"Sayang, kamu cantik banget hari ini." puji Jeno yang langsung membuat jantungku berdetak tak karuan, kami memang baru berpacaran dua hari yang lalu dan masih terasa canggung.
"Ih apaan sih, jadi maksud kamu aku selama ini jelek?!" omelku pura-pura marah, rasanya ingin sekali melihat ekspresi Jeno yang merasa bersalah.
"Bukan gitu maksudnya sayang, kamu selalu cantik kok." ucap Jeno berusaha meyakinkanku, blush~ pipiku terasa panas ... rasanya seperti melayang di atas langit.
Tiba-tiba Jeno menyentuh pipiku dengan wajah panik, "Sayang, kamu demam?" tanyanya sambil mengelus lembut.
"E-engga," alibiku sambil membuang muka ke sembarang arah.
Rasanya malu sekali saat di perhatikan oleh Jeno, apalagi berpacaran dengannya seperti ini adalah impianku saat awal mula mengenalnya. dia cukup terkenal di sekolah, karena ia adalah salah satu idol dari entertainment ternama di pusat kota.
Siapa sangka Jeno malah melirikku dan mendekatiku, hingga saat ini kami menjalin hubungan. satu sekolah heboh dan banyak sekali gadis yang merasa iri denganku, walaupun begitu Jeno selalu menenangkan fansnya yang tidak setuju dengan hubungan kami. untung saja pihak entertainment menerima hubungan kami dengan syarat Jeno harus bekerja lebih keras.
Sore ini usai pulang sekolah, kami memutuskan untuk jalan-jalan di taman. Jeno selalu menggenggam tanganku sepanjang perjalanan, membuat jantungku ingin lari maraton saja. apalagi saat ia tersenyum manis ahh~ rasanya hidupku terlalu indah.
"Sayang? kamu mikirin apa?" tanya Jeno, membuatku langsung tersadar dari lamunan.
"Mikirin kamu nih," Jeno langsung tersenyum sumringah dan mencubit pipiku gemas.
"Hmm, sayang aku pengen sesuatu ..." gumam Jeno pelan.
"Sesuatu? sesuatu apa?" tanyaku bingung, tak mengerti maksud Jeno.
"Kiss ..." ucapnya sambil menyentuh bibirku dengan telunjuknya.
"J-jeno, a-aku ..."
"sshh, pejamkan mata kamu sayang." entah mengapa aku langsung saja memejamkan mataku dan menunggu Jeno menciumku.
Karena merasa terlalu lama, aku memonyongkan bibirku agar Jeno lebih mudah—
Basah, itu yang ku rasakan saat ini.
"MAAP SIL, GUE PIKIR LU KESURUPAN WKWK. SORRY YAK!"
"MIIAAAAA!!!!" teriakku frustasi, hancur sudah anganku di cium Jeno malah di siram air oleh teman sekelasku.
"Abisnya elu sih, senyum-senyum sendiri trus bibir lu monyong tiba-tiba. gue pikir kesambet setan bhahahahaha," aku menatap tajam Mia yang tertawa terbahak-bahak.
ya, inilah aku. seorang Fangirl yang kerjaannya halu mulu, tidak kenal tempat dan waktu.