Perkenalkan namaku amel, aku bekerja sebagai seorang dokter di RS TNI AD. Ayahku adalah seorang perwira TNI dan ibuku adalah seorang bidan. Aku juga mempunyai seorang adik laki laki yang masih sekolah SMA.
Namaku fahlan, aku berprofesi sebagai dokter milyter TNI AD. Aku hanya tinggal bersama dengan adik perempuanku, ayah dan ibuku telah tiada.
####
"Halo, amel. Kau dimana..?, cepatlah datang". Kata tiara sambil menelfon amel. Tiara adalah salah satu dokter di rumah sakit dan sahabatnya amel
"Ya ya, aku tau. Tapi sepertinya ku akan terlambat, karna aku di ajak ayah dan ibuku untuk menyambut kedatangan para TNI yang baru saja pindah tugas ke kota ini. Jadi untuk sementara waktu kau urus dulu pasien pasienku, okeh" balas Ku
"Aish kau ini, yah sudah. Aku kerja dulu, dan kau cepat datang. Karna pasien mu tidak sedikit" kata Tiara
"Iya iya bawel. Assalamualaikum" kataku dan langsung mematikan sambungan telfon.
Aku kemudian berangkat Ke korem bersama ayah dan ibuku. Adik ku aing tidak bisa ikut karna aing harus pergi sekolah. Sesampainya di korem ayah langsung bergabung dengan anggota perwira lainnya dan aku mengikuti ibu bergabung dengan anggota persit lainnya. pakaianku hari ini warnanya masih senada dengan warna dari ibu ibu persit, aku menggunakan rok dan baju berwarna Army, haihils berwarna hitam, dan tas berwarna Gendong berwarna silfer. Eit haihilsnya gak tinggi tinggi amat yah.
Setelah upacara penyambutannya selesai, aku meminta izin dari ayah dan ibuku terlebih dahulu untuk pamit ke RS. Saat aku sedang memandang ponselku berjalan menuju mibil, tanpa sengaja aku menabrak seseorang seseorang yang membuat kakiku terkilir.
"Aysh" kata kami berbarengan.
"Maaf maaf aku tidak sengaja" katanya dan aku pun langsung menengok ke arahnya. Dan ternyata dia adalah seorang TNI tampan
"Tidak apa apa, aku juga minta maaf" balasku dan berusaha berdiri
"Hmm. Apa kau baik baik saja" tanya fahlan
"Hmm mungkin kakiku sedikit terkilir" kataku sambil menahan rasa sakit kaki ku.
"Biar ku bantu" kata fahlan dan langsung menuntunku ke kursi yang ada di dekat situ
"Hmm" kataku fahlan mulai memijit kakiku yang terkilir. Aku begitu terpana dengan ketampanannya.
"Bagaimana nona, apa sudah mendingan..?" Tanyanya yang tidak mendapat jawaban dariku. Diapun melambaikan tangannya di depan wajahku
"Ah iya iya ada apa?" Tanyaku terkejut
"Apa kaki mu sudah mendingan..?" Tanyanya lagi
"Ah.. iya iya sudah mendingan" aku yang merasa malu langsung melihat jam di tanganku.
"Oh ya ampun, aku harus segera pergi, aku pemisi dulu" kataku dan langsung pergi meninggalkannya. Sebelum jauh aku membalikkan badanku, dan berkata " sekali lagi terima kasih"kataku dan membalikkan badanku menuju mobil.
"Gadis yang manis" gumam fahlan dan kembali ke dalam korem.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya aku sampai di RS TNI AD.
"Amel akhirnya kau datang juga, aku pikir kau tidak akan datang" kata tiara padaku.
" hehe tentu saja aku akan datang, mana mungkin aku akan membiarkan sahabat baikku ini bekerja sendirian" kataku membujuk Tiara yang seperti ingin segera memakanku.
"Hmm, ya sudah sana, masih ada beberapa pasienmu yang belum kau periksa, sudah hampir sebagian yang aku periksa. Aku ingin istirahat dulu" katanya
"Ihh kau ini. Ya sudah aku kerja dulu dokter cantik, kau istirahat saja sana. Dan terima kasih karna sudah membantuku" kataku dan langsung pergi menemui pasien pasienku tidak lupa aku juga menggunakan jas kebanggaanku yaitu jas dokter.
Saat waktu menunjukkan pukul 20:00 aku telah selesai bekerja dan langsung pulang kerumah. Tidak lupa juga aku mengantar Tiara pulang, karna mobilnya saat ini masih berada di bengkel.
Sesampainya aku di asmil aku menghentikan mobilku di depan pos untuk melapor ke TNI yang bertugas menjaga Pos. Setelah melapor aky masuk ke Asmil dan langsung memarkirka mobilku di samping rumah kami. Sesampainya di rumah aku langsung mencium tangan ayah dan ibuku, kemudian bergegas kekamarku, mandi kemudian makan dan tidur memimpikan pangeran idamanku.