Celsi Adalah Anak Berusia 5 Thn, Celsi Adalah Pribadi Yang Pendiam Dan Tidak Mudah Bergaul, Banyak Anak Yang Seusia Nya Tidak Mau Bermain Dengan Celsi.,
Pada Suatu Hari Orang Tua Celsi Membeli Rumah Di Dekat Danau Yang Jauh Dari Perkotaan, Mereka Memilih Tinggal Di Tempat Itu Karena Celsi Benci Dengan Keramaian, Semua Berjalan Dengan Lancar, Tidak Ada Masalah Yang Terjadi.
Hingga......., Orang Tua Nya Menyadari Kejanggalan Dari Anak Semata Wayang Mereka, Celsi Jadi Sering Bermain Di Dekat Danau, Tetapi Orang Tuanya Masih Menganggap Hal Itu Wajar, Biarpun Sedikit Aneh, Mengingat Celsi Adalah Pribadi Yang Pendiam Dan Sangat Benci Bermain Di Luar
Hari Demi Hari Sikap Celsi Semakin Aneh, Dia Sering Berbicara Sendiri, Sering Mengenalkan "Seseorang" Namun Tidak Berwujud Sama Sekali, Orang Tuanya Berpikir Mungkin Celsi Sedang Berhalusinasi Dengan Teman Hayalannya.
Pada Suatu Malam, Tepat Nya Jam 00.00, Orang Tua Celsi Terbangun Karna Mendengar Suara Keributan Dari Kamar Anak Mereka Tersebut, Setelah Di Dengar Dengan Seksama, Ternyata Celsi Sedang Bermain, Dan Bercerita Dengan "Seseorang", Dia Berkata "Hahaha Kau Lucu Via", Di Dalam Pikiran Orang Tua Celsi Hanyalah "Siapa Itu Via ?", Mereka Pun Mencoba Untuk Masuk Dan Menghampiri Celsi, Ibu Nya Berkata "Sayang, Kenapa Belum Tidur ??, Ini Sudah Sangat Larut"Namun Celsi Hanya Mengatakan "Aku Sedang Bermain Dengan Sahabat Ku Namanya Via" Jawab Celsi., Ayah Celsi Bertanya "Via ??, Lalu Dimana Dia ??" Celsi Menjawab "Via Ada Di Samping Ku"Ucap Nya Sambil Menunjuk Ke Arah Kiri, Sontak Orang Tua Celsi Kaget, "Tidak Ada Siapa², Celsi" Ujar Ibu Celsi, "Via Ada Di Samping Ku, Ibu"Ujar Celsi, "Tidurlah Sayang"Ujar Ayah Nya, "Baiklah, Celsi Akan Tidur"Ujar Celsi, Kemudian Celsi Menoleh Ke Arah Kiri Nya Dan Berkata "Via, Kau Pergi Dulu Yah, Aku Ingin Tidur, Kita Lanjut Bermain Besok"Ucap Nya Sambil Tersenyum Manis, Orang Tua Celsi Pun Keluar, Mereka Terus Memperdebatkan Soal Celsi Yang Mempunyai Teman Hayalannya, "Ada Yang Aneh Dengan Nya" Ujar Ibu Celsi, "Sudalah, Mungkin Itu Hanya Teman Hayalan Nya Saja" Ujar Ayah Celsi.
Pagi Hari Pun Tiba, Celsi Lagi²Pergi Ke Danau, "Hay, Via" Ujar Celsi, "Hay" Ujar Via, "Kau Mau Bermain ??" Ujar Via, "Tentu Saja" Ujar Celsi, Orang Tua Celsi Terus Memperhatikan Celsi Yang Sedang Berbicara Dan Bermain Dengan "Sosok Via", "Sayang Apakah Benar Celsi Bermain Dengan Tempat Hayalan Nya ??" Ujar Ibu Celsi, "Mungkin Saja" Ujar Ayah Celsi, "Tetapi Semakin Hari Dia Semakin Aneh" Ujar Ibu Celsi, "Aku Juga Bingung" Ujar Ayah Celsi. Celsi Terus Bermain Di Danau Hingga Siang Tiba, Ayah Celsi Memanggil Nya Untuk Makan Siang, "Via Ikutlah Dengan Ku" Ujar Celsi, "Baiklah"Ujar Via.
Mereka Pun Masuk, "Ayah Ibu Aku Membawa Via" Ujar Celsi Sambil Tersenyum", Orang Tua Nya Hanya Saling Memandang, "Sayang Duduk Dan Makan Lah" Ujar Ibu Celsi, "Baiklah" Ujar Celsi, Setelah Selsai Makan Siang, Celsi Kembali Ke Danau, "Bukan Kah Aneh ??" Ujar Ayah Celsi, "Yah" Ujar Ibu Celsi, "Via Lihatlah, Disitu Ada Banyak Ikan" Ujar Celsi Sembari Menunjuk Ikan Yang Sedang Berenang, "Wah, Banyak Sekali" Ujar Via.
Malam Hari Pun Tiba, Orang Tua Celsi Mengajak Celsi Ke Kamar Mereka Karena Ingin Menanyakan Sesuatu Kepada Celsi, "Sayang Bisakah Kau Menggambar Sosok Via ??" Ujar Ibu Celsi, "Baiklah" Ujar Celsi, Celsi Pun Mulai Menggambar Sosok Via, Setelah Selesai Orang Tua Nya Dibuat Kaget Dengan Gambar Celsi, Bagaimana Tidak, Anak Berusia 5 Tahun Itu Menggambar Sosok Anak Kecil Yang Di Penuhi Darah, Dan Wajah Nya Yang Rusak. "Bukan Kah Via Cantik" Ujar Celsi Sambil Tersenyum, Orang Tua Celsi Hanya Diam Beberapa Saat, "Sayang Kau Tidurlah"Ujar Ayah Celsi, "Baiklah, Selamat Malam Ibu, Ayah" Ujar Celsi Dan Meninggalkan Kamar Orang Tua Nya, "Sayang Seperti Nya Celsi Memiliki Mata Batin" Ujar Ibu Celsi, "Aku Juga Berpikir Begitu" Ujar Ayah Celsi, "Bagaimana Kalau Kita Bawah Dia Ke Orang Pintar, Dan Menutup Mata Batin Nya"Ujar Ibu Celsi, "Yah, Aku Setuju" Ujar Ayah Celsi.
Pagi Ini Orang Tua Celsi Akan Membawa Nya Ke Orang Pintar, "Celsi Kemarilah" Ujar Ayah Celsi, Celsi Pun Keluar Dari Kamar Nya, "Ada Apa Ayah" Ujar Celsi, "Kau Bersiaplah Kita Akan Pergi Ke Suatu Tempat" Ujar Ibu Celsi, Celsi Pun Pergi Ke Kamar Nya Dan Bersiap², Setelah Selesai Celsi Pun Keluar, "Ayah Ibu Boleh Kah Aku Mengajak Via ??" Ujar Celsi, Lagi Dan Lagi Orang Tua Celsi Saling Bertatapan, "Hem Apakah Via Bisa Tinggal ??" Ujar Ibu Celsi, "Tidak !!, Via Harus Ikut, Via Adalah Sahabat Ku" Ujar Celsi. "Hah~, Baiklah Via Bisa Ikut" Ujar Ayah Celsi, Mereka Pun Pergi Ke Tempat Orang Pintar, Setelah Sampai Mereka Pun Turun, "Ibu, Kita Dimana ??" Ujar Celsi, "Kita Masuk Saja Yah" Ujar Ibu Celsi, "Baiklah" Ujar Celsi, Mereka Pun Masuk, "Celsi Kau Tunggulah Disana" Ujar Ayah Via Sambil Menunjuk Kursi Yang Tak Jauh Dari Mereka", "Baiklah" Ujar Celsi Dan Pergi.
Orang Tua Celsi Menemui Orang Pintar Tersebut, "Permisi" Ujar Ayah Celsi", "Ada Apa ?" Ujar Orang Pintar Tersebut, Orang Tua Celsi Pun Menceritakan Semua Kejadian Yang Dialami Celsi, Orang Pintar Tersebut Berkata "Dia Memang Memiliki Sahabat Yang Tak Kasat Mata", Orang Tua Celsi Kaget Mendengar Akan Hal Itu, "Lalu Apakah Bisa Mata Batin Nya Ditutup ??" Ujar Ayah Celsi, "Bisa Saja" Ujar Orang Pintar Tersebut, "Tolong Hilangkan Mata Batin Putri Ku" Ujar Ibu Celsi, "Bawakan Anak Mu Kemari" Ujar Orang Pintar, Ibu Celsi Pun Memanggil Celsi.
Orang Pintar Itu Membacakan Mantra Kemudian Menutup Mata Celsi Perlahan, Setelah Selesai Orang Pintar Itu Berkata, "Bukalah Mata Mu" Ujar Orang Pintar Tersebut, Celsi Pun Membuka Mata Nya, Dia Merasa Aneh, Kemudian Dia Berkata "Dimana Via ??, "Celsi Sudahlah, Via Itu Tidak Nyata !!, Berhenti Memikir Kan Nya" Ujar Ayah Celsi, "Sayang Mulai Hari Ini Kau Jangan Mencari Via Lagi, Karna Kau Tidak Akan Melihat Nya Lagi" Ujar Ibu Celsi, "Apa Yang Terjadi, Dimana Via ??" Ujar Celsi Sembari Menangis, "Celsi Berhentilah !!" Ujar Ayah Celsi Tegas, "Hiks Ayah Dan Ibu Jahat !!, Kalian Memisahkan Celsi Dengan Via" Ujar Celsi Sembari Menangis, Dari Tadi Via Masih Berada Di Situ, "Celsi, Berhentilah Mencari Ku" Ujar Via Sambil Memeluk Celsi, "Hiks Via" Ujar Celsi, Sembari Memeluk Diri Nya Sendiri, Celsi Berlari Keluar Dari Tempat Itu, "CELSI" Ujar Ayah Celsi Sambil Berteriak.
Orang Tua Celsi Mengejar Celsi, Posisi Celsi Sudah Berada Di Jalan Raya Yang Sepi, Hanya Ada Beberapa Kendaraan Yang Berlalu Lalang, Dia Terus Berlari Sambil Menangis, Via Pun Ikut Mengejar Celsi, "CELSI BERHENTI !!" Ujar Via, "Hiks, Celsi Ingin Bertemu Dengan Via" Ujar Celsi, "CELSI BERHENTI !!, Teriak Ayah Celsi Yang Tertinggal Jauh Di Belakang Celsi, "CELSI BERHENTILAH SAYANG" Teriak Sang Ibu, Sementara Itu Sebuah Truk Besar Dengan Muatan Batu Menghampiri Celsi Dengan Kecepatan Tinggi, Orang Tua Celsi Dan Via Yang Melihat Itu Pun Kaget, "CELSI" Ujar Via, "CELSI AWAS !!" Teriak Ibu Nya, "CELSI" Teriak Ayah Nya, Belum Sempat Menghindar Celsi Sudah Di Tabrak Truk Hingga Terpental Jauh Dan Kepala Nya Membentur Aspal Hingga Retak Dan Pendarahan Hebat, Orang Tua Celsi Pun Bergegas Menghampiri Anak Mereka, Belum Sempat Menelfon Ambulance, Celsi Sudah Meninggal Akibat Benturan Yang Sangat Keras Tersebut.
Arwah Celsi Keluar Dari Tubuh Nya, "Hay Via" Ujar Celsi Sembari Tersenyum", "Celsi" Menghampiri Celsi Dan Memeluk Nya, "Kita Akan Terus Bersama Untuk Selamanya" Ujar Celsi, Arwah Mereka Pun Perlahan Menghilang Secara Bersama².
-Tamat