Senja telah pun memeluk malam saat aku masih termenung di depan jendela rumah tua yg masih di tempati oleh nenek dan kakek...
"Ashyaa... magrib dulu sana "panggilan nenek membuyarkan semua yg ada di benak ku
Kubisikkan lara hati di atas sajadah magrib ini....
Ini sudah magrib ke tiga ku di rumah nenek...dan rasa itu masih tetap kuat dan perih...aku masih kekeh kalau yang di hadirkan untuk ku ini sangat kejam dan orang itu sangatlah tidak baik....
"ya...memang betul aku melarikan diri....menjauh dari masalah...."
Ku memilih untuk pergi dari pada menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang hanya membuat hati ini semakin perih...
"Tuhan... apakah ini memang takdir ku.....?
benarkah aku yang bersalah...?
atau ini memang karma yg mungkin pernah ku
lakukan dan tanpa kusadari di masa lalu....?"
"Ashyaa....apa masih belum bisa cerita sama nenek?"lirih sekali suara itu bertanya seakan takut aku akan terluka lagi...
Sambil tersenyum aku berusaha tegar di hadapan beliau...
"Ashyaa belum bisa cerita nek ... Ashyaa juga bingung..."
"Ya sudah...nanti aja kalau Ashyaa sudah tenang ya.... sekarang kita makan dulu kakek sudah menunggu di meja makan"
Kecut sekali senyum ini ku paksakan untuk memenangkan hati nenek..
"ayok nek..."
Malam di kampung memang tenang...tak ada suara kendaraan yg hilir mudik tengah malam...
Satu satunya suara yg masih ku dengar adalah suara radio kakek... Radio itu tetap nyala walaupun si kakek sudah terlelap tidur...
Tak ada yg istimewa dari siaran itu...hanya beberapa orang yang berpartisipasi dalam program curhat malam yang di pandu oleh suara seorang pemuda...
Renyah seakan tiada beban dia bicara menghibur orang orang yang curhat...
Lama aku terdiam dan menikmati acara nya... sesekali tanpa sadar aku pun tersenyum...
Malam semakin larut... program itu sudah berakhir...
Suara azan subuh terdengar sayup sayup karena surau nya agak jauh dari rumah nenek...Aku berusaha untuk bangun dan berwudlu....
Dalam hati bergumam "Subuh ini adalah subuh terakhir ku mengadukan kisah ini padaNya...aku ingin semua berlalu tanpa harus ku ingat ingat lagi....ya harus ...!!"
"Ashyaa...kakek pergi pergi dulu ya..."si kakek menyalakan motor bebek nya
"Kakek mau kemana...?inikan masih pagi" teriak ku dari dalam rumah...
"Mau ke pasar jualin telor telor bebek ini ke warung langganan kakek"
"Sudah tiga hari kakek tidak mengantar pasti sudah pada habis telor bebek nya"
"Oooooo.....hati hati kek...jangan lupa nanti belikan jajanan ya.."imbuh ku sambil tersenyum
Kakek berlalu seiring suara motornya yang semakin menjauh...
Pagi ini teman ku lagi lagi radio milik kakek yg sudah usang...
Banyak sudah lagu lagu populer saat ini yang ku dengar...
Sesekali ikutan nyanyi pas lirik nya ngena dengan keadaan ku sekarang..
'Karma by coklat' lagu ini membuat ku masuk dalam lamunan lagi....
Lamunan saat dimana aku merasa hancur dan terhina kan oleh keadaan...
Dia yang ku anggap memberikan cinta dengan setulus yang aku rasa...Dia yang ku pikir menghargai ku setinggi mungkin....Dia yang akan selalu mendukung ku dalam keadaan apapun....Dia yang akan membelaku saat ku di rendahkan .....Dia yang hanya dia ...selalu hadir di doa doa ku...Dia yang ku ingin untuk menjadi imam ku....
Dia...dia....dia....yang ku banggakan.....
Sore itu....saat kami janjian ketemuan di sebuah kafe aku tidak berpikir kalau itu adalah pertemuan terakhir yang paling menyakitkan....
Dia dan teman teman nya ngopi santai di kafe itu...Dia bilang ke teman teman kalau dia mau mentraktir semua sebab keterima kerja di sebuah perusahaan bagus....
Dia sangat bangga akan pekerjaan nya kali ini...
Namun ada yang salah di sini....Dia lupa membawa dompet..dan aku....
Aku di minta untuk membayar semua tagihan..
"Yang uang aku nggak cukup...aku nggak bawa lebih ...."lirih ku berbisik...
"Masak kamu nggak bawa duit..."masih berbisik...
"Biasanya kan kamu yang bayarin..."melas ku...
"Emang kamu ya.... taunya di bayarin terus...
terus duit yg aku sering kasih ke kamu itu buat apa?buat beli skincare kamu...buat beli baju....buat keperluan kamu pribadi....enak betul kamu ya...aku susah susah cari duit kamu tinggal habisin ...di suruh bayar sekali ini aja kamu nggak punya uang..."suaranya langsung kuat dan sangat marah...
Aku terdiam....sambil menunduk...karena malu dengan teman teman nya yang melirik ke arah ku...
"Tapi kamu nggak bilang kalau aku yg bayarin kalau tau kan aku bawa lebih uang nya " bela ku...
"Harusnya kamu itu mikir kalau jalan itu pasti pakai duit..." bentak nya lagi...
"Makanya jangan ke enak an di bayarin terus hidup... kerja cari duit biar tau ..."balas nya lagi...
Aku sudah tidak bisa berkata lagi...tangis ku tercekat di tenggorokan....
Air mata tak terbendung....malu ...sedih....marah....semua menyatu tanpa ku tau apa yg sebenarnya kurasa...
"Orang kampung....tak tau etika .... matre..."tambahnya lagi
"Tau nya hanya di modalin hidup..." masih belum selesai...
Aku pergi...tanpa kata kata...Hubungan yang sudah hampir 2 tahun ini tak berharga di mata nya dengan mempermalukan aku di hadapan teman teman nya...hanya karena aku yg miskin....
Aku di besarkan oleh nenek dan kakek karena ayah sudah meninggal dan ibu menikah lagi...Kakek yang membesarkan ku dan menyekolahkan...
Hidup ku memang tak semudah yang mereka lalui....Berjuang tertatih bersama dua orang renta yang menyayangi ku sekuat yang mereka punya...
Alunan lagu romantis dari radio usang milik kakek melenakan ku untuk kembali ke masa masa sulit itu...
Masa yang hanya aku tau....bahkan kakek dan nenek juga tak tau karena aku tak pernah mau cerita...
Aku menangis karena aku teringat akan Dia yang telah menyakiti ku dengan kata kata nya yg tak pantas.....
Sedangkan padanya aku telah ceritakan semua yang ku lalui itu...ada apa dengan nya...
"Ayo kita bicara ..!"pesan nya di hp ku dua hari setelah kejadian kemarin...
"Apa yang masih ingin di bicarakan..?aku sudah tidak punya kata kata untuk mu karena semua yang kamu ucap kemarin benar....benar aku orang tak punya...benar aku membelanjakan uang yang kamu kasih ...dan benar juga kalau aku selalu di bayarin kamu ....." balas ku
"Kamu tidak tau betapa malu nya aku saat itu pada mereka...."
"Dan lebih malu aku yangg..." balas ku
"Kamu menghina aku di depan teman teman mu Tanpa perduli akan harga diri ku ...."pekik ku saat kami benar benar bertemu untuk bertengkar....
"Kembalikan sisa uang yang sudah aku kasih ke kamu...baru kita putus...."
"Ini.....!" balas ku lebih ketus lagi
" Kamu harus tau aku sudah terbiasa hidup susah ....semua uang yang kamu kasih ke aku...aku tabung.....tidak pernah ku pakai sepersen pun karena aku tau kamu punya cita cita akan membangun sebuah usaha...."
"Jadi aku tak pernah menggunakan uang mu., InshaAllah sampai detik ini tadi aku masih pakai uang aku sendiri...." timpal Ku sangat kesal...
Malam semakin larut....alunan lagu dari Radio kakek yang menyala dari kamar beliau masih bersenandung....lagu lagu nya pun membuat ku semakin terlena....
Betul kata kakek ....
"Jangan mencintai orang yang tidak setara dengan kita nduukk....nanti kamu terluka karena sikap nya "
"Ya..... akhirnya aku terluka kek....." lirih ku sambil merebahkan badan di tempat tidur... berharap bisa terlelap...dan melupakan semua....
Drive....Bersama Bintang.....
request ku malam ini dalam program curhat malam....
Pagi ini aku ingin memulai semua yang baru....semua yang kurasa telah kubisikkan di atas sajadah subuh ini....
Ini aku .. Ashyaa yang baru... Ashyaa yang tangguh berbekal bekas sakit yang tersisa ....
Suara nyanyian dari radio tua itu menemani pagi ku ....
sambil sesekali ku ikuti senandung nya....
"Jadi berangkat hari ini ....nduk ?"
tanya nenek sambil tersenyum melihat ke arah ku..
"Jadi nek.....ada interview besok di perusahaan yang kemarin Ashyaa titipkan lamaran "
" Tapi apa kamu sudah betul betul baik nduuk...?"balas nenek meyakinkan ku
sambil tersenyum ku jawab
"InsyaAllah nek.... Ashyaa sudah baikan ....tenang aja Ashyaa sudah biasa...." timpal ku sambil menepuk dada dan tertawa....
ya....aku sudah biasa.... untuk sesaat aku mungkin kecewa dan sedih.......tapi aku punya tekad yang kuat....yang tiada seorang pun yang bisa menghacurkan nya....dia sudah terbentuk sedari aku kecil...sudah di tempah dengan kesakitan kesakitan yang silih berganti....
"Selamat pagi Ashyaa....."sapa seseorang dari seberang radio tua kakek yang ku nyalakan ....
"Kok dia kenal Ashyaa nek.....?"gurau ku pada nenek sambil tertawa
"Emang yang nama Ashyaa cuma kamu nduk ....."balas nenek sedikit ngeledek....
"Hahaha....iya ya nek...."balas ku lagi masih tertawa...
"Ini lagu khusus untuk mu Ashyaa ...." timpal si penyiar radio lagi....
CINTA LUAR BIASA dari Andmesh Kamaleng
Sedikit mampu membuat ku salah tingkah....
Sambil tersenyum nenek menggoda ku
"Jangan ke ge er an .....mungkin itu lagu buat pacar nya si penyiar "
Aku kembali tertawa...
"Ahhh nenek tak bisa lihat Ashyaa senang dikit langsung di ledekin ...."balas ku pura pura merajuk
Selesai sarapan aku pamit pada nenek dan kakek....
Melangkah dengan penuh harapan menuju halte bus yang akan ku tumpangi..
Semoga di ujung jalan sana ada setitik kebahagiaan untuk ku....untuk hati ku...untuk hidupku yang selalu dalam perjuangan .....
Harapan ku saat ini hanya ingin hati ini sedikit bahagia....
Sengaja ku nyalakan radio dari hp ku agar aku tidak terjebak dalam romansa romansa palsu yang hanya manis di awal .....
Aku ingin melewati perjalanan ini yang seolah hanya aku yang ada di bus ini...mencoba untuk tidak perduli dengan orang orang di sekeliling ku....
"Alhamdulillah nek...... Ashyaa lolos interview nya....besok sudah mulai kerja "ucap ku pada nenek yang menelpon ku siang ini setelah dua hari sampai di sini
"Alhamdulillah.......".balas nenek dengan lega...
"Rezeki anak Sholeh ya nek ...."balas ku bercanda
"Ya....yang semangat ya nduk kerja..."
"Siaap nek....." balas ku sangat semangat....dan meyakinkan hati.....
Perusahaan ini memang sangat membuat ku sibuk... hingga aku terlupa tentang hati yang semakin sepi....
Beberapa bulan telah berlalu.... sakit yang kemarin hanya tinggal bekas luka nya......
Dan rasa pahit yang masih terasa....
"Hari ini gajian....ayok kita makan makan ...." ajak Mas Aditya
"Tenaang aku yang bayar "imbuh nya lagi untuk lebih meyakinkan kami
"Mantap...."seru kak Bela menimpali
Semua bersorak....tanda setuju
"Mas....aku nggak ikutan ya.....aku ada urusan keluarga yang mau di urus"jelas ku pada mas Aditya dengan sangat hati hati takut kalau dia akan tersinggung..
" Sayang sekali....."balas nya pada ku
"Maaf Mas..."balas ku lagi
"Haiii Ashyaa...apa kabar...…?
"Ya...ba..baik ..."balas ku terbata
"Naufal ....."balasnya lagi sambil mengulurkan tangan dan tersenyum
"Ashyaa...."balas ku menjabat tangan nya
"Aku tetangga kakek di kampung...."
"Oooooo.....ya.....maaf ...."
"Tak apa.... karena memang kita nggak pernah kenalan...."balas nya mencoba mencairkan kecanggungan ku
"Aku melihat mu di rumah nenek beberapa bulan lalu tapi tak sempat kenalan takut di tolak ..." imbuhnya sambil tersenyum
"Bagaimana keadaan mu sekarang...."
"Baik...."
"Maaf kita boleh saling kenal kan Ashyaa...?aku belum punya teman di sini..."
"Boleh...."jawab ku sambil tersenyum
"Terimakasih kamu baik sekali Ashyaa"senyum nya
Percakapan itu berlangsung sambil aku belanja keperluan untuk di kos kosan.... Menceritakan tentang kampung halaman kami...dan tentang siaran radio yang selalu kami dengar...
"Program apa yang paling kamu suka saat mendengar kan radio waktu di kampung Ashyaa...?"
"Curhat malam ....aku suka denger nya.... orang orang pada curhat tentang kegetiran yang di lalui....dari sana aku banyak berfikir kalau hidup itu memang tidak mudah ...." Timpal ku
"Iya.....aku juga suka lagu lagunya juga selalu yang terpopuler saat ini jadi kita bisa selalu update lagu lagu baru ...."
"Tapi aku penasaran sama penyiar nya.... kira kira sudah umur Berapa ya itu...."aku tersenyum membayangkan kalau ternyata dia sudah umuran Om...om....
Naufal tertawa cekikikan....
"Kok bisa kamu mikirnya seperti itu....?"
"Karena dia seperti bapak bapak yang sudah umuran kalau lagi nenangin orang orang yang curhat itu...."aku masih tertawa
"Eh tapi ....kalau dia om om ....gila juga ya....bisa seromantis gitu sama istrinya..sampai ngirimin lagu romantis untuk istri nya" balas ku lagi sambil bengong tak habis pikir ..
"Emang kenapa ???om om tak boleh romantis ya..."balas Naufal juga sambil tersenyum
Kami seperti dua orang sahabat lama yang baru bertemu lagi.... Naufal orang nya baik dan sangat ramah.... pertemuan kami berakhir dengan saling bertukar no hp
"Ashyaa....kapan kapan kita jumpa lagi ya...."
"Boleh......."
"Oh ya Naufal aku sudah selesai belanja....aku duluan ya...."
"Baiklah.... "
"Ngomong ngomong....om om penyiar itu aku ....dan lagu itu memang buat mu " balas Naufal sambil tersenyum manis sedikit menggoda...
Aku terperangah.... bingung... bengong....tak tau apa yang harus ku ucapkan....
"Dan aku sudah lama mengenal mu...jauh sebelum kamu kuliah di sini...."
Masih dengan senyuman memikatnya...
diam sesaat menertawakan kebingungan ku...
"Dan.....nenek yang memberikan alamat mu di sini kepada ku....."
Bertubi tubi dia membuatku semakin bingung....
terpaku dengan ketidak mengertian ku atas perkataan nya....
"Ya sudah....sana pulang....apa perlu ku antar..?" timpal Naufal membuyarkan kebingungan ku...
dan senyum nya itu......
"Ohh ....tak usah biar aku sendiri saja...." balasku buru buru pergi
"Hati hati....nanti ku telepon ya...!!!!"pekik Naufal saat aku buru-buru pergi menjauh
Aku tak sanggup menjawab dan tak punya keberanian untuk menoleh ke arah nya....
"Ah...kakek dan nenek mau membuat drama apa sekarang....pikir ku dalam hati"
Pikiran ku sangat tidak tenang dan ada sedikit penasaran yang menggelitik....
"Siapa dia ya....kok sedekat itu sama Kakek dan nenek..."
"Ehhh..... kok nenek tak pernah cerita ya..."
Aku masih bertanya tanya....
Ting...Ting...Ting...
Tiga kali notifikasi di hp ku berbunyi
"Selamat malam...."
"Sedang apa...???"
"Masih bingung ya..."
Pesan dari Naufal datang bertubi tubi
Aku bingung mau membalas nya dengan kata kata seperti apa..
"Malam....juga.."
hanya itu yang bisa ku balas .... berharap dia tidak lagi membalas pesan ku....
Ting....
"Boleh bertamu ke rumah mu Ashyaa...??"
pesan itu berbunyi lagi...
"Maaf hari ini aku capek .... mungkin lain kali aja ya Naufal..."balas ku menolak dengan halus...
"Baik lah...besok aku jemput ya...kita berangkat kerja sama sama "
Haaahh!!!!
"Apa dia juga bekerja di tempat ku Bekerja ??" pikir ku...
Aku tak lagi membalas pesan itu...
Aku tak mau terjebak....tak mau berkhayal ....apalagi berharap....Hidup ku yang sulit ini tak banyak orang yang mau menerima ku....jadi aku tak ingin bermimpi untuk berbahagia bersama seseorang.....
"Haii......."sambil melambaikan tangan pada ku
"Sudah mau berangkat...??"sapa nya lagi saat aku mendekat...
"Naufal...???kamu beneran datang....???" balas ku sedikit tak percaya kalau dia benar benar datang pagi ini
"Ya....kita bekerja di kantor yang sama.."
"Dan aku tinggal di sana ..."sambil menunjuk ke arah kos kosan yang ada di belakang kos kosan ku...
"Kenapa kemarin kamu tak bilang kalau kita tetangga an...??"timpal ku...
"Kamu nya tak nanya ...."balas Naufal sambil tersenyum...
Semakin hari pertemanan ini semakin baik...Dia sengaja pindah kerja ke tempat ku agar bisa menjaga ku....Naufal berjanji pada nenek dan memintaku pada mereka...
"Nenek tak bisa memaksa Ashyaa nak Naufal tapi kalau kamu mau berusaha nenek sangat mendukung mu..."
Dia selalu bersikap baik dan tak pernah mau memaksa aku untuk mengakui perasaan ku....Dia akan menunggu sampai aku sendiri yang ingin mengatakan nya...
"Aku menghargai keputusan mu...tapi yang kamu harus ingat....
aku....akan menunggu....kamu...Sampai kamu mau....namun jangan kecewakan aku ya Ashyaa.... karena aku menginginkan mu sedari dulu...."
Sore itu saat Naufal mengutarakan perasaannya pada ku....
"Aku janji .....saat aku sudah siap aku akan bilang ke kamu
dan kamu harus segera menikahi aku.... "balasku tak kalah dramatis....
Dan...semenjak saat itu hubungan kami berjalan dalam satu komitmen.... komitmen untuk saling menjaga janji ini sampai akhir....
Akhir yang bahagia......
Si penyiar radio yang romantis itu akhirnya menjadi milik Ashyaa
semoga.....
***********
TAMAT