terbangun,tadi aku sedang asik menikmati hangatnya angin dari hairdryer membuatku terbuai lalu aku tak ingat apapun.aku yang masih belum sepenuhnya sadar hanya celingak celinguk menatap wajah kedua sahabat ku yang nampak berbinar memandang kearah kaca besar,akupun mengikuti arah pandang mereka.
Pandangan ku yang sedikit gabur menyulitkan ku untuk melihat,akupun meraba kacamataku lalu mengenakannya,seketika aku terpana mulutku menganga tak percaya melihat diriku,i,,,itu aku,,,benarkah,,,
"lo cantik banget nit,,,gak nyangka ternyata kalo dipermak muka lu oke juga ya,,," mita nampak takjub kearahku yang masih terpaku tak percaya.
"thankyou inces,,,yey emang paling the best,,," ririn nampak memuji membuat wanita yang dipanggil inces itu tersenyum senang kearah nya lalu melirik bangga kearahku.
"siapa dulu,,,ince,,,,s" ucapnya bangga "yey,,,gak mau eyke permak juga biar cantik kayak dia,,," inces menunjuk kearah mita yang langsung mendapat gelengan keras.
"gak deh ces,,,gak,,,enakan kaya begini,,,heheh" mita menolak membuat inces berdecak pelan.
"yakin,,,nanti kalo udah nemu taksiran terus gak diterima gara-gara yey nya kayak laki baru nyesel,,," ucapnya sambil bersidekap menatap malas kearah mita.
"daripada lo,,,waria,,,mana ada laki mau ama lu,,,apalagi cewek,,," gumam mita pelan namun masih terdengar samar.
"apa yey bilang,,,eyke gak denger,,," ucap incess membuat mita menggeleng cepat melambaikan tangannya kearah incess sambil nyengir kuda.incess nampak kurang suka dengan perilaku mita yang sedikit bar-bar berbeda dengan ku dan ririn yang terkekeh pelan menyaksikan adegan di depan kami.
aku berdiri lalu mengucapkan terimakasih pada inces dan dua sahabat ku,nampak ririn menerima sebuah kartu dari wanita itu.
"babay,,,,datang lagi ya,,," ucap incess melambai kearah kami yang dibalas lambaian tangan lalu tersenyum dan nampak ririn menautkan jempol tangan dan telunjuknya membentuk hurup 'O' tanda ok.tak lama sebuah mobil hitam mendekat kearah kami,itu mobil yang selalu mengantar jemput ririn.
"ayo,,," ririn dan mita menarik lenganku menuntun ku masuk kedalam mobil.
"gue sengaja manggil pak Narto buat jemput kita,,,lo kan udah didandanin sayang kalo harus panas-panasan,,,," ucap ririn,akupun hanya mengangguk mengiyakan,mobil perlahan mulai berjalan mengikuti arahan ririn.
kamipun tiba disebuah toko kacamata,untuk apa mereka membawa ku kemari,apa mereka mau membeli kacamata.
"ayo,,," ririn menarik tanganku pelan sembari tersenyum kearahku,mengajaku masuk kedalam diikuti mita dibelakang ku.tampak ririn memilih beberapa kacamata modern lalu menyuruhku mencobanya,awalnya aku menolak namun lagi-lagi ririn dan mita memaksaku.
setelah mencoba beberapa kacamata namun tidak ada yang cocok dengan gaya ku membuat mita dan ririn nampak lelah bercampur kesal,aku jadi merasa tidak enak.
"maaf ya rin,,,mit,,,kalian pasti capek,,,kita pulang aja ya,,,kacamata ku masih bagus kok,gak perlu beli.yang baru,,," gumamku pelan merasa bersalah.
"e,,,h gak apa-apa kok,,,kita gak cape,,,iya kan rin,,," mita menyenggol bahu ririn yang nampak lesu lalu mengangguk tersenyum kearahku.
"oh iya,,,," mita menarik ririn agar mendekat lalu membisikan sesuatu,terlihat wajah ririn nampak berseri lalu memanggil pelayan yang tadi untuk meminta sesuatu.
setelah menunggu beberapa saat,pelayan tersebut membawa beberapa kotak kecil menunjukkan nya pada ririn.
ririn pun menyuruhku untuk duduk,kacamata ku dilepas lalu aku disuruh membuka mata lebar-lebar,pelayan tadi memasukan sebuah benda bening yang sedikit cembung kemata ku.perih,,,itu yang awalnya terasa di kedua mataku.
aku pun mengerjap cepat setelah benda tersebut terpasang dikedua mataku.
"na,,,,h,,,,ini baru perfect,,," ririn berseru riang melihat kearahku,aku yang masih merasa perih hendak mengucek kedua mataku namun dengan cepat dicegah mita dan ririn.
"jangan,,,," ucap mereka bersamaan
"rasanya gak nyaman,,,mataku agak perih,,," gumamku pelan menatap learah kedua sahabat ku.
"nanti juga gak apa-apa,,,lo kan belum terbiasa,,," akupun mengangguk menuruti ucapan ririn.
tanpa terasa siang mulai beranjak sore,aku pulang kerumah diantar ririn.setelah berbasa-basi dengan mita dan ririn untuk sekedar mengajak mereka masuk dan minum dirumahku aku pun keluar dari mobil ririn.
kami masuk kedalam rumah setelah mengucap salam,nampak ibu menyaut dari arah dapur.
>>>>>>next