Prak..
Semua belanjaan Senna jatuh berserakan. "Maaf, maaf saya tidak melihat" Kata seorang pria dengan wajah yang tertutup topi dan masker hitam.
Senna tidak menyalahkan pria itu karena memang dia juga sedang melamun. Senna dan pria itu bersama-sama membereskan belanjaannya.
"Terimakasih ya" Ucap senna dengan santai.
"Maaf ya saya tidak sengaja" kata pria itu.
Pria itu adalah Bryan Corsano. Artis yang sangat di idolakan di dunia hiburan. Bryan memiliki postur tubuh yang seksi, tinggi, putih dan tampan. Semua sinetron yang di bintangi oleh Bryan selalu mendapat rating tertinggi. Bryan juga orang yang sangat ramah. Sebelum ia menjadi terkenal seperti saat ini ia pernah mengalami kesulitan hidup.
Setelah belanjaannya terkumpul semua senna pergi begitu saja. Bryan sedikit heran pasalnya biasanya orang-orang yang bertemu dengannya pasti akan histeris dan meminta foto. Berbeda dengan senna yang biasa saja melihatnya.
"Aduh" teriak senna. Kaki senna terluka saat jatuh tadi. Senna tetap berjalan perlahan. Bryan tidak tega melihatnya.
"Sini saya bantu sampai rumah" kata bryan sambil membawakan belanjaan senna.
"Tidak usah, gue bisa kok" kata senna.
"Tidak apa-apa, lagipula itu kesalahan saya" Ucap bryan.
Bryan mengantarkan senna sampai ke depan rumahnya. Rumah sederhana yang memiliki pekarangan rumah yang sangat indah. Bryan memberikan belanjaan senna.
Senna sedang galau karena pacarnya yang ia sayang berselingkuh dengan perempuan cantik dan pacarnya lebih memilih selingkuhannya di bandingkan senna yang terlihat cupu.
Seminggu sudah pertemuan pertama bryan dengan senna. Senna yang masih patah hati memilih menenangkan perasaannya di sebuah cafe. Sambil menikmati minuman dan french fries senna menonton drama romantis di ponselnya. Di hari yang sama di tempat yang sama sedang ada syuting drama yang di bintangi oleh bryan. Senna memilih duduk paling dalam agar tidak mengganggu syuting dan tidak terlalu ramai.
"Hahaha. Lucu banget si cowoknya itu" kata bryan.
Bryan mengagetkan senna. "Eh, siapa lu?" kata senna sambil menutup layar ponselnya.
"Aku yang waktu itu tidak sengaja senggol kamu sampai jatuh itu" kata bryan.
"Oh" ucap senna dan melanjutkan menonton drama romantis lagi.
Bryan terus memandangi senna. Senna memang bukan gadis yang cantik hanya saja dia manis dan chubby. Senna orang yang sederhana dan tidak suka dengan fashion yang berlebihan.
"Hei, siapa nama kamu?" tanya bryan sambil mematikan streaming yang sedang senna tonton.
"Apa sih lu? Sok kenal banget lu" jawab senna.
"Iya makanya aku nanya nama kamu. Biar bisa lebih kenal lagi" kata bryan.
"Ya bilang baik-baik dong. Gue senna" kata senna.
"Pantas saja galak. Namanya kayak hewan yang galak itu tuh" canda bryan.
"Itu hiena! Bukan senna" jawab judes senna sambil melempar bunga hias yang ada di atas meja.
Bryan pergi untuk kembali syuting. Tak terasa sudah 5 jam senna berada di cafe tersebut. Senna bergegas untuk kembali ke rumah.
Sudah 3 bulan senna dan bryan sering bertemu tanpa di sengaja. Walau sesekali bryan sengaja menemui senna.
"Kita udah sering banget nih ketemu tiba-tiba. Bisa kali kita tukar nomor hp" kata bryan sambil mengipas-kipas ponselnya.
Senna mengambil ponselnya bryan dan menyimpan nomornya. Setelah memberikan nomornya senna pergi lagi.
"Kamu percaya takdir tidak sih?" tanya bryan.
"Engga" Jawab senna.
"Kamu percaya cinta pandangan pertama?" tanya lagi bryan.
"Tidak, mana ada cinta pandangan pertama? Cinta yang udah kenal lama saja masih bisa berubah" Jawab senna.
Begitu sudah mendapatkan buku yang senna inginkan ia langsung pergi ke kasir dan pergi mencari makan. Bryan tetap mengikuti senna.
"Kalau aku bilang, aku jatuh cinta sama kamu apa kamu percaya?" tanya bryan sambil berjalan dan menghadap ke senna.
"Aduh, lu tuh apa sih? kalau mau gombal, maaf lu salah orang. Gue gak terjebak sama gombal lu" Kata senna.
Senna masuk ke restoran jepang yang memang sangat populer di mall tersebut. Bryan tidak lagi mengikuti senna. Saat menikmati makanan yang sudah senna pesan. Bryan datang lagi dan menghampiri senna.
"Lu ngapain lagi sih ikuti gue? Mata tutup sekalian tuh. Udah kayak artis-artis aja pakai topi dan masker. Perasaan gue tidak ada hutang sama lu" kata senna.
"Kamu kenapa sih jutek banget sama aku? Ada dendam apa sama aku?" tanya bryan.
"Eh iya, aku mau tanya deh. Memangnya kenapa sih kamu tidak percaya dengan hal itu?" tanya bryan lagi.
"Banyak banget tanya kamu. Memangnya ada apa? tanya senna.
"Kalau aku serius gimana?" tanya bryan.
"Serius apa sih? Apa yang di seriusin? tanya senna.
"Aku serius jatuh cinta sama kamu" Ucap bryan.
"Gue sudah bilang kalau lu itu salah korban" jelas senna.
"Apa sih yang buat kamu tidak percaya?" tanya bryan.
"Pertama, gue baru saja putus sama cowok gue karena dia lebih memilih selingkuhannya. Kedua, gue sama lu itu hanya kenal karena sering ketemu tiba-tiba saja. Ketiga, tidak ada cinta pandangan pertama. Paham?" Jelas senna.
"Terus bagaimana caranya agar kamu percaya? atau biar dia saja yang membuktikan omongan aku?" Tanya bryan sambil membuka kotak yang berisi cincin emas.
"Eh apaan lu?" senna terkejut.
"Aku serius jatuh cinta sama kamu saat pertama kita bertemu" ucap Bryan
"Pertemuan kita tidak semuanya tiba-tiba. Aku suka mampir lewat rumah kamu dan aku mengikuti kemana kamu pergi. Kamu itu sederhana" jelas bryan ke senna.
"Aku saat ini sedang mencari seseorang yang siap untuk menikah dalam waktu dekat. Sulit sekali aku cari yang pas di hati aku dan saat bertemu kamu aku yakin sekali kamu orang yang tepat" sambung bryan.
Senna tidak menyangka akan secepat itu. Baru saja ia merasakan patah hati. Ada rasa senang, tapi ada juga rasa tidak yakin. Ia masih takut hal kemarin terulang kembali.
"Lu bukan buronan kan?" tanya senna.
"Kamu jawab dulu" pinta bryan.
"Iya memang ada rasa nyaman saat gue sama lu. Lu yang selalu hibur gue. Jika memang lu tulus cinta sama gue ya gue bisa mempertimbangkan itu. Gue cuma tidak ingin patah hati lagi" jawab senna.
"Aku janji akan buat kamu bahagia. Aku sangat tulus mencintai kamu" ucap bryan.
Senna menyelesaikan makannya. Setelah makanan yang ia pesan sudah habis, ia menyingkirkan mangkuk dan peralatan makannya.
"Mau ya kamu terima cinta aku" Kata bryan.
"Gue akan terima cinta lu, jika lu ingin membuka dan memperlihatkan wajah lu. Masa gue tidak tahu wajah orang yang jadi pacar gue. Terus masa ijab kabul dengan segala macam itu" kata senna.
"Jadi kamu terima cinta aku?" tanya bryan.
Senna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Bryan yang merasa bahagia segera memasangkan cincinnya ke jari senna.
"Yah, kekecilan di jari gue. Ya sudah tidak jadi deh" canda senna.
"Tunggu, aku tukar dulu" ucap bryan sambil bergegas ke toko perhiasan yang ia datangi tadi.
"Eh, sebentar. Lebih penting cincinnya apa jawaban dari gue?" tanya senna.
"Kan kamu sudah jawab tadi. Ya pasti lebih penting jawaban dari kamu" jawab bryan.
"Ya sudah kalau begitu nanti saja tukarnya bareng gue" jelas senna.
Senna memberikan minumannya ke bryan. Bryan segera membuka maskernya.
"Ini lu minum dulu. Tidak haus apa dari tadi? Tidak rela sih gue berbagi minuman favorit gue" kata senna.
"Haus banget aku. Aku minum ya" ucap bryan.
Bryan membuka masker dan topinya. Seketika orang di sekitar yang berada di sana langsung memperhatikannya dan berebut minta foto bersama.
Senna terkejut, ia tidak mengira bahwa orang yang baru saja menyatakan cintanya adalah artis yang menjadi bintang di drama romantis yang sedang ia nikmati.
Bryan menarik tangan senna dan pergi meninggalkan restoran tersebut. Bryan dan senna mengunjungi toko perhiasan untuk menukar cincin.
"Mbak, saya tadi membeli cincin disini dan ternyata ukurannya kekecilan. Saya tukar sesuai dengan ukuran jari calon istri saya ya" jelas bryan.
Senna melihat-lihat cincin nikah.
"Kamu suka yang ini?" tanya bryan.
"Tidak, gue lebih suka yang ini" kata senna sambil menunjuk ke cincin yang sangat sederhana tapi terkesan cantik.
"Mbak saya sekalian pesan cincin nikah yang ini" Kata bryan.
"Buat apa?" tanya senna.
"Buat nikah sama kamu bulan depan" jelas bryan.
"Mas, mas artis drama romantis yang hits banget itu kan? saya boleh meminta fotonya tidak?" pinta salah satu karyawan di toko perhiasan itu.
Setelah semua selesai bryan mengantarkan senna pulang. Banyak sekali yang mereka bicarakan.
"Gue seperti mimpi beberapa bulan terakhir ini" kata senna.
"Kenapa? Kok bisa?" tanya bryan
"Gue mengidolakan lu banget. Ah pokoknya drama lu tuh ngena banget di hati gue" jelas senna.
"Saat di cafe waktu itu, aku sedang istirahat syuting di drama yang akan datang. Kamu nanti nonton ya" kata bryan.
Bryan terlihat sibuk dengan ponselnya. Saat sampai di rumah senna heran melihat beberapa mobil berbaris di depan rumahnya.
Ternyata keluarga bryan sudah sampai di rumah senna. Di hari itu bryan melamar senna. Adik dan kakaknya senna terkesima melihat pesona bryan. Mereka tidak menyangka seorang artis yang di idolakan banyak orang akan menjadi bagian dari keluarga mereka.