"Baek Oppa, aku rindu." Ucap Rani.
Rani ditinggal dengan kekasihnya pada hari kamis 6 mei 2021 yang lalu. Dia adalah Baekhyun seorang idol dari grup EXO selain itu dia juga penulis lagu dan aktor.
*Masa lalu saat pertama kali Rani bertemu dengannya*
*Rani POV*
Kalah itu aku sedang menonton drama yang berjudul Moon Lovers, dan aku sangat mengagumi sosok yang bernama Baekhyun, ia berperan sangat aktif di dalam drama itu. Lalu aku cari dan terus menggali tentang kehidupannya. Saking terobsesinya aku padanya, sampai-sampai aku terbang ke korea demi menemuinya. Namun semua sirna bagai debu yang tersebar hanya bisa diam tak berdaya. Itu hanya khayalan semata, dengan perginya ke korea sana aku bisa menemuinya. Tidak, tidak semudah itu ferguso.
Dua minggu aku berada di korea dan aku pun kehabisan uang dan aku tak bisa kembali ke negaraku Indonesia tercinta. Dan juga aku belum bisa bertemu dengan Baekhyun Oppa sama sekali. Aku benar-benar frustasi, aku di usir dari hotel karena tak bisa melanjutkan cek in di sana.
*Author POV*
"Hei, sedang apa kamu disana?" Tanya seorang pria kepada Rani yang sedang duduk memperhatikan air mancur dihadapannya.
Rani pun menoleh, Ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan. Rani tak ingin melewatkan mimpi indahnya ini. Ia pun bangkit dari duduknya dan mendekati pria tampan yang ada di hadapannya sekarang.
"Baekhyun Oppa?" Tanya Rani dengan gugup.
Pria itu tersenyum imut nan manis sambil menganggukkan kepalanya. Lalu ia memperhatikan koper yang ada di samping kursi taman itu.
"Apa kamu sedang di usir sekarang?" Tanya BaekHyun.
Rani hanya menganggukkan kepalanya namun masih dengan menatap wajah tampan milik BaekHyun.
BaekHyun tersenyum menatap Rani dan mengambil koper itu lalu berjalan. Rani yang hanya berdiri diam itu pun berjalan setengah berlari mengikuti Baekhyun.
"Oppa, mau kemana?" Tanya Rani
Baekhyun menghentikan langkahnya dan berkata, "Ini sudah larut, kamu mau jadi wisatawan terlantar?" Ucapnya lalu melanjutkan langkahnya.
"Apa ini? Apa ini mimpi?" Tanya Rani dalam hati sambil mengikuti langkah kaki yang begitu cepat itu.
*Tiba di apartemen milik Baekhyun*
Baekhyun berjalan menuju kamar tamu yang ada di sebelah kamarnya, dan meletakkan koper Rani di sana.
"Kamu boleh tinggal di sini, asal jangan sampai ketahuan sama orang lain." Ucap Baekhyun.
Rani yang celingukan di dalam apartemen seorang idola yang ia kagumi itu pun tersontak kaget ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Baekhyun barusan.
"Hah? Benaran." Tanya Rani spontan.
Hahaha.. Baekhyun tertawa renyah lalu mendekati Rani dan mencubit hidung pesek milik Rani, sambil berkata. "Gak." Candanya.
Rani mengedip-ngedipkan mata seakan tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.
"Hah! Apa ini mimpi?" Ucap Rani sambil memegang hidungnya.
"Sudah mandi sana! terus tidur, siapa tau bisa balik ke dunia nyata mu." Canda Baek.
Rani memasuki kamar yang sudah disiapkan oleh Baek, dan Baek pun berlalu dari pandangannya.
"Bukannya kalau tidur itu pergi ke dunia mimpi ya?" Ucap Rani sambil mikir.
"Ah udahlah, aku mau mandi terus tidur. Siapa tau aku bangun langsung balik lagi ke dunia nyata." Ucap Rani lagi.
Baek yang masih berdiri di depan daun pintu kamar Rani sedang menahan tawanya karena mendengar ucapan Rani barusan.
"Duh, ada-ada aja si Rani." Ucapnya sambil berjalan menuju kamarnya.
"Rani, mungkin kamu lupa. Tapi aku tak akan lupa." Gumamnya lagi.
*Sebelum Baek menjadi Idol*
*Baek POV*
Aku sedang liburan di pulau Bali tepatnya negara Indonesia jauh sebelum aku menjadi Idol bahkan belum menjadi anggota trainee. Waktu itu aku berlibur dengan keluargaku, tapi entah mengapa saat kami berada di pantai aku terpisah dengan Ayah dan Ibuku. Aku duduk di bawah pohon kelapa dan menyandarkan kepalaku dan..
Bukkk.. Kepalaku kena buah kelapa yang terjatuh, aku pun pingsan dan saat aku bangun aku tak tau sedang berada di mana. Yang ku lihat waktu itu hanyalah seorang gadis kecil berwajah khas Indonesia sedang menatapku.
"Hai kamu gapapa?" Tanyanya dengan berbahasa Indonesia. Aku kebingungan, bagaimana aku berinteraksi dengannya. Aku saja tak paham apa yang ia ucapkan.
Terus aku pun berkata, "Annyoeng!" Ucapku sambil bangkit untuk duduk.
"Wah orang korea toh." Ucapnya lagi dan aku pun tak mengerti.
Lalu setelah itu aku tersontak kaget saat dia menyapaku dengan menggunakan bahasa Korea.
"Astaga, gadis kecil ini ternyata pandai bahasa Korea?" Ucapku kagum dalam hati.
Kami pun berbincang dan aku menceritakan kalau aku sedang tersesat diantara banyaknya orang dan kemudian kepalaku terjatuhi oleh buah kepala.
Dia tertawa terbahak-bahak saat tau kalau aku kena buah kelapa.
"Coba lihat kepalamu." Tanyanya dengan lembut.
Aku menunduk dan memperlihatkan kepalaku padanya.
"Astaga, kepalamu benjol." Ucapnya sambil ngakak.
"Hahaha benjolnya segede tanganku ini." Katanya lagi sambil menunjukan tangannya yang di kepal itu.
*Author POV*
"Astaga aku jadi ingat masa itu?" Ucap Baek setelah mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
*Sebelum Baek menyadari kalau itu Rani*
Baek yang sedang berjalan di taman menggunakan masker dan topi tiba-tiba melihat seorang perempuan yang tengah duduk termenung sendirian. Ia memperhatikannya dengan lama.
"Kayak kenal" Ucapnya sambil mengingat.
Lalu ia melihat kalung yang Ia berikan pada Rani dulu dan Ia pun melepas masker serta topinya.
Kemudian Baek menghampiri Rani dan bertanya seperti tadi.
*Satu minggu kemudian*
Rani masih tinggal di apartemen Baek, Ia sedang duduk menunggu kedatangan Baek.
"Sudah tengah malam, dia belum juga pulang. Padahal aku udah masak masakan khas Indonesia." Ucapnya sambil menguap.
Tak lama kemudian, bunyi suara pintu terbuka.
Baek berjalan masuk dan mendapati Rani yang sedang tertidur di sofa dalam keadaan duduk.
"Rani, bangun. Yok pindah ke kamar." Ucapnya.
Namun Rani masih tertidur dan belum membukakan matanya.
"Rani.." Ucapnya sambil jongkok mendekatkan wajahnya dengan wajah Rani yang sedang tidur itu.
Saat Baek sedang menatap wajah Rani dari dekat, tiba-tiba kedua kelopak mata Rani membukakan diri.
"Baek Oppa udah pulang?" Tanya Rani.
Seketika Baek menjauh dari Rani dan menjawab, "Iya, ini baru pulang." Ucapnya dengan gugup.
"Aku udah masak Baek, ayo makan dulu." Ucap Rani kemudian bangkit dari sofa dan menuju meja makan.
Rani membukakan tudung saji dan sambil berkata, "Tada.. Makanan khas Indonesia." Ucapnya sambil tersenyum bahagia.
Baek melihat makanan itu, ada tempe goreng, sate, pecel lele dan juga ayam bakar.
Baek yang tengah berdiri diam itu berjalan mendekati Rani dan memeluknya dengan hangat.
"Rani, aku sudah lama merindukanmu. Tapi aku gak bisa lagi ke Bali untuk menemui mu." Ucap Baek.
Rani terkekeh saat Baek tiba-tiba memeluknya namun hatinya merasa sangat bahagia.
"Hah? Rindu? Maksudnya?" Tanya Rani.
Baek melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Rani.
"Apa kamu lupa siapa orang Korea yang pernah kamu tolong dulu? Dan berjanji kalau bertemu lagi kita akan menjadi sepasang kekasih?" Ucap Baek.
Rani tersontak kaget saat mendengar hal itu, dia menganga kan mulutnya saking tak percayanya. Di ujung pelupuk matanya seketika mengeluarkan cairan bening bahagia.
Ia pun tertunduk.
"Bagaimana bisa aku melupakanmu, walau ingatanku tak sebagus dirimu, wajahmu memang sudah pudar di ingatanku, Tapi hati dan perasaanku masih tetap untuk orang korea yang ku tolong dulu. Wajahnya hanya samar saja diingatan ku, tapi aku tak melupakanmu." Ucap Rani sambil memeluk erat Baek.
"Aku juga sangat merindukanmu, ku kira aku harus mati rasa seumur hidupku karena tak mungkin aku bisa menemukanmu." Gumam Rani lagi.
"Maafkan aku waktu itu Ran, karena aku menggunakan nama samaran padamu." Ucap Baek.
"Gapapa Baek, gak salah berarti aku mengidolakan mu. Mungkin ini yang disebut dengan takdir." Ucap Rani.
Setelah itu Rani dan Baek berpacaran. Rani pun menetap lama di Korea.
*Masa Sekarang*
*Rani POV*
"Baekhyun Oppa, baik-baik ya di sana. Saat kamu pergi wajib militer dan aku pulang ke negaraku untuk melepas rindu dengan keluarga. Kamu harus sehat selalu di sana, aku selalu men do'a kan mu. Kuharap setelah dua tahun kemudian, saat kamu telah menyelesaikan wajib militer ini kita bisa saling melepaskan rindu yang tertahan ini." Batinku sambil mengingat masa itu.
"Sampai bertemu kembali sayang, aku menunggumu! Aku akan menyimpan rindu ini baik-baik."