chapter 1.
Didalam sebuah gedung tua berlantai lima, yang sudah tak berpenghuni dan tak terpakai. Gedung tersebut di jadikan tempat untuk ajang pertarungan para orang-orang berandalan.
Saat ini ada yang sedang bertarung seorang remaja berusia 21 tahun Areek Satya namanya. Ia di kenal sebagai si pelawak pertarungan. kalian tahu sebabnya kenapa?. Karena ia bertarung dengan penuh senyuman sombongnya itu, dan cara tertawanya yang cekikikan. Orang-orang selalu ikut tertawa ketika mendengar ucapan hinaan kepada lawan yang di kalahkan nya. Ia mengakui dirinya paling kuat tak terkalahkan, semua lawannya di anggapnya ayam kampung. Ia selalu menghina lawannya ketika dia menang. yang bersiul. "Hei kau, dasar kau ayam kampung, hi... Hihihi. Kokok petok Kokok petok,haH, lucu sekali, Nggak usah lah kau bertarung, kau itu lemah, tak pantas melawan ku!, cari ayam lain saja sana untuk bertarung melawan mu."
Semua penonton tertawa mendengar ucap hinaannya itu.
Selesai dari pertarungannya itu ia mengambil uang taruhan yang di pegang ketua pelaksana acara tersebut, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Selang beberapa saat kemudian, di tengah perjalanan ia di hampiri sosok misterius yang memakai jubah hitam.
Wajahnya tak nampak, hanya dia yang bisa melihat sosok tersebut.
"Wahai pengikut ku, aku sangat suka sekali sifat sombong dan arogan mu itu, mau kah kau jadi pengikut setia ku." Ucap Sapan dan ajakan dari sosok misterius itu.
Areek terkejut ketika melihatnya, dalam hati bertanya-tanya siapa dia, ada apa dia menghampiriku. Tapi mulutnya seakan-akan tertahan karena ada rasa takut di hatinya, karena ia membawa sebuh tombak seperti Kampak.
Ia memaksakan diri untuk bertanya kepada sosok tersebut.
"Hai siapa kau, ada urusan apa kau menghampiri ku" tanya Areek kepada sosok misterius itu.
"Kau tak perlu tahu siapa aku. Yang terpenting adalah, apa kau mau jadi pengikut setia ku!. Kau akan ku berikan sebuah kekuatan supranatural yang membuat mu bisa mengalahkan orang-orang lemah lainnya." Jawab dan mengajak dari sosok misterius itu kepada Areek.
Areek terdiam dan sedang berpikir. Menurutnya tawarannya itu menarik, tapi apakah di jaman sekarang ini mungkin adanya hal-hal semacam itu, ia berpikir orang ini hanyalah orang iseng yang sedang bercosplay memakai jubah hitam seperti layaknya seorang malaikat pencabut nyawa, dan ucapannya itu hanyalah sebuah omong kosong belaka.
"Dimana kameranya, adakah kamera tersembunyi, kalo mau ekting bilang-bilang dong, nggak usah ada acara ngumpet-ngumpet segala, gue juga mau terkenal dan di kagumi para gadis-gadis di luaran sana" ucap Areek kepada sosok misterius itu.
"Orang ini bodoh atau apa sih." Ucap dalam pikiran sosok misterius itu.
"Sudah lah, jika kau setuju tolong tanda tangan ini." Ucap sosok misterius itu sambil memberikan sebuah kertas yang bertuliskan sebuah huruf kuno yang tak bisa di baca oleh Areek.
Areek mengambil kertas tersebut, tangan kiri memegang ujung sisi atas keras dan tangan kanan memegang ujung bawah kertas. Areek melihat isi dalam kertas tersebut, tapi ia tidak bisa membacanya. Lalu tiba-tiba jempol tangan kanan yang berposisi memegang ujung bawah kertas tiba-tiba seperti tergores silet, dan berdarah, membuat sebuah bekas sidik jari kedalam kertas itu, kemudian kertas tersebut yang di pegangnya itu tiba-tiba lepas darinya dan berada di genggaman sosok misterius itu.
Areek terheran dan bertanya dalam hati apa yang terjadi.
Sambil memegang jempol tangannya yang berdarah Areek menanyakan sesuatu kepada sosok misterius itu.
"Hai, sebenarnya siapa kau?, Bagaimana kau bisa melakukan ini!." Ucap Areek bertanya terheran kepada sosok misterius itu.
Kemudian sosok misterius tersebut menjulurkan telunjuknya ke depan ke arah Areek, tiba-tiba Areek pingsan dan sosok misterius tersebut menghilang dari hadapannya.
Sesaat kemudian salah satu orang yang berada di dekat jalan, melihat ada orang yang tergeletak di tanah, orang tersebut menghampiri dan mendekat kepada Areek yang sedang pingsan dan tergeletak tidur di jalan.
Orang yang melihatnya berteriak keras meminta tolong kepada orang lain. Kemudian orang-orang berkerumun melihatnya, dan bertanya-tanya "Apa dia masih hidup atau hanya pingsan, coba di cek denyut nadinya."
Salah satu orang memeriksa denyut nadi Areek. "Dia masih hidup, denyutnya masih berdetak" ucap dari salah satu orang yang mengecek keadaannya.
Areek terbangun dari pingsannya itu.
"Adududuh, sakit sekali kepala gue ini" ucap Areek ketika sadar dari pingsannya.
Areek terkejut ketika melihat banyak sekali orang ada di hadapannya, lalu ia berduri.
"Hey, hey, hey. Apa yang kalian lihat, gue bukan topeng monyet penghibur kalian, hus, hus, cepat kalian pergi, pergi sana." ucap Areek sambil menyuruh.
Orang-orang bersorak kepadanya. " huh.. payah, dasar orang stress."
"Paling dia habis minum, lalu pingsan di jalan."
"Atau mungkin dia orang gila yang habis di suntik yang kemudian kabur dari rumah sakit jiwa, lalu pingsan di jalan."
Siulan dari para penontonnya.
Lalu Areek pegi berjalan pulang menuju rumahnya.
"Sialan, mereka kira gue ini topeng monyet apa, di kerumunan dan di lihat-lihat kaya gitu, mereka tidak tahu apa gue ini orang jagoan, kalo gue mau, gue hajar mereka satu persatu."
ucap Areek merasa kesal karena di lihatin kaya topeng monyet.
"Oh iya, orang misterius itu kemana perginya ya, sialan gue di buat pingsan olehnya, apa dia seorang yang bisa menghipnotis orang lain, sialan tuh orang, awas aja kalau ketemu lagi sama gue, gue hajar tuh orang. Oh iya coba gue cek dompet jangan-jangan orang itu penipu lagi, Akh tapi ada dompet gue, syukur lah." ucap Areek sambil berjalan.
Di dalam perjalanan pulang, Areek masih berpikir tentang kejadian yang barusan ia alami, jika dia bukan seorang hipnotis penipu, lalu siapa dia sebenarnya. Areek tidak perduli, tidak mau repot-repot memikirkannya, yang penting dompetnya aman sudah cukup.
Sesaat kemudian setelah sampai di depan rumahnya, ketika dia membuka pintu rumahnya, ada Kakak perempuannya bernama Sitianita di panggil kak Siti. berusia 30 tahun, seorang janda yang di tinggal pergi merantau oleh suaminya selama 5 tahun. Mereka hanya tinggal berdua saja di rumah, orang tuanya meninggal karena memang sudah usia.
"Hai berengsek, darimana saja kau, jam segini baru pulang." ucap kak Siti sambil marah.
"Alah, kamu tidak perlu tahu kak, kau masak saja sana di dapur" jawab Areek.
"Adik sialan dan tak tahu diri, kalo di tanya selalu membantah, mau gue hajar Lo ya!." ucap kak Siti.
"berisik lah, gue capek, gue mau ke kamar dulu" ucap Areek.
Areek pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan kakaknya yang sedang marah-marah kepadanya.
"ikh... greget banget gue sama bocah sialan itu, ingin rasanya gue menggorengnya jadi ayam goreng, pingin gue giles, giles, di papan penggilesan cucian, susah banget di bilangan dan di aturnya." siulan amarah dari kak Siti.