~So shut off boy, so shut up shut up~
Tepukan dan teriakan para penggemar memenuhi gedung, tempat pelaksanaan Showcase bagi grup yang berlomba memenangkan trofi.
Di antara penggemar, tampak sosok namja yang begitu senang melihat penampilan girl band barusan, yaitu MISS A. Namja yang sudah bertahun-tahun mengidolakan salah satu member dari MISS A, yakni Bae Suzy, sang visual dari gb tersebut.
Bae Suzy, merupakan anggota termuda dari gb MISS A, karena itulah dia adalah maknae sekaligus visualnya. Diakui oleh agensinya, ia adalah anak emas dan aset utama. Karena itu, dia memiliki julukan "The National First Love" yang berarti Cinta Pertama Dunia. Melihat dari julukannya saja, siapapun pasti akan langsung jatuh cinta kepadanya. Ya, itulah yang dialami oleh pemilik nama dari Mark Tuan, sosok namja yang dibicarakan tadi.
Mark Tuan, berkewarganegaraan Amerika, dan berkebangsaan Taiwan. Selain bahasa Taiwan dan Korea, ia juga fasih dalam berbahasa inggris. Karena itulah, ia ingin mendaftar sebagai trainee di JYP Ententaiment, tempat dimana sang idola bernaung.
1 Minggu setelah Showcase diadakan, Mark mendaftar. Ia mengenalkan diri sambil menggunakan rap dalam waktu 30 detik. Tahap kedua, tes kamera, ia menyanyi rap sambil melakukan martial arts. Ditanyai beberapa pertanyaan yang berat, tidak membuatnya gagal, Mark malah bicara senatural mungkin dan percaya diri. Hingga akhirnya ia diterima.
Namun, hal itu masih belum menjadi kabar yang baik untuk menemui idola favoritnya, Bae Suzy. Selama menjadi trainee di JYP Entertaiment, ia harus mentaati aturan, seperti tidak masuk ke bar yang dilayani oleh pelayan perempuan, diet, tidak ada lagu berbahasa Korea selama evaluasi, bernyanyi half air, half sound” alias gaya menyanyi setengah udara, setengah bunyi. Semua itu tidak berpengaruh dengan Mark, malahan menguntungkan dirinya.
Mark tidak pernah sekalipun tertarik memasuki bar yang pelayannya perempuan, karena hanya Bae Suzy seorang di hatinya, postur tubuhnya pun sudah sangat ideal, apalagi keahliannya yang fasih berbahasa inggris, jadi sangat mudah baginya, serta bernyanyi half air, half sound, semua bisa ditangangi. Namun, yang menjadi masalah besar, adalah aturan kelima yaitu tidak boleh berkencan.
Rasanya, seperti ada petir yang menyengat dirinya. Ayolah, dia sudah menyukai Bae Suzy bertahun-tahun, sampai rela datang ke korea dan masuk ke agensi yang sama dengan gadis itu, tapi kenapa harus tidak boleh berkencan? Padahal, ia bermimpi bisa pacaran dengan idolanya itu dan menikahinya. Benar-benar ironis.
Hari itu, tanpa sengaja Mark menabrak seseorang karena terburu-buru.
"Ah, cesonghamida!" ucapnya berulang kali menunduk meminta maaf.
Saat Mark mendongakkan kepala, namja itu tertegun melihat sosok yang jatuh terduduk di lantai.
"B-Bae Suzy!" pekiknya.
Dengan cepat, ia membantu Suzy berdiri.
"Yak? Apakah kau tidak mempunyai mata? Aku jadi terjatuh, dan apa katamu tadi? Bae Suzy? Kenapa menyebut namaku secara langsung? Kau ini salah satu trainee, kan?"
Mark terbelalak dan mengangguk membenarkan.
"Kalau begitu, panggil aku Sunbae!" kata Suzy sebelum pergi.
Mark kembali meminta maaf hingga akhirnya Suzy pergi. Ia hanya menatap kepergian gadis itu dengan tampang tidak percaya. Tunggu dulu? Bukankah idolanya itu seharusnya yeoja yang lembut dan ramah, tapi kenapa sifatnya begitu kasar seperti tadi? Tapi, hal itu tidak mengganggu Mark, malah ia semakin senang karena tidak ada yang tahu sifat asli Suzy selain dirinya, apalagi dia benar-benar bertemu dengan Suzy.
"Apakah aku bermimpi? Aku menariknya berdiri dan..."
Mark tersenyum girang sambil lompat-lompat saking senangnya. Berselang detik, ia tersadar dan bergegas pergi.
Ruang Pribadi JYP
Mark akhirnya datang sambil meminta maaf karena dirinya terlambat. Namun, ia tertegun karena melihat Suzy sudah ada di dalam sana lebih dulu.
"Kau?" tatap Suzy.
"Kalian sudah saling kenal?" tanya JYP, selaku CEO.
"Kami tidak sengaja bertemu di koridor tadi," jawab Suzy.
"Ah, kalau begitu, langsung intinya saja, dia yang akan menjadi partnermu di variety show besok,"
Mark dan Suzy bersamaan melotot dan bereaksi kaget.
"Seosaengnim! Bukankah, seharusnya aku berpasangan dengan Youngjae Oppa?!" protes Suzy.
Melihat hal itu, membuat JYP mengode Suzy untuk jaga sikap, membuat suasana menjadi canggung.
"Youngjae? Siapa namja itu? Kenapa Suzy memanggilnya dengan sebutan Oppa? Dia juga tampaknya tidak menerima aku menjadi pasangannya," kata Mark dalam hati, entah kenapa ia merasa sakit.
Suzy berdecih dan hanya pasrah.
Keesokan harinya...
Program 3 Days With Idol yang tayang setiap 3 hari dalam seminggu dengan bintang tamu yang berbeda, akhirnya dibuat dengan episode terbaru. Kini, giliran Suzy yang menjadi bintang tamu dengan sosok lelaki yang tidak diketahui publik, yang tidak lain adalah trainee dari agensinya. Yang menarik dari variety show ini, adalah pasangan dari teman kencan sang idola yang harus mengajak ke suatu tempat.
Hari pertama, Mark mengajak Suzy ke Rose Garden. Suzy bingung, kenapa ia dibawa ke sana, meskipun ia terkesima dengan taman bunga mawar itu. Mark menuntunnya hingga, gadis itu melihat sebuah piano terletak di tengah-tengah taman yang sudah didekorasi.
Mark tersenyum dan menarik Suzy dengan senyuman lembut. Hal itu membuat Suzy terbelalak. Ini pertama kalinya, ia melihat Mark seperti itu.
Suzy duduk di kursi sambil Mark menyuruhnya bermain, tapi karena ada nada yang salah membuat Mark duduk di belakangnya dan memegang kedua tangan Suzy, dan menggerakkannya.
Para kameraman langsung merekam adegan romantis itu.
Meskipun awalnya, Suzy kaku, ia akhirnya bisa mengatasinya. Ia dengan mudah, mengikuti alur Mark. Toh, ini cuma acara tv doang.
Hari kedua, Mark mengajaknya ke restoran masakan Amerika. Di sana, ia memasak untuk Suzy, dan menyiapkan bunga untuknya. Kerap kali, ia mengajak Suzy memasak. Tapi, seperti hari pertama, Suzy tidak bisa memasak, membuat keduanya melakukan posisi yang sama saat bermain piano.
Kini hari ketiga, hari terakhir pasangan itu syuting. Suzy mulai nyaman dengan Mark. Layaknya seorang Ratu, Suzy benar-benar diperlakukan seperti Ratu oleh Mark. Kebetulan, namja itu akan mengutarakan perasaannya, sebelum syuting.
"Sunbae, bisakah aku mengatakan sesuatu padamu?" tanya Mark ragu-ragu.
"Silahkan," jawab Suzy meneguk jus.
"Aku menyukaimu,"
Spontan Suzy terbatuk, membuat Mark membantunya.
"Kau bilang apa?" tanya Suzy tidak percaya.
"Aku menyukaimu, bolehkan aku mengatakan kalimat ini saat kita di wawancarai?" tanya Mark penuh harap.
Suzy sebenarnya senang mendengar pernyataan itu, tapi belum sempat ia menjawab, muncul sosok namja yang membuat Suzy membulatkan mata.
"Jadi, kau di sini, sayang?"
Dahi Mark berkerut mendengar ucapan namja di depannya.
"Siapa dia, Sunbae?" tanya Mark.
"Oh? Dia, dia Yo-" kata Suzy.
"Aku Yoo Youngjae, personel dari B.A.P, pacar Suzy," kata Youngjae.
"O-Oh, aku Mark Tuan, partnernya di variety show ini," kata Mark berusaha tenang.
"Iya, aku tahu, bisakah kau memberi kami waktu sebentar?" pinta Youngjae.
Mark mengangguk, sebelum pergi, ia melirik Suzy.
Yongjae mengerutkan dahi karena melihat Suzy terus melihat kepergian Mark.
"Kau menyukainya?" tanya Youngjae.
Pertanyaan Youngjae spontan membuat Mark terhenti dan memilih menguping.
"A-Apa maksudmu?" tanya Suzy.
"3 hari ini kau tampak bersenang-senang dengannya, dan tidak menghubungiku, bukankah dari awal aku adalah pasanganmu? CEO JYP menggantikanku dengan namja itu untuk melindungi hubungan kita,"
"Iya! Iya, aku tahu, kita hanya memperalat Mark, dan ini cuma syuting, tidak artinya selama 3 hari ini aku bersamanya," kesal Suzy.
Mark yang mendengarnya merasa terluka, dan memilih pergi.
"Tapi, kau seperti menyukainya," desak Youngjae.
Suzy mulai kesal, karena yang seharusnya marah adalah dirinya. Youngjae tidak pernah mengangkat panggilannya, dan kenapa namja itu muncul di saat yang tidak tepat?
"Aku sudah muak, aku ingin kita putus," kata Suzy berlalu pergi.
Youngjae menariknya dan mencium Suzy kasar, membuat yeoja itu menamparnya.
"Kau sudah berubah, kau bukan Youngjae yang aku kenal, jangan hubungi aku lagi!"
"Suzy! Bae Suzy! Arghhh!" kesal Youngjae.
"Dasar nappeun namja! Menuduhku selingkuh,"
Suzy melihat Mark tidak jauh dari tempatnya, sehingga ia menghampiri namja itu, tapi langkahnya terhenti.
"Eh? Kenapa dia menangis?" tatap Suzy.
Saat hendak menghampiri Mark, salah satu staff mendatangi mereka.
"Ternyata kalian di sini? Ayo waktunya, acara terakhir!"
Mark terbelalak karena Suzy ada di sana, tapi ia kembali mengingat percakapan yeoja itu tadi, membuatnya berlalu meninggalkan Suzy.
Suzy tertegun.
"Bae Suzy-ssi, apa yang Anda tunggu?"
"Oh, baiklah," kata Suzy bergegas.
Sambil mereka di dandani, Suzy melirik ke arah Mark. Kenapa namja itu berubah menjadi dingin, membuatnya merasa tidak nyaman.
Di penghujung acara, Mark dan Suzy duduk yang siap di wawancarai. Host mewancarai Suzy pertama kali.
"Mark Tuan, dia namja yang enak diajak bicara, selain itu kepribadiannya juga tenang. Saat aku bersamanya, aku sangat merasa aman, ada rasa terjaga jika berada di sampingnya," kata Suzy.
"Aku tidak tahu kalau diriku menjadi partner dari Bae Suzy, maksudku, dunia mencintainya, rasanya aku menjadi musuh dunia ini sendiri karena harus menjadi pasangannya,"
Beberapa pertanyaan sudah dilontarkan oleh Host, tapi Suzy bingung kenapa Mark tidak mengakui perasaannya yang ia katakan tadi.
Host akhirnya menutup acara dengan sapaan dari Mark Tuan dan Bae Suzy yang begitu romantis.
Koridor
"Yak? Bukankah kau ingin mengutarakan perasaanmu padaku? Lalu, kenapa kau diam saja?" tanya Suzy kesal, karena sikap Mark yang mengacuhkannya sejak tadi.
Mark hanya menatapnya dingin, dan berjalan pergi. Melihat hal itu, Suzy berdecih kesal dan menjitak kepala Mark.
"Yak! Makkeu"
Mark terbelalak, ia tidak menyangka Suzy akan menjitaknya. Apalagi, yeoja itu menahan tangisannya.
"Kenapa aku harus mengatakannya kepada pacar orang lain? Lagi pula, CEO JYP melarang kita berkencan," kata Mark.
"Siapa maksudmu pacar orang lain? Aku sudah putus dengan Youngjae Oppa," kata Suzy ketus.
"Tidak usah berpura-pura, aku sudah mendengar semuanya, kalau ternyata kalian memanfaatkanku demi melindungi hubunganmu dengan Yoo Youngjae, ini sama saja kau memanfaatkan perasaanku! Aku benar-benar menyesal karena menyukai idola seperti dirimu, Bae Suzy," kata Mark berlalu pergi.
Suzy mengepalkan tangan, dan berlari. Ia menarik tamgan Mark dan mencium bibir namja itu. Mark membulatkan mata.
"Apa kau sudah puas sekarang? Ini permintaan maafku, dan jangan katakan hal itu lagi!" perintah Suzy.
Mark masih terbelalak, membuat Suzy mengerutkan dahi dan kembali menciumnya.
"Kau sedang tidak bermimpi, ini kenyataan, aku juga menyukaimu," balas Suzy melepaskan ciumannya.
Terukir senyuman di bibir Mark, membuat namja itu menarik pinggang Suzy agar merapat ke tubuhnya, dan melanjutkan ciuman mereka.
Suzy melepaskan ciuman itu.
"Hei, tunggu, bagaimana dengan balasan pernyataanku?"
"Terus cium aku sampai aku memaafkanmu, baru aku membalas perasaanmu," kata Mark.
"Mwo? Yak!!" kesal Suzy menjitak kepala Mark.
"Akh, aku tidak menyangka Bae Suzy yang dicintai dunia segalak ini," kata Mark.
Namja itu tersenyum karena melihat Suzy mengembungkan pipi tanda cemberut.
"Baiklah, baiklah, aku juga menyukaimu Bae Suzy," kata Mark.
Tapi, Suzy bertingkah seperti anak kecil, membuat Mark menciumnya berulang kali, sampai rasa ngambek gadis itu luntur.
"Kau terlambat mengatakannya dasar babbo," kata Suzy memeluk Mark.
"Suzy, aku menyukai Suzy, kau Suzy-ku," kata Mark.
"Hei, panggil aku Sunbae!" perintah Suzy.
"Tidak, kau yang seharusnya memanggilku Sunbae,"
Suzy menatap Mark dengan alis berkerut.
"Aku lebih tua 1 tahun darimu," kata Mark.
"Mwo?!" kaget Suzy.
"Karena kita sudah berpacaran, jadi mulai sekarang panggil aku Oppa!" perintah.
"Makkeu Oppa," panggil Suzy.
Mark merasa gemas, membuatnya mencium Suzy kembali.
"Yak, berhenti! Aku kehabisan nafas!" seru Suzy.
"Yak! Kenapa kau selalu menjitak kepalaku?!" seru Mark.