"prak... prak... prak... " suara gemuruh tepuk tangan membangunkan lamunanku.
Hari ini langit begitu cerah, namun aku merasakan ada yang lain dalam hatiku, namun aku tak tahu apa penyebabnya.
"hmmm.... mungkin perasaan ku saja".batinku
aku pun melanjutkan berkeliling dalam mall. tiba-tiba seseorang menarik tanganku hingga aku jatuh dalam dekapannya.
" astagaaa.... apa apan nih"batinku
akupun mencoba mendorong tubuh sosok tersebut dan akupun termenung menatapnya.
"Li.... Li..... Lin yi.... " ucapku.
Lin yi hanya tersenyum menatap ku.
melihatnya tersenyum jantungku berdegup kencang seperti benderang yang mau perang.
"ohhhh.....tampan.... saanggaattt tampan" batinku.
"kenapa bengong... kita makan yuk" ucap Lin yi sembari menggenggam tanganku.
sungguh ini adalah kebahagiaan ku dan kejadian yang sangat langka. aku berjalan tanpa melihat jalanan di depanku, aku hanya terus menatapnya dengan terkagum-kagum, hingga akhirnya
"brokkkk" fix kepalaku benjol kebentur pintu. sakit banget sumpah, kalau nggak percaya silahkan di coba.
"kamu nggak apa apakan...? " ucap Lin yi.
aku hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum manis didepannya, walaupun di jidat ku ada benjolan aku mah pede aja.
sesampai kami di restoran, kami berdua pun saling menatap. bahkan Lin yi mengambil sebuah tisu untuk membersihkan bibirku dan ini pengalaman pertamaku yang sangat langka. siapa coba yang nggak seneng jika cowok yang kita kagumi seromantis ini ke kita.
"aku seneng banget bisa ketemu kamu disini" ucap Lin yi.
"aku lebih seneng.... apa lagi aku udah lama banget kagum sama kamu dan pengen banget punya hubungan spesial sama kamu" ucapku dengan malu malu.
"hari ini adalah kencan pertama kita" ucap Lin yi sembari mencium kedua tangan ku.
"oh my god.... sumpah Demi apa....aktor Lin yi nyium tangan aku dong" batinku dengan wajah merona.
"kamu tunggu aku bentar disini... aku mau ke toilet dulu" ucap Lin yi.
akupun menganggukkan kepala.
beberapa detik pun tiba-tiba muncul sosok yang datang mendekatiku dan ia mendekatkan wajahnya kepadaku.
aku dan dia kini saling menatap dengan jarak yang sangat begitu dekat, bahkan hidung kami berdua bersentuhan.
jantungku kumat lagi deh, berdegup kencang, wajah merona dan kaku.
"hari ini aku merasa kalau hari ini adalah hari keberuntunganku" ucapku sambil senyum senyum.
"aku menemukan mu" ucapnya.
"cha..... eun.... woo.... kamu... " ucapku dengan terbata bata.
"iya ini aku..aku kesini karena aku sangat merindukan mu" ucap Cha Eun Woo.
"aku juga merindukanmu" balas ku.
cha eun woo meraih tanganku dan membawa ku pergi.
"waduhhh.... gimana nasib Lin yi yah....?nanti aja deh dipikirin" batinku.
akupun berhenti di sebuah taman bersama cha eun woo. dan moment yang paling penting adalah cha eun woo memberiku setangkai bunga mawar.
"hari ini kau adalah milikku" ucap cha Eun woo.
akupun menerimanya.
"nggak apa-apa kali yah kalau aku memiliki dua cinta" batinku sembari tersenyum.
pokoknya aku bahagia banget deh.
cha eun woo dan aku duduk di taman. tangan kami saling menggenggam hingga aku jatuh dalam pelukannya.
"oh iya... aku pergi beli minum dulu" ucap cha Eun woo.
akupun menganggukkan kepala.
tak lama pun tiba-tiba seseorang memeluk ku dari belakang.
"kau dari mana saja...? " ucapnya.
akupun membalikkan badan.
"Lin Yi.... " ucapku.
Lin yi kembali tersenyum sambil memeluk ku. tiba-tiba
"heiiii.... " teriak cha Eun woo
mataku hanya melotot.
"ya ampun situasinya nggak pass banget" batinku
"kemudian cha Eun woo menarik kerah baju Lin Yi.
" lo ngapain peluk cewek gue"ucap cha Eun woo.
"karena dia cewek gue jadi gue berhak meluk dia" jawab Lin Yi sembari menepis tangan Cha Eun woo.
"sekarang situasi makin genting.... duhhh gimana nih" batinku
saat mereka berdua mulai mengepalkan tangan dan bersiap siap untuk saling hantam, baku tonjok,atau saling bonyok bonyokan aku pun berteriak sambil menutup mata.
"aaaaaaaaa..... stooooooppp" ucapku.
tak lama kemudian
"prak.... prak....prak...... " bunyi tepukan tangan terdengar ditelingaku, akupun membuka mata. betapa herannya diriku berada di keramaian orang-orang yang saat ini tengah menatapku.
"ini.... kenapa...? " ucapku
"Terima kasih karena mba ini bersedia di hipnotis di acara kami ini" ucap salah satu orang yang mengadakan acara tersebut.
"apa....? jadi... tadi itu.... itu" ucapku sembari berlari keluar.
sesampai di rumah.
"hiks....hiks....hiks....huaaaaaaaaa" akupun hanya menangis, mewek, ngambek.
"ternyata tadi itu nggak nyata.... huaaaaa.... hiks... hiks... hiks" teriakku sambil menangis.
"makanya mimpinya jangan ketinggian" ucap ibuku.
akupun tambah nangis sekenceng kencangnya sementara ibuku hanya menertawakanku.
Tamat