Mencintai dan mengagumi seorang idola adalah hal yang wajar. Apalagi bila terlibat dalam sebuah hubungan yang biasa disebut dengan 'berpacaran'. Tentu itu merupakan hal terindah bagi sebagian orang.
Namun, pernahkah dirimu berada dalam situasi sulit dengan seorang idola?
Seperti apa?
Mungkin seperti cerita berikut.
.
.
.
.
.
.
“Aku suka padamu.”. Tiga kata yang terus terngiang-ngiang di kepalaku.
Bagaimana tidak?
Perasaan dan pikiranku menjadi sangat kacau semenjak salah seorang dari boyband terkenal, menyatakan suka padaku. Aku benar-benar tidak percaya.
Apa dia bercanda?
Tapi, sudahlah. Aku harus fokus bekerja agar bisa melanjutkan studi ke luar negeri.
.
.
.
.
Semua dimulai ketika Weislin menjadi penata rias di Jin Hit Entertainment. Tugas mulia ini, Weislin tekuni dengan sangat baik. Walaupun di hari pertamanya bekerja, ia membuat sedikit kekacauan dengan beradu mulut terhadap salah satu member boyband ternama bernama Bangtan Boys. Pemuda itu bernama Min Suga.
Suga atau yang biasa dipanggil Kocheng, dikenal dengan sifatnya yang dingin dan tidak terlalu banyak bicara. Namun semuanya berubah semenjak pertemuannya dengan Weislin. Ia menjadi sangat cerewet dan sesekali terlihat menindas Weislin, meski ujung-ujungnya mereka akan bertegur sapa kembali. Memang pasangan yang sangat aneh. Hihihi.
Suatu hari, Bangtan Boys diundang ke acara televisi. Kali ini, Weislin dipercayakan sebagai salah satu penata rias mereka.
“Hei..Kuda Poni!.” Ucap Suga yang tiba-tiba menghalangi jalan Weislin.
“Kau!! Minggir!!! Jangan menghalangi jalan!! Dan satu lagi..! Aku bukan Kuda Poni! Mengerti!!?” Sahut Weislin.
“Hahaha. Kau semakin terlihat jelek ketika marah.” Sambung Suga sambil mengelus kepala Weislin. “Tapi...Mulai sekarang, kau tidak boleh merias siapa-siapa selain Min Suga.” Lanjutnya.
“Hahh?! Kau pikir kau siapa berani-beraninya memberi perintah seperti itu!?!!” Sahut Weislin kesal. Dengan cepat, Suga langsung menarik tangan Weislin menuju meja riasnya. Weislin awalnya menolak. Tapi Suga yang tidak patah semangat, terus menggodanya hingga membuat Weislin harus menuruti kemauan Suga.
“Dasar Kucing licik!” Batin Weislin.
**
(Jin Hit Entertainment)
“Apa..!! Kau mau mengundurkan diri?!! Kenapa?!!! Katakan padaku!! Apa gajimu kurang?!” Ucap Laily, salah seorang penata rias di Jin Hit Entertainment.
“Tidak. Bukan itu masalahnya. Sebenarnya aku tidak mau mengundurkan diri. Kau tau? Sejak aku bekerja di tempat ini, aku menemukan teman-teman yang baik sepertimu dan Yuna. Aku juga sedikit populer dikalangan anak muda karena pekerjaanku sebagai make-up artist. Tapi, aku juga punya cita-cita menjadi wanita karir yang sukses. Untuk itu, aku harus kuliah ke luar negeri. Sekarang adalah waktu yang tepat bagiku untuk melangkah.” Sambung Weislin dengan mata yang berkaca-kaca.
Laily menghela nafas panjang.
“Weislin...Kau sudah bekerja selama hampir 6 bulan. Apa kau tega meninggalkanku dan Yuna begitu saja? Dan... Apa kau tidak sadar kalau Suga menyukaimu?” Ucap Laily.
“Suga menyukaiku!!? Huh. Laily-aaa...Aku rasa otakmu harus dicuci bersih dulu. Mana mungkin Suga menyukaiku!?!!. Tidak mungkin. Lagipula tidak ada tanda-tanda kalau ia suka padaku. Setiap hari ia selalu menggangguku. Ia juga sering memanggilku Kuda Poni. Tiada hari tanpa bertengkar dengannya. Kalaupun itu benar, aku tidak mungkin bersamanya. Derajat kami berbeda.” Jawab Weislin.
Sekali lagi, Laily menghela nafas panjang. Ia memegang kedua pipi Weislin dan berkata “Aigoo..Kau memang gadis yang tidak peka ya! Jika Suga tidak menyukaimu, mana mungkin dia rela menunggumu seharian di rumah sakit saat kau pingsan. Aku juga tidak pernah melihatnya mengelus kepala wanita lain, selain dirimu. Dia sering tertawa bahagia saat bersamamu. Bahkan Ia rela makan makanan pedas demi dirimu, walaupun ia sangat membencinya!! Ayolah...Apa kau tidak punya kenangan indah bersamanya? Pasti ada!!”
Sesaat Weislin hanya terdiam sambil mengingat-ingat beberapa momen antara dirinya dan Suga. Ia menyadari, bahwa Suga pernah menyatakan suka padanya. Kata-kata itu pun sempat terngiang-ngiang dalam pikirannya. Tapi ia masih tidak percaya. Lalu mengabaikan dan melupakannya begitu saja.
“Oenni...Aku mau ke toilet dulu.” Ucap Weislin kepada Laily dengan wajahnya yang murung.
**
Setelah mengurus beberapa hal di tempat Weislin bekerja, ia akhirnya resmi keluar sebagai Noona penata rias dari Jin Hit Entertainment. Sedih dan kecewa menyatu menjadi satu. Namun demi bisa meraih impian dan menyenangkan hati kedua orangtuanya, ia harus melakukan ini.
**
Saat hendak menghentikan taksi, tiba-tiba Suga datang dari jauh dengan mobilnya.
Bib! Bib! Bib!. Suara klakson mobil.
“Kau mau pulang? Aku akan mengantarmu. Masuklah.” Ucap Suga.
“Tidak. Terima kasih.” Jawab Weislin. Tiba-tiba Suga keluar dari mobilnya dan langsung menarik tangan Weislin. Ia memeluk Weislin dengan sangat kuat hingga membuat Weislin merintih kesakitan. “Ouchh.. Lepaskan! Kau sangat kasar!” Lanjut Weislin.
“Ka..Kau!!! Aku mendengar mu mengundurkan diri. Kau kenapa bisa setega ini padaku!?!” Ucap Suga.
“Ini bukan urusanmu! Enyahlah!” Teriak Weislin.
Saat Weislin berusaha melepaskan diri dari pelukan Suga, tiba-tiba Suga mendorongnya ke mobil dan menciumnya.
Cup.
Awalnya Weislin yang tidak bisa berkata apa-apa, langsung menampar pipi Suga.
Plak!!
“Kurang ajar! Beraninya Kau! Pergi!! Aku tidak mau melihatmu!” Ucap Weislin.
Suga mengepalkan tangannya dengan wajah yang sudah memerah. “Weislin...Aku sangat menyukaimu. Bahkan saat pertama bertemu. Entah mengapa aku begitu cemburu saat kau mendekati pria lain. Aku juga tidak mengerti mengapa aku sangat marah ketika kau dan Jungkook dirumorkan pacaran, meski akhirnya itu tidak benar. Kau..kau..kau benar-benar sesuatu di dalam kehidupanku. Aku tau bahwa yang kuinginkan ini adalah tindakan atas dasar keegoisan. Tapi, aku hanya ingin agar kau menyukaiku sama seperti aku menyukaimu. Weislin...Kumohon jangan pergi..” Ucap Suga.
"Kau adalah Idola semua orang. Jika aku berpacaran denganmu, aku mungkin bisa menjadi masalah besar bagi karirmu. Maaf. Aku harus segera pulang" Sahut Weislin.
Malam itu, mereka terlibat situasi yang sangat sulit.
Sangat menyesakkan.
Terkadang cinta datang pada saat yang tidak tepat. Mengapa bisa demikian??
**
Hari demi hari terlewati. Kini Weislin bersama dengan koper dan barang bawaannya telah tiba di bandara. Disisi lain, ia masih mengingat tentang kejadian antara dirinya dan Suga seminggu yang lalu. Tapi tentang bagaimana perasaannya yang sebenarnya, semua tidak penting. Karena sekarang, ia akan pergi jauh ke luar negeri untuk belajar. Ia percaya bahwa jika Suga ditakdirkan untuknya, mereka akan bersama. Selamanya.
.
.
.
.
.
.
.
Selesai.
Jangan lupa like and coment ya para readers tercinta.
Terimakasih >_<