Sudah hampir satu minggu ini aku telah mulai menjalankan perkuliahan, ya meskipun melalui perkuliahan online atau daringlah namanya banyak kendala, kesulitan, terutama kesedihan dan rasa kecewa.
Dimana keinginan untuk bisa datang langsung dan merasakan suasana kampus, tidak bisa dirasakan suasana bertemu dengan teman-teman baru bahkan dari berbagai kota.
Berbeda dengan saat SMA dimana para siswa dan teman-teman baruku masih satu kecamatan, bahkan hanya berbeda kampung dan bahkan aku bisa sekelas lagi dengan sahabat ku di SMP dulu.
Namun ini realita yang harus dijalani dan dipatuhi, tetap bersabar semoga pandemi covid-19 cepat berlalu dan kita bisa menjalankan aktivitas seperti biasa lagi normal kondusif.
" Kelucuan dunia saat ini terutama didunia perkuliahan adalah, kuliah dikamera tapi uang kuliah tetap bayar"
Tapi itulah realita yang sebenarnya, karena ekspetasi tak seindah realita dan kenyataannya beberapa hari perkuliahan aku menjalani semuanya dengan lapang dada bersabar.
Karena inilah jalan menuju masa depan ya dengan menggapai pendidikan, mendapatkan ilmu pengetahuan dan bisa bermanfaat untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Menjadi guru adalah cita-cita yang aku inginkan Meksi banyak suara sumbang, cemoohan dan hinaan seperti " Untuk apa lah ambil keguruan mau jadi honorer sampai nenek-nenek" ya Allah sangat perih pedih rasanya mendengar orang merendahkan seorang guru honorer.
Mungkin orang tersebut kurang pendidikan atau orang sombong yang dengan mudah merendahkan profesi seorang guru. jika aku lihat disekolahan yang aku tempuh hampir 90% guru honorer hanya segelintir orang saja yang berstatus pegawai negeri.
Namun kembali kita pahami dari para guru honorer lah siswa lebih banyak mendapatkan pendidikan, bayangkan jika hanya guru yang PNS saja dijadikan guru maka proses pembelajaran tidak akan berjalan lancar.
Motivasi saya untuk mengambil keguruan adalah saya memang ingin menjadi seorang pendidik, dan memberikan manfaat untuk diri saya sendiri dan banyak anak didik.
Saya pernah membaca sebuah kalimat yaitu,
" Jika kau seorang guru dan hanya mengharapkan dari hasil menjadi guru tentu kau tidak akan pernah menjadi kaya raya itu mustahil.
Namun cobalah untuk berwirausaha menjadi pengusaha agar marerimu tercukupi dan kau bisa menjadi orang kaya raya dari hasil usahamu".
Karena menjadi seorang guru menghadirkan keikhlasan dalam mengajar, mendapatkan pahala karena telah mendapatkan ilmu serta mengamalkannya menjadi guru bekal mu untuk akhirat.
Sedangkan kau menjadi seorang pengusaha maka kemungkinan dengan ketekunan dan tekatmu, suatu usaha itu akan berhasil dari hasil inilah kau bisa menjadi kaya raya materi dan akan mendatangkan kebahagiaan didunia ya itu untuk kesenangan dunia.
Maka dari itu aku ingin dan memohon kepada orang-orang untuk tidak menghina atau merendahkan sebuah profesi apapun profesi itu. pahamilah dulu apa yang akan berdampak dan asal-usulnya, coba buka lebar pandangan dan cakrawala pemikiran kita.
Bayangkan jika semua orang kaya didunia ini maka apa yang terpikirkan dalam pemikiran anda, dimana lagi keberagaman yang menjadi warna warni bahkan jika kita ibaratkan sebuah gambar pemandangan alam lengkap.
Ada gunung, sungai, sawah, jalan, perbukitan dan segala macamnya namun kau hanya memberikan satu warna yaitu hitam apakah jadi gambar tersebut.
Suram bahkan menjadi tidak jelas bukan, maka dari kehidupan yang dijalani harus beragam sedih, bahagia luka dan duka harus kau alami agar mendapatkan pelajaran dalam hidup.
Inilah cita-citaku semangat penyemangat ku hanyalah diriku sendiri, dan Allah SWT kita tidak tau bagaimana kehidupan kita kedepan bahkan kita tidak tau bagaimana kehidupan kita untuk besok.
Teruslah berjalan tuju apa yang menjadi tujuan mu, karena sekeras apapun menghindar dari manusia dan celaanya itu tidak akan pernah terjadi.
" Karena sejatinya tidak ada seorang pun yang akan lolos dan terhindar dari celaan manusia lain".
Fokus pada tujuan dan cita-cita mu masalah kaya atau tetap miskin itu belakangan, tapi bagiku aku sudah terbiasa untuk hidup sederhana atau miskin.
Karena telah terbiasa jadi itu tak aku hiraukan lagi, untuk kalian dan teman-teman semangat dalam menggapai impian cita-cita, karena kehidupan kita ditentukan oleh diri kita sendiri.