Kisah dimana saat gue udah melupakan idola gue, gue malah harus bertemu dan terjebak dengan nya di suatu pulau tak berpenghuni. Mau tahu gimana kisah gue? Oke, gue bakal cerita sedikit kisah gue.. Keep silent and Listen!
.
.
Haii!! Panggil aja gue Syla, dan ini adalah kisah gue dengan idola gue..
Kalian tahu, negara Korea Selatan? Pasti kalian tahu bukan? Negara yang saat ini tengah jadi perbincangan dunia. Karena apa? Salah satunya tentu karena keberadaan boyband dan girlband nya. Yang biasa nya kalian teriakin namanya, oppa! Gitu, kan? Kalian juga liatin foto mereka tiap malam,, kalian streaming nonton video mereka, sampe nggak peduli habis kuota berapa.. Kadang, pasti kalian juga nge-halu bisa ketemu sama mereka bukan? Sampe kalian senyum-senyum sendiri, ya nggak? Atau kalian pernah ketemu? Beruntung banget buat kalian yang bisa ketemu sama idola kalian,,
Sayangnya, gue nggak bisa ketemu sama idola gue.. Ralat!! Sebenarnya gue udah sering ketemu sama idola gue,, tapi sayang, cuma dalam mimpi!.. Gue sering sih, ngimpi ketemu sama mereka, tapi pasti disaat gue udah deket banget sama idola gue, selalu aja gue bangun dari mimpi itu.. Ehh pas mau nerusin udah nggak bisa ngimpi begitu lagi.. Kalian pernah kayak gitu? Sad!
Kita skip aja,, karena terlalu ngenes hidup gue!.
Oke.. Kalian mau tau siapa sih yang gue idola-in? Boyband bernama EXO. Yap, EXO! Kalian tau EXO bukan? Atau kalian salah satu fans garis besarnya EXO juga?
Kalo iya, bias kalian siapa? Kalo bias gue, si abang maknae tentunya! Siapa lagi kalo bukan Sehun! Oh Sehun tepatnya. Saking nge-fans nya, gue sampe serasa mau gila!
Hingga suatu ketika, gue sadar kalo gue terlalu nge-fans. Lebih tepatnya, gue tobat! Gue berusaha buat ngelupain mereka semua! Dan itu berhasil!!
Tapi, kenapa disaat gue udah ngelupain mereka, gue malah dipertemukan sama mereka?!
Oke, lanjut baca kalo mau tau kisah gue!
.
Bermula saat malam itu, awal mula gue mencoba melupakan mereka.
Malam sudah sangat larut, tapi gue masih aja belum tidur. Karena apa? Karena gue sibuk nonton oppa-oppa kesayangan gue, or EXO! Gue streaming di YT waktu itu.
"I say E X, you say O"
"E X !!"
"O!!"
"E X !!"
"O!!"
Hampir semua video tentang mereka gue tonton, dari yang sekedar vlog sampe tingkah kocak mereka gue tonton semua. Dan sehabis gue nonton video mereka, gue nggak sengaja nemu sebuah video di beranda YT. Judulnya kalo nggak salah "Salahkah jika kita mengidolakan K-Pop". Karena gue penasaran, gue tonton dong video nya.
Nah! Disinilah gue mulai sadar akan kesalahan gue yang terlalu mengidolakan mereka. Memang mengidolakan mereka itu nggak salah, tapi gue yang salah! Jujur, saking cintanya, gue sampe lupa sama daratan gue! Gue jadi sering bantah orang tua,, dan nunda-nunda perintah orang tua!
Saat itulah gue bertekad buat ngelupain mereka semua! Mulai dari gue yang nge-hapus semua foto and video mereka dari HP gue, unfoll mereka dari IG dan FB. Kalo kalian tanya, berat nggak sih? Jawabannya berat banget! Tapi gue nggak nyerah! Gue tetap teguh sama tekad gue.
Berhari-hari gue nggak pernah nonton mereka. Gue sempat berpikir gue nggak bakal bisa, tapi seiring waktu berjalan, gue bisa ngelupain mereka! Bener-bener lupa sama mereka! Sungguh! Gue ngerasa luar biasa bisa ngelupain mereka.
. (Okayy mari kita mulai menghalu🙃)
Nggak terasa, lima tahun sudah berlalu. Lebih tepatnya ini 2021. Usia gue otw 20 tahun. Tunggu akhir tahun, barulah gue genap 20 tahun. And saat ini, gue udah jadi seorang mahasiswi!
Saat itu, merupakan hari yang paling gue tunggu. Karena untuk pertama kalinya gue bakal ke luar negeri! Lebih tepatnya, gue bakal ke Inggris buat menjalani pertukaran pelajar, ya kali gue kesana buat tour! Mana ada duit gue! Oke lanjut:)
Gue udah di dalem pesawat sama kedua teman gue. Mereka duduk bersebelahan, otomatis gue sendiri dong.. Kebetulan saat itu, pesawat yang gue naiki itu pesawat yah, gimana ya.. jelek sih enggak, tapi juga nggak terlalu bagus or istimewa buat gue yang baru pertama kali naik pesawat. Jadi biasa aja lah menurut gue..
Gue udah duduk di kursi gue. Sedangkan kursi sebelah gue masih kosong. Eh, bukan kosong! Tapi orangnya nggak tau kemana, karena di kursi ini cuma ada jaket hitam yang disampirin di punggung kursi.
Gue nggak ambil pusing masalah itu. Daripada gue boring, gue pun memilih untuk membaca novel yang selalu gue bawa.
Penerbangan lima menit lagi. Tanpa gue sadari, ada seseorang yang duduk di sebelah gue. Tiba-tiba gue mendengar ada barang yang jatuh dari samping gue. Otomatis gue nengok ke samping dong.. Gue lihat sekilas cowok yang duduk disamping gue, yang lagi memungut HP nya yang jatuh. Cowok itu pake kaos oblong lengan pendek hitam, kacamata hitam, celana hitam sepanjang dibawah lutut, pokoknya serba hitam deh! Kecuali kulitnya yang putihh bangett..
Gue kembali fokus ke novel gue. Pesawat kini sudah lepas landas. Mungkin karena ini pengalaman pertama gue naik pesawat, maka dari itu perut gue tiba-tiba mual. Mau munt*h!
Hoekk! Gue udah nggak bisa nahan mual gue. Keluar sudah bakso yang tadi gue makan. Malu? Iya.. Bangett! Dan yang lebih memalukannya lagi, gue munt*h tepat mengenai kaki kanan cowok tadi yang duduk disebelah gue..
"Owh! I'm sorry! I accidentally! This is my first time on a plane!" ucap gue meminta maaf.
(Owh! Saya menyesal! Saya tidak sengaja! Ini merupakan pertama kalinya saya naik pesawat!)
Gue langsung mengambil tisu basah, dan membersihkan kaki serta celana cowok tadi yang terkena munt*han gue.
Namun tiba-tiba saja cowok itu menepis tangan gue. Sontak gue langsung menatap cowok itu. Kulitnya putih mulus, hidungnya mancung, bibirnya tipis, kelihatan banget kalo dia itu ganteng walau pake kacamata.
Cowok itu langsung beranjak dan pergi, kayaknya, sih mau ke toilet. "Dasar sombong!" gumam gue lirih. Oke, gue paham gue salah! Gue paham kalo dia pasti marah, tapi dia bisa kan, ngehargai permintaan maaf kita dan niat baik kita?
Gue pun beralih membersihkan sisa munt*han gue yang ada di sana. Saat gue rasa udah bersih, gue pun kembali menyenderkan tubuh gue pada punggung kursi. Masih lemas dan pusing kepala gue rasanya. Gue pun memilih untuk memejamkan mata gue.
Baru saja memejamkan mata, tiba-tiba saja gue merasakan seperti gempa! Seketika gue membuka mata gue. Panik! Saking paniknya, gue langsung saja memeluk sesuatu disamping gue, yang ternyata adalah cowok yang tadi gue munt*hin. Cowok itu langsung melepas kacamatanya, tampak lah wajah dibalik kacamata itu. Seketika gue ternganga melihatnya. "Se..Se-hun?" gagap gue.
Namun lagi-lagi guncangan itu bertambah kuat, gue semakin panik tentunya. Bodo amat! Gue nggak peduli mau dia Sehun mau siapa kek, gue tetap nggak bakal lepasin pelukan gue. Gue nggak peduli sama Sehun yang sedari tadi mendorong gue biar ngelepasin dia. Saking takutnya gue, gue terus memeluk lengannya sambil memejamkan kedua mata gue.
Dengan jelas, pengumuman pun terdengar bahwa pesawat sedang mengalami turbulence, dan semua penumpang diharapkan tetap tenang. Namun siapa sangka, selesai pengumuman itu dibacakan, gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, kalo salah satu sayap pesawat ada yang terbakar hebat. Gue makin panik, makin pusing, tiba-tiba penglihatan gue buyar, sampai akhirnya pandangan gue jadi gelap semua.
.
Uhuk uhukk!!
Gue terbangun. Rasanya tubuh gue sakit semua, dan dingin! Sangat dingin! Gue tatap sekeliling gue, tempat yang sangat asing buat gue.
Gue lihat tubuh gue, basah kuyup! Kaki gue rasanya juga sakit. Setelah gue lihat kaki kanan gue, ternyata luka hingga sekitar 10 cm. Darah sudah mengalir di kaki gue. Cepat-cepat gue merobek outer gue, dan segera membalut luka di kaki gue tersebut.
Gue kembali menatap sekeliling. Dataran pasir dan lautan terpampang jelas di depan mata gue. Seingat gue, saat itu gue mau ke Inggris, naik pesawat, pesawatnya terbakar, dan gue udah nggak inget apa-apa lagi.
Auww!! Kepala dan kaki gue kembali sakit. Kedua mata gue teralihkan ke sesuatu berwarna hitam, yang ada jauh disana, yang baru saja dibawa ke tepian pantai oleh gulungan ombak.
Dengan langkah tertatih, gue menghampirinya. Mata gue membelalak saat tau bahwa itu adalah orang.
"Ini cowok kok kaya mirip siapa yah??" gue terus memandangi wajah cowok tersebut. Semakin dekat gue melihat wajahnya, semakin familiar yang gue rasain.
Uhukk.. Uhukk!!
Cowok itu terbatuk dan sadar dari pingsannya. Seketika ia langsung berteriak menatap gue.
"Neo!!"
"Oh Sehun?!" teriak kami bersamaan.
Ya.. Sekarang gue ingat, mantan idola gue.. Yang telah gue lupakan sejak 5 tahun lalu. Dulu emang gue tergila-gila sama dia, tapi tidak dengan sekarang! Lebih tepatnya gue mencoba untuk membenci mereka, menjadi hatters mereka, agar gue bisa ngelupain mereka.
.
Gue udah mulai tenang, dan sadar kalau saat ini sedang terdampar, di pulau entah berantah. Namun tidak dengan Sehun yang sedari tadi mengoceh. Entah dia mengoceh apa, karena gue nggak paham bahasa Korea, tapi gue ngerti dikit-dikit sih, maklum mantan fangirl K-pop. Sedangkan dia sendiri tidak mengerti bahasa Inggris. Yah.. Atau mungkin dia bisa sedikit-sedikit.
Daripada gue dengerin ocehan Sehun, lebih baik gue mencari tempat untuk gue tidur sementara waktu. Yah,, setahu gue, biasanya kalo orang terdampar itu nggak mungkin cuma sehari, bukan? Bisa aja seminggu, sebulan, atau malah setahun. Dari novel dan film yang gue tonton, malah sampai ada yang terdampar seumur hidup mereka.
"Yaa!!" teriak Sehun yang sedari tadi uring-uringan itu, seketika gue berhenti.
Gue yang merasa dipanggil, tentu saja menoleh.
"Me?" tanya gue menunjuk diri gue sendiri.
"Yah, you.. Where..you..em.." ucapnya tampak berpikir. "Aishh!! Eodigalago?!" sambungnya dengan bahasa korea.
'Dia tanya gue mau kemana kah?' batin gue. "I will find a place to sleep!" (Saya akan mencari tempat untuk tidur) jawab gue dengan bahasa Inggris, karena gue kan nggak bisa ngomong pake bahasa Korea.
"Sleep?" ulangnya.
Gue pun melanjutkan langkah gue, meninggalkan Sehun yang tampak sedang berpikir. "Waitt!!" teriaknya dan berlari menyusul gue.
.
Langit makin gelap, gue dan sehun masih mengelilingi pulau tersebut, mencari tempat untuk tidur.
Dan akhirnya, gue lihat sebuah goa. Gue pun cepat-cepat menuju ke goa tersebut.
Goa itu nggak terlalu dalam, hanya goa kecil, tapi gue rasa cukup untuk tempat tinggal sementara gue. "Oke fix! Gue tinggal disini aja!" gumam gue.
Sehun seketika menoleh ke arah gue. Mungkin dia nggak paham ucapan gue. Tapi gue sih bodo amat. Gue mengecek sekeliling goa, "Aman!" gumam gue lagi.
.
Hari mulai senja. Dan sekarang gue merasa laper. Gue pun memutuskan untuk mencari buah atau apapun yang bisa dimakan. Semoga aja nggak beracun, cuma itu yang gue harapin.
.
Malam tiba. Angin laut rasanya sangat dingin. Gue terbangun saat merasa ada sesuatu yang memeluk gue.
"What are you doing!?" teriak gue saat melihat Sehun memeluk gue erat.
Namun Sehun tak menjawab, tubuhnya tampak gemetar dan menggigil. Gue pun menempelkan punggung tangan gue di dahinya. "Panas!"
Sehun saat ini demam tinggi! Gue langsung menyingkirkan tangan yang memeluk gue itu. Outer yang gue pakai, langsung gue lepas untuk menyelimuti dia yang hanya memakai kaos oblong itu.
Namun tubuhnya tetap saja menggigil. Gue langsung keluar goa, mencari dedaunan yang lebar untuk menghangatkan tubuhnya. Namun tetap saja tubuhnya masih menggigil. Gue berlari mencari dahan-dahan kayu. Gue berusaha membuat api dengan cara seperti di film-film. Gue udah menggesek-gesekkan dua batu berulang-ulang, dan "Auww!" batu itu malah ngelukai jari gue sampe berdarah. Gue nggak nyerah, gue terus mencoba membuat api. Dan benar,, hasil tidak akan mengkhianati usaha kita.
Cepat-cepat gue memapah tubuh Sehun agar mendekat ke api itu.
"Fyuhh.." akhirnya gue bisa bernapas lega, karena tubuhnya sudah tak menggigil seperti tadi. Gue berjalan ke tepian pantai, hendak mengambil air. Pas banget gue nemuin potongan bangkai pesawat. Bentuknya cekung, jadi bisa untuk wadah air. Gue lekas mengambil air seperlunya dan kembali ke goa.
Gue panasin air laut itu. Gue robek sedikit outer tadi dan merendam kain itu ke dalam air hangat. Lalu gue letakkan kain itu di dahinya.
"Huh! Nyusahin banget sih, lo! Untung gue udah nggak nge-fans sama lo! Kalo gue tau lo itu kayak gini, dari dulu mungkin gue nggak bakalan nge-fans sama lo!" kesal gue sembari mengecek suhu badannya lagi. Baru saja tangan gue nempel di dahinya, tiba-tiba aja tangan gue langsung dipegangi sama Sehun. Gue kaget dong!
Bibirnya tampak bergerak, mengucapkan sesuatu. Gue mendekat karena suaranya sangat lirih, sampe gue nggak dengar. Gue mencoba mendekatkan telinga gue ke bibirnya, "Eomma.. Eomma.." lirihnya dengan mata masih terpejam.
Deg deg deg..
Gue langsung menjauhkan wajah gue dari wajahnya.
"Kasian.. Dia kangen sama nyokap nya.. Bu, gimana kabar ibu? Syla juga kangen sama ibu.." gue menatap langit malam, hanya ada bulan tanpa ada bintang.
.
Hari berganti, Sehun juga sudah sembuh dari demamnya. Tapi gue malah merasa semakin kesal. Karena apa? Karena dia itu cerewet banget! Tiap hari ngoceh mulu, mana pake bahasa Korea lagi.. Mana paham gue!
Tiap hari gue yang cari makanan, gue yang cari air, gue yang cari kayu bakar, dia bukannya ngebantu malah cuma enak-enakan ngabisin makanan.
Sampai akhirnya kesabaran gue udah sampe batas! Gue yang baru aja nyari kayu bakar, langsung gue lempar kayu-kayu itu ke arahnya. Dia langsung kaget dong! Menatap tajam ke arah gue.
"Apa?! Nggak terima? Gue capek-capek nyari makan, nyari air sama kayu! Tapi lo cuma enak-enakan disini ngabisin makanan! Lo ada otak nggak sih?! Lo itu cowok! Harusnya lo yang nyari itu semua!! Bukan gue!!" teriak gue yang udah hilang kesabaran. Gue emang pake bahasa Indonesia, jadi bodo amat dia paham apa kagak sama kata-kata gue tadi.
"I hate you!!" kata terakhir yang keluar dari mulut gue, gue langsung berbalik meninggalkan Sehun yang masih ternganga disana.
.
Hari-hari terus berlalu. Tak terasa sudah satu minggu gue terdampar di pulau tak berpenghuni ini. Dan selama ini pula, gue juga enggak pernah saling sapa dengan Sehun. Jujur, perasaan gue mulai aneh saat itu. Seperti ada yang hilang dari kehidupan gue. Tapi gue nggak tau itu apa.
.
Matahari tenggelam di lautan biru ini. Gue masih duduk di hamparan pasir, memandang senja yang memang tampak luar biasa indahnya. Hanya dengan inilah gue bisa menenangkan diri gue, juga hati gue.
Tiba-tiba Sehun duduk di sebelah gue. "Mianhae.. Jebal, mianhae.." itulah kalimat yang keluar dari bibirnya.
Gue tau, kalo dia lagi minta maaf. Gue melirik sekilas. Wajahnya tertunduk penuh penyesalan. "Hm," jawab gue singkat.
Seketika dia pun langsung menoleh, menatap gue. "Gomawo,, thank you.." ucapnya berbinar.
"Emm.. Your na-me?" tanya Sehun ragu. Gue baru sadar, seminggu bersama, tapi dia belom tau nama gue.
"Syla" jawab gue singkat tanpa mengalihkan perhatian gue dari senja.
"Syla.. Yeppeo.." gumamnya tersenyum lirih, tapi masih bisa gue dengar.
Deg deg deg..
Gue langsung menepuk dada gue pelan.
.
Oke sejak Sehun minta maaf kemarin, dia berubah. Dia bantuin gue nyari makan, termasuk ikan. Tiap pagi dia bakal nyari ikan di pinggiran pantai dengan tombak yang udah gue buat sebelumnya. Termasuk pagi ini. Gue baru bangun dari mimpi gue, gue lihat Sehun udah nggak ada di tempat biasanya dia tidur. Gue langsung panik, dan nyari dia.
Gue lari ke tepian pantai, ternyata dia ada disana. Masih sibuk dengan tombak ditangannya. Gue tersenyum lega melihat nya.
Dia pun melihat kedatangan gue. "Syla-ya!" panggilnya melambaikan tangannya. Tanpa gue sadari, tangan gue membalas lambaian itu. Dengan cepat, gue langsung menurunkan tangan gue lagi.
Dia pun berlari ke arah gue, dengan membawa lima ekor ikan yang lumayan besar. "Eat! Fish!" ucapnya sembari memberikan ikan-ikan itu ke gue.
Gue pun menerima ikan-ikan itu. Dan pergi untuk membersihkan nya. Sehun mengikuti gue dari belakang. Entah kenapa gue merasa risih dengan Sehun yang ngeliatin gue terus. "Why?" tanya gue masih fokus membersihkan ikan-ikan itu.
"Em,, gwaenchanha.." ucapnya tersenyum.
Selesai ikan-ikan tadi dibersihkan, gue pun segera membakarnya di atas api unggun. Setelah cukup matang, gue memberikan satu ekor pada Sehun, dan satu lagi buat gue. Saat makan, tiba-tiba tangan Sehun mengusap pipi gue. Gue langsung terkejut, menatapnya penuh tanya. Dia pun memberi isyarat dengan jarinya. Gue langsung mengusap pipi gue. Ternyata ada angus arang yang menempel di wajah gue.
.
Selesai makan, seperti biasa, gue dan Sehun membuat tanda SOS di hamparan pasir pantai. Berharap akan ada tim penyelamat atau siapapun melihat tanda itu dan menyelamatkan kami.
Gue memilih duduk di pinggiran pantai, membiarkan ombak menerpa kaki gue. Maratapi nasib gue yang entah dibilang buruk atau baik ini. Lelah. Ya, gue udah merasa lelah dengan hidup gue. Gue rindu keluarga gue, sahabat-sahabat gue.
Tiba-tiba Sehun duduk disebelah gue. Dekat, bahkan sangat dekat. Dia menyandarkan kepala gue ke bahunya. Awalnya gue menolak, tapi lama-lama nyaman juga ternyata haha.
Tak ada percakapan antara kami berdua, ya.. Karena kami tak mengerti bahasa masing-masing. Bibir Sehun mengucapkan sesuatu. Awalnya gue kira cuma khayalan gue, tapi itu salah! It's real!
Satu kata yang terucap dari bibirnya, "Saranghae..". Kata itu terus terngiang dipikiran gue. Melayang-layang tanpa arah dan tujuan.
Sehun mengulangi ucapannya, namun kini dengan bahasa Inggris. "I love you,".
Gue terdiam. Bingung harus bagaimana. Mulut gue emang selalu bilang benci, but, hati gue bilang cinta.. Mulut emang bisa bohong, tapi tidak dengan hati kita.
Gue menganggukkan kepala gue. "I love you too," balas gue terharu.
Mendengar jawaban dari gue, Sehun langsung memeluk gue erat, begitupun dengan gue.
.
Tak lama, saat kami masih menikmati pelukan masing-masing, sebuah helikopter mendarat di belakang kami. Kami langsung menoleh, ya.. Akhirnya kami terselamatkan. Tim penyelamat datang menyelamatkan kami. Terharu! Gue menangis haru. Dengan sigap Sehun kembali memeluk gue, menenangkan gue.
.
.
15 hari terjebak bersamamu, mampu mencairkan hati ku yang dulu telah beku.
I'm a hatters,
but I'm also a lovers..
**The End**
Hai haiii... Jangan lupa buat like, komen, dan dukung author yahh..🥰