!!!karyai ini adalah kisah nyata yang pernah di alami sang penulis dan nama pemeran hanya sekedar nama saja!!!
namaku anne arabella seorang yang ceria yang mencintai seseorang bernama alex bart dia adalah teman masa kecilku yang selalu ada di sampingmu menghadapi semuanya, ingin menyatakan perasaan?, pasti aku ingin sekali menyatakan perasaan ku padanya tetapi ada satu hal yang menjanggal dengan kuat yaitu dania edwina salah satu teman ku juga sih tapi cukup mengganggu seperti lalat, anehnya saat aku ingin berdiri di sebelah alex dia mendorong pelan tubuhku seperti peringatan bahwa "dia milikku jangan berani kau rebut dia dari ku dasar sialan" menyadari hal itu aku terpaksa berdiri di belakang 2 orang itu dengan perasaan gelisah dan di saat aku berumur 11th alex memberiku kado berupa gelang persahabatan melihat itu aku langsung senang dan beberapa detik kemudian aku menoleh ke arah diana dan aku terkejut ia memasang ekspresi seperti sangat marah kepadaku melihat hal itu aku langsung mencabut gelang itu dari tangan ku dan memasukannya ke kantong baju ku di saat itu dia memberi hadiah buku catatan berwarna biru langit aku melihat seluruh halaman nya dan aku kaget melihat halaman terakhir yang berisikan tulisan "P R I M T S J K U" di pikiranku terdapat kalimat "pergi mati saja kau" aku lempar buku itu dan meletakkannya di bawah tempat tidur di saat itu aku bermimpi jatuh ke jurang dan ada yang menyelamatkan ku berbadan tinggi berkulit putih aku pikir dia alex tapi dia bukan alex aku terus berpikir siapa pria ini dan terbangun dari mimpi dan melihat jam dan rupanya terlambat ke sekolah, dalam perjalanan ku kunyah roti sambil berlari dan bertabrakan dengan seorang gadis kecil yang seukuran pundakku dia hampir terjatuh dan ku tangkap dia berterima kasih padaku, memberiku permen rasa jeruk dan berkata "kakak baik sekali sama seperti kakaknya yuna" aku pun berkata "oh namaku yuna ya lain kali hati hati kalau berjalan ya"
dia menatap dan tersenyum sambil berkata kakak tinggi sekali seperti kakanya yuna apa kakak teman kakak yuna? dengan polosnya dia berkata seperti itu aku pun bilang aku tidak mengenal kakaknya yuna tapi kakak yuna sepertinya seumur dengan kakak dia menjawab dengan lugu oh kalau begitu aku pergi dulu ya kak sampai ketemu lagi pergi dengan melompat lompat seperti kelinci sangat menggemaskan, saat di kelas pak guru memberi pengumuman ada murid baru bernama ray arllen di kelas murid baru itu datang seperti orang yang membangkang dengan tatapan seperti ingin membunuh aku menatap nya sampai beberapa menit dan ia langsung melihat ku dengan tatapan mata meremehkan aku langsung sengaja menjatuhkan pena dan mengalihkan pandangan mata dengannya, beberapa minggu ke depan saat pulang sekolah di pintu gerbang ray menatap tajam alex dan mengganggunya ya pasti aku tinggal diam aku mendorongnya sampai hampir jatuh dia membalas ku dengan memegang kerah baju ku dengan berkata jangan berani berani kau ikut campur dasar, tikus aku binggung kenapa dia bilang aku seperti tikus dan aku membatu di situ dia pun pergi dengan teman temannya,libur panjang pun di mulai saat musim panas aku, diana dan alex pergi ke taman untuk berjalan jalan di sana kami duduk di anak tangga dan alex dan diana duduk di anak tangga ke dua dan aku selalu duduk di anak tangga ke tiga,mereka berbincang soal permainan dan aku hanya mendengarkan itu saja dari belakang sepertinya kadang alex menganggap bahwa aku tidak ada di sela sela mereka ku putuskan untuk membelikan es krim agar mereka agak senang tapi saat aku pergi ke tokonya aku bertemu dengan yuna yang sedang membeli es krim juga aku sapa dia dan dia juga menyapa ku aku pun bertanya"yuna apa kabar, kenapa kamu sendirian di mana orang tua mu? "dia jawab dengan polos seperti ini" kakak bilang orang tuaku sedang pergi ke tempat yang sangat jauh dan tidak akan kembali lagi"aku terkejut dan aku meminta maaf karena menanyakan soal itu aku ganti topik dengan bertanya "apa kamu datang dengan kakakmu? " dia langsung menarik tanganku sambi berjalan ia berkata "kakak orang yang sangat baik tidak ada orang selain kakak yang sayang sama yuna, yuna sering cerita tentang kakak ke kakaknya yuna" aku tertegun saat dia bilang dia kakaknya yuna kakaknya yuna adalah ray aku berkata"apa kakak mu orang yang sedang duduk di sebelah itu? " dia mengeleng gelengkan kepala dan berkata "kakak orang yang sedang memegang ponsel itu" dia memanggil ray dan ray berkata "yuna kenapa kau kembali dengan membawa orang yang kamu belum kenal? " yuna menggeleng kan kepala lagi dan berkata "kakak, dia adalah kakak yang sering yuna cerita kan kepada kakak" aku melihat ray memasang muka bingung dan aku berkata "ahh, yuna kakak ingin pergi sebentar ya" dia memegang rok ku dan berkata "kakak bilang kakak penasaran dengan kakaknya yuna" dalam pikiranku aku berkata kapan aku bilang begitu?, akhirnya aku duduk di samping yuna, tiba tiba ray berbisik kebadaku "hei kenapa kau mendekati adikku tikus? " ku jawab"mana ku tau dia adikmu kucing"yuna bertanya apa yang kakak dan kakanya yuna bicarakan aku gugup untuk bicara dan ray pun bilang dengan tergesa gesa bahwa kakak dan kakak ini sedang berbincang soal pertemanan yuna pun bilang kakak kakaknya yuna sangat baik kan dia ingin berteman dengan orang yang baru dia kenal aku gugup dan memutuskan untuk pergi dulu yuna bilang tidak apa apa aku bergegas lari dan melihat alex masih ada dan bermuka gelisah, aku bertanya kepada alex "alex ada apa? " dia bilang diana hilang aku juga kaget dan membantu alex mencarinya saat di jalan untuk pulang alex menangis tersedu sedu karna diana tidak di temukan aku kaget tiba tiba diana muncul sambil menangis alex juga lari dan memeluk nya tiba tiba diana tersenyum kecil dan melihat ke arah diriku dengan senyum jahat alex menghela nafas karna dia tidak khawatir lagi alex menggandeng tangan diana dengan erat,jujur saja aku iri dengan diana, libur panjang dan aku berusia 16th alex pindah rumah lebih dekat dengan rumah diana aku seperti ditinggalkan sendiri, masuk sekolah aku melihat alex lebih dekat dengan diana aku terkejut karna yuna tiba tiba melompat dan memelukku aku berkata "yuna kau sekolah di sini ya" dia menjawab "ya kak anne kak ray mengantarku karna SD ku di dekat sini" aku tanya padanya dimana kakakmu apa dia meninggalkan mu? dia bilang "kakak sedang mengobrol dengan temannya sebentar dan aku kabur karna kakak mengobrol terlalu lama" aku menggendongnya dan mengantarnya ke ray, lalu aku menyentuh pundaknya tapi anehnya telinganya menjadi merah yuna bilang"kakak maaf aku kabur tapi kak anne mengantarku ke kakak"ray menjawab"jangan susahkan orang lain"aku melihat muka ray tidak seperti biasanya dia seperti.......memiliki banyak pikiran lantas temanya bilang"ray ayo kita pergi" yuna berkata"apa kakak harus pergi?"ray mengelengkan kepala ke bawah yuna memasang muka sedih danbilang, aku bilang "yuna, kalau mau kak anne bisa mengantarmu" dia kembali riang seperti biasa lalu aku menggendong nya dan menuju ke sekolah nya saat sampai dia memberi ku permen jeruk lagi seperti dulu aku kembali ke sekolah dengan bergegas bagusnya aku tepat waktu dan sialnya ray duduk di belakang meja ku, saat belajar ia sering menggangu ku seperti mengepang rambutku, menusuk nusuk punggung ku menggunakan jarinya dan membisikan kata tikus di telinga ku itu membuat ku jengkel, pada bulan Februari ini akan datang hari valentine di situ aku akan menyatakan perasaan ku pada alex, tak ada yang bisa menghalangiku lalu aku berinisiatif untuk membuat coklat sendiri tapi hasilnya gagal, gagal, gagal dan gagal jadinya aku beli saja di supermarket aku berpikir alex tidak akan suka karna coklatnya kecil, aku pergi ke taman tempat dulu kami sering pergi bermain sayang nya hari ini mendung, aku hampir menjatuhkan coklatnya karna kaget, diana memberikan coklat yang dia hias sendiri dan sangat besar aku iri karna tidak bisa membuat coklat dengan benar di saat yang bersamaan alex langsung menciumnya dan itu tandanya ia juga menyukainya juga mereka pun pergi aku hanya duduk termenung di anak tangga ke tiga yang sering aku duduki yang ada di pikiranku hanyalah kenapa alex tidak menyukaiku, menangis, menangis, menangis dan menangis yang kulakukan sampai hujan turun basah kuyup tiba tiba ada yang menodorkan ku payung yaitu ray aku langsung berdiri dan memeluknya anehnya ia memelukku balik sambil berkata "tikus bodoh" dan aku langsung menyadari kalau yang ada di mimpiku adalah ray yang sudah seharusnya ada di hatiku tapi aku tidak mengerti untuk apa kehadirannya aku memberikannya coklat yang harusnya aku berikan ke alex dia menerimanya sambil tersenyum riang dari situ aku langsung jatuh cinta, di kemudian hari kami berangkat setiap hari dan mengantar yuna ke sekolah dari situ alex bertanya "anne kenapa aku melihatmu terlihat dekat dengan ray" jawab ku ya sederhana "karna aku pacarnya" lantas alex bingung dan bertanya tanya hal yang bersangkutan dengan perasaan ku aku tidak mau bertemu dengan nya lagi karna aku sudah memiliki ray begitulah