Namaku Cora Alaska Gardenia biasa di panggil cora atau laska terserah kalian saja. Aku hanya memiliki 2 sahabat karena aku tidak terlalu suka dengan keramaian berbeda dengan kedua teman ku Izzy dan Kaira mereka sangat senang berada di keramaian apa lagi di konser.
Aku sering sekali menolak tawaran mereka untuk ikut menghadiri beberapa konser yang dihadiri idola banyak gadis sepertiku namun sepertinya aku tidak tertarik sama sekali untuk bergabung Bersama mereka.
“Ra kali ini aja ikut ya please” ucap kaira memohon pada ku dengan puppy eyes nya.
“Iya ra sekali ini aja kalo nanti lo ga suka ga papa deh jangan ikut kita lagi” ternyata izzy mencoba bernegosiasi dengan ku.
“Apa untung nya bagi gue ikut kalian?” tanya ku dengan nada menantang.
“Lo bakal menang banyak dong ra, bakal ketemu mas alden yang tamvan tiada tara lo pasti bakal suka sama dia” ucap kaira menggebu-gebu. Aku hanya mengernyitkan kening ku karena meski begitu aku tidak akan tertarik.
Mungkin izzy melihat rasa ketidak tertarikan ku atas tawaran mereka sehingga izzy mengeluarkan kartu as nya untuk membujuk ku.
“Traktir 1 bulan full kantin sekolah deh gimana?” ucap izzy yang selalu tau jika aku tidak akan pernah menolak traktiran apa lagi makanan.
“Oke deal ya 1 bulan full” final ku akhirnya membuat kedua sahabat ku itu berjingkrak-jingkrak kegirangan.
***
Kini tiba saat nya dimana konser itu akan di laksanakan aku sudah duduk di kursi deretan paling depan, kaira membelikan kami tiket VVIP katanya agar kami lebih dekat dengan idol tampan itu.
“Yuhuuuuu siapa tau di notice sama mas alden” seru izzy kegirangan yang di iya kan oleh kaira.
“Lagak nya berharap di notice mending lo pada jangan terlalu berharap deh, udah terbang ke awan abis itu malah ke tabrak burung baru nyaho siah” ucap ku yang kesal dengan ocehan mereka.
“Hallo, selamat malam para den’rs udah siap ketemu mas alden nya belom?” tanya MC yang sudah memimpin acara, sorak sorai penonton membuat ku menutup rapat telinga ku bahkan kedua sahabat ku ini terlihat sangat heboh.
“Kalau begitu kita lihat penampilan dari Alden Ezra Eunoia” teriak MC dan di beri tepuk tangan oleh ribuan penonton. Tak lama setelah itu muncul pria tampan yang juga membuat ku terpesona seketika. Tak ku sangka pria ini lebih tampan aslinya membuat ku melongo dan tak mampu berkedip.
“Ekhem kai kayak nya ada yang terpesona nih” ucap izzy yang menyadarkan ku dari lamunan ku.
“Katanya gak bakal suka” sahut kaira yang membuat ku diam seketika.
“Apaan sih anjir enggak ko gue gak terpesona tuh” ucap ku membela diri.
Sesaat setelah pria itu menyanyikan sebuah lagu dengan sangat merdu, dia berdiri di hadapan ku dan mengulurkan tangannya pada ku. Sungguh aku tak mampu berbuat banyak, dorongan-dorongan dari teman ku membuat ku menerima uluran tangan itu.
Gilak!! Ini mah bukan di notice lagi batin ku terus meronta karena berada didekat pria ini, ya dia mengajak ku bernyanyi bersama untung lah suara ku masih bisa di nikmati oleh para pendengar.
Setelah konser itu selesai, kami pun pergi meninggalkan lokasi dengan hati yang Bahagia. Terutama aku, tak ku sangka aku malah mengkhianati ucapan ku sendiri.
Setelah kejadian itu, disetiap detiknya pikiran ku selalu melanglang buana, berandai-andai jika dia adalah milik ku, ahh indah bukan?
TUK..
Sebuah spidol berhasil mencium mesra kening ku.
“Awwww” ringis ku karena kening ku yang nyut-nyutan membuat aku tersadar dari khayalan ku.
“Cora apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu tidak mendengarkan penjelasan saya?” ucap bu marni selaku guru matematika ku.
“Mhehe maaf bu” ucap ku sembari menampilkan senyum kuda ku.
“Keluar kamu dari kelas saya” teriak bu marni aku tau guru itu pasti geram dengan tingkah ku tapi tak apa aku akan lebih leluasa untuk berhalu dengan mas idola.
***
Jam pulang telah tiba rasanya aku belum mau pulang ke rumah akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke mall dekat sekolahku sendirian karena izzy dan kaira sudah di jemput supir mereka.
Aku berjalan mengitari area mall yang sangat ramai dari biasanya, kepala ku celingak-celinguk mencari sesuatu yang membuat mall ini penuh sesak. Tiba-tiba netra ku menangkap satu tubuh tinggi kekar berwajah tampan yang ku Yakini dia lah yang membuat heboh seisi mall.
Aku masih memandang pria itu dan tak sengaja netra kami bertemu aku sempat kaget dan merasa ingin pingsan di tempat, pasokan udara ku seakan menipis, jantung ku berdetak menggebu-gebu, suara ku seakan tercekat oleh udara yang menyumbat tenggorokan ku.
Dia menghampiri ku, menipiskan jarak di antara kami membuat seluruh pandangan mata tertuju pada kami.
Apa yang akan dia lakukan batin ku yang masih tidak bisa bergerak. Dia menyapa ku mengulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan ku karena kemarin malam kita belumsempat berkenalan.
“Alden Ezra Eunoia panggil saja alden” ucapnya menyebutkan nama lengkapnya di sertai senyum menawannya membuat hati ini ketar-ketir tak karuan.
“C-cora Alaska Gardenia panggil saja cora” ucap ku gugup sembari membalas uluran tangan nya.
“Aku ingin manggil kamu laska apa tidak papa?” tanyanya yang hanya ku angguki saja.
Setelah pertemuan itu kami menjadi dekat, aku selalu menceritakan kedekatan ku dengan ezra namun teman-temanku tidak pernah percaya mereka selalu menganggap ku halu saja tapi aku tidak peduli yang ku pedulikan hanyalah aku yang memang dekat dengan idola ku itu.
Sosok nya yang ramah dan penyayang membuat ku nyaman berada di dekatnya. Rencana nya weekend ini kami akan pergi ke pantai Bersama, dia juga sering mengunjungi rumah ku, bunda dan ayah sangat menyukai nya dia selalu disebut menantu idaman oleh kedua orang tua ku tapi itu tak membuat dia menjauh dari ku justru dia malah semakin sering mengunjungi rumah ku.
Buktinya sekarang dia sedang meminta izin ayah dan bundaku untuk membawa ku pergi saat weekend nanti. Ayah dan bunda hanya mengiyakan saja rupanya mereka sangat mempercayai pria tampan disamping ku ini.
Seminggu berlalu aku sedang bersiap untuk menyambut liburan ku Bersama sang idola. Bayangkan saja fans mana yang tidak senang jika di notice oleh idola mereka. Akan sangat Bahagia bukan? Apa lagi ini kami yang sudah dekat dan berencana berlibur Bersama ahh bagai mimpi di siang bolong.
“Sayang nak alden sudah nunggu kamu di bawah” ucap bunda membuat hati ku bergetar, nafas ku tersenggal secepat mungkin aku menormalkan reaksi tubuh ku dan keluar dari kamar untuk menemui ezra.
Setelah kami berbincang sebentar kami pun pamit dan bergegas pergi ke pantai agar tidak terjebak macet nantinya. 2 jam lebih rasanya bokong ku sudah tidak nyaman untuk duduk tapi akhirnya kita sampai di tempat tujuan.
Pemandangan yang indah, kami menikmati kebersamaan kami hingga senja datang dan disaat itu lah aku tak mampu membuka mulut ku, aku merasa mulut ku terkunci, lidah ku kelu, jantung ku berkerja lebih cepat dari biasa nya, nafas ku memburu, suara ku tercekat Ketika ezra mengungkapkan isihati nya.
“Laska..” ucap nya aku hanya menoleh dan memandang wajah tampan nya bak actor korea yang Bernama Lee Min Ho itu.
“Aku mencintai mu laska apa kau mau menjadi pacar ku?” tanya ezra membuat ku kaget dan seperti kondisi yang aku jabarkan sebelumnya.
“A-aku gak mim-pi kan i-ini?” ucap ku terbata-bata bayangan ku saja rasa nya tidak seindah ini. Ezra mencubit pipi ku rasa sakit menjalar di pipiku aku tidak bermimpi ini nyata, aku sungguh Bahagia kesempatan berlian yang takan pernah kusia-sia kan. Aku menganggukan kepala ku hingga akhirnya kami resmi berpacaran.
“I Love U Cora Alaska Gardenia” ucap ezra membuat ku tersipu malu.
“Aduh my heart is so klepek klepek cenat-cenut jedar-jeder dengernya bang” ucap ku sembari bercanda membuat kami tertawa di senja yang indah seindah hubungan kami yang barudi mulai.
.
.
.
-Tamat-