Ratu apa yang terpikirkan di pikiran Anda saat pertama kali mendengar kata ratu, mungkin yang paling utama adalah cantik, putih, kaya raya, rumah dan semua perlengkapan hidupnya mahal.
Mungkin itu benar sekali tapi kali ini ratu yang saya maksud adalah pemilihan ratu disekolah, saat itu pemilihan ratu diacara mos SMP mungkin ratu diacara ini tidak jauh berbeda dengan karakteristik seorang ratu sungguhan.
Namun pada poin kecantikan dan putih tidak bisa dihindarkan, banyak kakakku bercerita jika pemilihan raja ratu diacara mos sekolah lainnya memang tak terlepas dari yang namanya cantik dan putih.
Tapi yang aku alami sungguh benar-benar berbeda diluar ekspektasi ku, aku seorang siswi biasa biasa saja ternyata bisa terpilih diacara pemilihan ratu di acara mos SMP waktu itu.
Sebenarnya saat pembukaan acara mos dan panitia ya kakak senior mengumumkan bahwa saat hari terakhir acara ini kita akan melakukan pemilihan raja ratu.
Yang penilaiannya dilakukan oleh kami panitia para senior, dan penilaian guru untuk memilih siapa yang berhak menjadi raja dan ratu.
Di barisan aku sangat senang sekali mendengar acara pemilihan raja dan ratu, ya seperti yang terbayang dibenak kita ratu itu cantik dan putih dua aspek yang tidak boleh hilang bukan.
Aku saat itu ingin bisa terpilih menjadi ratu itu tapi tidak mungkin aku hanya siswi sederhana, kulit sawo matang kalo aku yang mengatakan ya pasti aku cantiklah siapa juga yang ingin mengatakan bahwa kita sendiri jelek.
Namun saya yakin saya tidak akan terpilih bahkan saya membayangkan bahwa yang akan terpilih adalah, teman saya mungkin dia cantik putih hanya sedikit pendek, mungkin dia cantik putih dan tinggi.
Mungkin dia ya kan dia cantik putih dan montok, apalagi dia juga punya hubungan dengan kepala sekolah maksudku keponakan pak kepala sekolah.
Sudahlah itu ekspetasi ku dan aku yakin aku tidak mungkin terpilih bahkan dilirik dan diperhatikan orang-orang saja tidak mungkin.
Seiring berjalannya waktu dan sampailah pada acara terakhir karena memang tidak ada, tanda-tanda dari kami tentang siapa yang terpilih menjadi ratu karena memang sangat dirahasiakan jadi kami semua hanya menunggu hasil dan pengumumannya.
Sebelum acara berakhir dan acara penutupan entah kenapa aku dipanggil kelapangan seorang diri, dan tiba-tiba saja seorang kakak senior menghukum ku dengan tuduhan aku berpacaran setelah jam pulang mos selama satu minggu ini.
Akupun sangat terkejut aku tidak pernah pacaran dekat dan bicara dengan laki-laki saja aku hanya sesekali kenapa sekarang malah dituduh pacaran ditepi jalan lagi.
Apapun bantahanku tidak didengarkan oleh kakak itu dia tetap menghukumku, dengan jalan jongkok dan tangan ditelinga. dan aku harus mengikuti kemanapun dia melangkah bahkan hampir 20 menit akupun sudah tidak sanggup akhirnya aku duduk ditanah karena kakiku sudah tak sanggup lagi berjalan dengan posisi itu.
Aku ini siswa bukan sedang latihan militer seperti para tentara, kak itu sempat marah dan menyuruhku untuk melakukan hukuman itu lagi.
Dan saat aku duduk ditanah dan menangis karena tidak sanggup lagi, seorang kak senior lainya datang dan dialah pelindungku " udah jangan dihukum lagi diakan udah gak sanggup jangan terlalu keras udah biar sama aku aja lagi".
Kakak itu membantu berdiri karena memang kakiku sangat sakit ketika berjalan dengan posisi itu, bahkan hampir 30 menit " udah gakpapa kakak kan udah bilang sama dia gak usah hukum kamu lagi, sekarang kita duduk didepan pustaka aja nanti kak kasih air minum ya".
Iya kak ucapanku begitu juga dengan seorang siswa yang juga dihukum oleh kakak senior kenapa nasib dia sama denganku. dan memang kami berdualah yang dituduh berpacaran, bahkan baru saja kenal bicarapun dengannya belum pernah kenapa dituduh pacaran.
Singkat cerita acara penutupan MOS ini dilakukan akupun sedikit enakan dan kakiku bisa berdiri tanpa dibantu.
Seorang guru mengumumkan jika kami semua lulus dan diterima di SMP ini, dan untuk yang terpilih menjadi raja dan ratu adalah ya nama yang disebutkan adalah namaku sebagai ratu dan siswa laki-laki tadi yang dihukum bersamaku.
Aku sungguh tak percaya kenapa aku bisa terpilih menjadi seorang ratu ini sungguh diluar ekspektasi dan tak pernah terbayangkan bagiku. hari ini aku percaya bahwa kita tidak boleh insecure atau merasa diri kita tidak cantik tidak pantas bahkan mengatakan kita ini jelek.
Karena saya sudah membuktikannya jauh sebelum sekarang ini kata insecure berterbangan di seluruh Indonesia, insecure insecure bahkan saya sudah membuktikannya pada tahun 2016.
Saya yang merasa tidak pantas dan tidak mungkin terpilih menjadi ratu, ternyata Tuhan memberikan itu kebahagiaan dan menegaskan bahwa saya tidak boleh melemahkan diri saya sendiri.
Tidak cantik, tidak putih, dan tidak kaya bukan berarti menjadikan kita hina bukan, selagi kita berusaha dan terus menjadi sosok yang baik hidup kita akan tenang-tenang saja.
Meskipun saya hanya terpilih menjadi ratu di SMP acara mos dengan hadiah mahkota dari kertas karton dan kalung permen, serta selempang bertaburan permen saya sangat senang sekali.
Itu menandakan saya bisa terpilih mengalahkan 30 siswi lebih lainya, dalam artian saya bisa mengalahkan ego saya dan rasa insecure saya jika sekarang seseorang hanya memandang good looking maka maaf saya tetap berpegang pada pendirian saya.
Inilah saya apa adanya jika good looking yang dicari maka tidak akan ada pada diri saya , saya hanya perempuan biasa menjadi cantik dengan serum dan pemutih sekarang ini tidak bisa saya ikuti.
Karena saya ini orang miskin dan saya tidak mau berhutang atau memaksakan orangtua saya untuk membelikan perlengkapan kecantikan.
Hidup kalo gak mau banyak tekanan ya gak usah banyak gaya, sadar kantong dan sadar kehidupan ngapain mati-matian cantik untuk orang lain bahkan untuk seorang laki-laki.
Jika harus menderitakan dan memaksa orang tua untuk membelikan semua kebutuhan kecantikan, bukankah orang tua segala-galanya dibandingkan orang lain dan seorang laki-laki.
Karena kejadian terpilihnya saya sebagai ratu waktu itu, sudah memberikan bukti besar dan nyata kepada saya bahwa dalam artian pertimbangan orang-orang terhadap saya diluar komentar fisik dan ke goodlookingan.
Bahkan jika kita masih terfokus pada penilaian cantik dan putih saya masih jauh, jika dari pandangan orang-orang sekarang ini yang namanya goodlooking.
Dan alasan dibalik kenapa saya yang terpilih menjadi ratu juga menjadi misteri dihidup saya, dari mana penilaian yang diambil oleh guru-guru dan para kakak senior.
Karena bisa dipastikan jika penilaian mereka bukan dari kecantikan dan warna kulit.
Jadi tak perlu merendahkan diri mu sendiri jalani dan lalui dulu, baru kamu akan tau hasilnya, dan jangan pernah mundur sebelum melangkah.
Jika hasilnya memuaskan maka Alhamdulillah, namun jika hasilnya tidak kau sukai terus melangkah karena kehidupan tidak berhenti dan terkungkung dalam satu jalan saja.