Aku, memasuki sebuah penampunag para TKW, tekad ku sudah bulat untuk merubah nasib ku,yang selalu di hina karena miskin dan sering hutang di warung.
Seteleh absen, malam kami di beritaukan jadwal bangun jadwal piket dapur dan jadwal tidur. Penampungan kami ada di sebuah ruko tiga tingkat paling pojok sendiri.
Sebelah kami bekas pabrik kosong , terbengkali.
senang karena tempatnaya bersih dan rapi,lantai pertama di pakai buat masak , kamar mandi yang berjejer banyak jadi biar tidak antri lama mengigat banyaknya penghuni penampungan dan juga ruang makan dan tempat masak juga.
Lantai dua, di pakai untuk kelas, bahasa kantonis untuk tujuan TKW Hong kong.sedangkan lantai paling atas,di pakai untuk kami tidur, di situ terdapat banyak ranjang bertingat berjejer rapi. ada juga beberpa tumpukan kasur untuk tidur di lantai bila kita ke habisan ranjang.
Aku menempati tempat, dekat tangga dan pintu balakang balon kami yang biasa untuk jemur baju.
disana hanya ada satu kamar, untuk Losy pangilan ibu guru bahasa kantinis kami, ada satu kamar mandi dan dua toilet namun itu biasa di pakai untuk mandi Losy saja atau untuk berwudu bagi yang ingin sholat.
Sedang toilet dua itu untuk memang untuk umam, para TKW yang tidur di lantai tiga, tak ada ynag berani tidur di lantai dua, meski di situ sangat luas.
bila malam tidak ada penghuninya.
Ranjang yang aku tempati konon,ranjang yang sering di ganggu makluk halus, antara percaya dan tidak namun aku memilih menempatinya.
Tidak ada pilihan bagi ku,daripada tidur di lantai, meski mereka memberikan alas kasur busa tapi di lantai tetap dingin , busa nya tipis dan lantai digin akan menebus dan basah ke atas, aku tak bisa tidur seperti itu nanti masuk angin.
"Hai.. anak baru ya,sapa seseorang"!
"iya.. dek, aku jawab dia karna aku lihat dia lebih muda dari saya.
"Kenalkan nama ku, Anis,"katanya mengulurkan tanggan'nya pada ku.
"Aku Dijah, "jawab ku menyambut uluran tanggannya.
"kamu mau tidur disini "! tanya Anis.
"iya.. kenapa, apakah ada yang menempati "? aku balik bertanya.
"Tidak tempat ini "kosong dan sering kosong.
"Baguslah kalau begitu, "jawab ku sambil menata tempat tidur ku.
"Kamu pemberani kan "! Anis seperti memastikan.
"Maksud kamu "!
"Hanya pemberani, yang berani tidur di sini "!
"Kenapa.,,"? tanya ku, menatapnya tak mengerti.
"Apa.. belum ada yabg cerita pada mu"?
"Cerita apa..."? aku balik bertanya.'!
"Orang yang tidur di sini, sering di lihatin sesuatu "!
"Sesuatu apa contohnya"? tanya ku ikut penasaran.
"semacam makluk halus,"jawab Anis.I
"Seperti apa "?? tanya ku lagi.
"Astaga,kamu belum pernah di temui atau degar bangsa itu "? tanya Anis yang memandang,heran.
" Apa... Kutilanak, Pocong,Gendruwo atau apa ?" tanya ku dengan santai.
"Kamu benar-benar tidak takut," ? tanya dia lagi.
"Iya... ceritakanlah pada ku "jawab ku .
"Begini ceritanya, ada anak baru yang tidur disini, setip malam jumat, ada bangsa makluk halus datang ke sini"kadang pocong,gedruwo,kutilanak.
"Lalu..."? tanya ku,atusias.
"Anak baru itu, pas tidur tiba-tiba dia melihat pocong berdiri di sampingnya lalu menunduk mengwasinya, membut dia menjerit-jerit.kata Anis.
"O... begitu,"! serem gak sih pocong itu "! tanaya ku
"Serem...lah...'!! jawab Anis..
"Masak "! jawab ku datar tanpa expresi, fikirku paling cuma ngerjain anak baru, aku sering mendegar anak barun kena park atau bully di penampungan.
"Ih.. kamu gak percaya ya ,"Jah.! tanya Anis.
"Gak pernah lihat,gak yakin itu ada,tapi makasih buat ceritanya kata ku pada Anis.
Aku tidur disitu,namun tak pernah ku lihat yang di ceritakan oleh Anis, meski ada anak lain yang menceritakan kisah ramjang yang ku tempat ada anak yang di tunggui kutilanak menyisir rambutnya.
Aku mendegarnya dan tetap saja tak takut,sampai ada ranjang kosong di tengah aku,pindah ke sana.
" Takut juga ya, " cletuk Anis.
"Tidak bukan begitu, di situ kan paling ujung dan jalan menuju toilet, kadang tengah malam ada yang wudhu mau sholat tahajut atau ke toilet ,sering membuat ku terbangun berisik,"belum lagi kalau aku belum tidur mereka ,sering memintaku mengatar mereka untuk wudhu kebelakang,"jawab ku datar.
"O... ya...serius gak takut "?! kata Anis.
" Gak lah, "!! jawab ku.
"Suatu malam... ada suara teriak-teriak di lantai dua di bawah, Losy dan beberapa orang turun.
membantu dia yang lagi kesurupan.
"Kalian kenapa mengotori tempat ini, suara besar dan berat terdegar dari anak yang kesurupan.
" Kami tidak mengotori ,jawab Losy.
"Ya... kalian... anak ini, dia bijara jorok dan melakukuan,phone s*x disini, bicara tak senonoh dan mendesah-desah "!
"Dia tidak tau, keluarlah nanti aku bicara dengannya. kata Losy megusir makluk halus itu.
Dari suara nyang berat dan besar dia adalah bangsa gendruwo.
Lalu setelah sadar, anak iti di tanyain
singkat cerita dia bila,sedang telfon pacarnya dan
memamg bicaa mesum dengan nya,
pertama, dia melihat sosok tinggi besar megeramm
lalu dia tidak ingat apa-apa..."? maka itu kami di peringatkan saat malam tidak boleh ada di lanati dua, disitu ada penunggunya .
" Kalau masih bandel, dan ada apa-apa pada kalian, saya tidak mau membantu, ingat itu, kata Losy lalu menyuruh kami tidur lagi .
aku pun cerita pada pacar ku,yang katanya dia punya ilmu kebaatinan dan menayakan apakah memang di penampungan ini ada penunggunya .
Dia bilang sebenarnya di penampungan itu,tidak ada penunggunya,tapi pabrik kosong dan kebun di sebelah persis itu,yang ada.
"Besok pagi kamu lihatlah, ada pohon besar di kebun, disitu ada penunggunya Gedruwo.
"Dan pohon randu,itu tempatnya kuntilanak, kuti suka tingal di pohon randu, atau beringin atai mindik .
"Dan lantai dua,itu ruang pertemuan hantu, mereka suka bertamu disana karena tak ada orang bangsa lelembut itu seperti manusia juga.
"masak...."? tanya ku.
"Ehh... tunggu... kamu diam sebentar, sepertinya ada tamu datang ke tempat mu.
"Di mana...."? tanya ku.
"Di balkon dekat jemuran.. !
'O..ya... lelaki apa perempuan "! tanya ku.
" Lelaki.."! jawabnya.
Tampan tidak "!! tanya ku.
"tidak punya muka. .."! jawab nya pada ku.
"Bagaimana tidak punya muka ," apa dia,tidak punya kepala.
"Punya kepala cuma, wajahnya datar polos tanpa alis tanpa mata tanpa hidung,serem .'!
"Masak,"!! jadi penasaran pengen lihat '! kata ku .
" jangan.....'!!
"Pengen... ,"jawab ku.
"Kamu jangan ngeyel Dijah" teriak pacarku.
ku matikan telfon, waktu itu jam menujukan jam satu malam ,lagian aku juga kebelet kencing.
aku keluar ," di pojok balkon seperti sesuatu berdiri disana ," bulu kuduku merinding.
" ihh...benar... ,ada astaga.. "!!
saat aku buka pintu toilet di depan guwe." nampak pocong dengan mata melotot dan menyeramkan.
" Darah Yesus. ,teriak ku membuat pocong hilang dari pandangan mata ku.
aku tak berani menengok lagi, cepat-cepat aku
ke kamar dan tidur, paginya aku tak bisa bangun.
demam tiga hari.
Kenapa aku bisa demam,konon kata pacar ku, energi pocong dan energinku yang panas bergesek dan berbenturan membuat ku demam.
-------------Tamat-----------