"Ma, aku lulus SNMPTN di UI. Akhirnya Ma." Ucap Cyntia sambil memeluk Mamanya.
*Satu minggu kemudian*
Pagi-pagi buta Cyntia menarik kopernya untuk berangkat ke bandara. Ia sangat antusias karena akan berkuliah di Universitas favoritnya.
"Ma, Cyntia berangkat ya." Ucap Cyntia pada Mamanya yang tidak bisa mengantarnya sampai ke bandara.
30 menit kemudian Cyntia tiba di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Ia berjalan sendirian menuju tempat cek in.
Setelah melewati beberapa pemeriksaan Ia pun duduk di ruang tunggu sambil memakan sepotong roti.
"Kepada penumpang pesawat Xxx QG971 tujuan Halim PerdanaKusuma silahkan menuju gate 2." Terdengar suara panggilan untuk keberangkatan menuju Jakarta, Cyntia pun segera menuju gate 2.
Sambil mengantri Cyntia masih dengan ambara yang tinggi untuk pergi ke Jakarta. Namun setelah mengantri panjang saat ia berjalan hendak menuju pesawat, Cyntia melihat kupu-kupu dengan corak yang teramat cantik. Kupu-kupu itu mengalihkan perhatiannya, hingga ia berjalan melewati jalan yang akan ke pesawat itu. Cyntia terus berjalan lurus mengikuti kupu-kupu tadi.
Hingga ia tak sadar dia sedang berada di mana saat ini.
Ia berjalan di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga cantik dan masih mengikuti kupu-kupu itu.
*Cyntia POV*
"Duh cakep banget kupu-kupu nya, eh.. kok wangi sekali disini." Batinku. Awalnya aku tak menyadarinya jikalau aku sudah tidak berada di bandara lagi. Tapi saat aku mengendus wanginya bunga-bunga melati yang bertebaran di taman ini, kini aku sadar ada yang tidak beres.
Kupu-kupu yang aku ikuti sedari tadi kini ia berhenti terbang dan hanya diam di hadapanku.
Tiba-tiba..
Wujud kupu-kupu itu menghilang bersama dengan cahaya terang yang muncul tiba-tiba di depanku dan itu sangat menyilaukan mataku. Aku pun spontan menutup mata.
"Permaisuri Ku akhirnya aku menemukanmu." Ucap pria yang tiba-tiba muncul di hadapanku.
Aku pun membuka mata. Terlihat pria bertubuh tinggi berwajah tampan dan memakai pakaian aneh menurutku.
"Si.. siapa kamu?" Tanyaku dengan agak gugup.
*Author POV*
Pria itu tersenyum pada Cyntia lalu memeluknya dengan erat. Di balik pelukan itu wajah pria tampan itu menitikkan buliran bening dari ujung pelupuk matanya. Ia akhirnya menemukan permaisuri yang selama ini menghilang entah kemana.
Di dalam dekapan pria tampan itu, Cyntia merasakan adanya kenyamanan tapi pikirannya berpikir lain.
"Si.. siapa kamu kenapa main peluk orang aja?" Ucap Cyntia sambil melepas pelukan pria tampan itu.
"Olivia, mungkin kamu melupakanku tapi aku tidak akan melupakanmu. Jadi ayo kita ke istana untuk mencari tau siapa dirimu sesungguhnya." Ucap Pria yang mengaku suaminya Cyntia.
Cyntia kebingungan dengan situasi ini. Ia melihat sekeliling, tak ada lagi orang-orang yang simpang siur dihadapannya, tak ada lagi suara-suara yang bersahut-sahutan di telinganya kecuali suara pria itu.
"A.. aku dimana? Tadi aku kan di bandara, tapi kenapa aku bisa ada di sini?" Batin Cyntia.
Seketika cairan bening mengalir dengan deras dari ujung pelupuk matanya.
"Mama, aku di mana?" Ucap Cyntia sambil terisak dalam tangisnya.
Pria yang bernama Ares dan berstatuskan sebagai kaisar itu terdiam tak berkutik saat melihat permaisuri yang teramat ia cintai sedang menitikkan air mata.
Ia pun mendekat pada Cyntia lalu menghapus cairan bening yang ada di pipi Cyntia itu.
Cyntia pun mendongakkan kepalanya lalu menatap wajah Ares yang ada di hadapannya.
"Siapa pria ini? Kenapa dia menganggap ku sebagai permaisurinya? aku masih berumur 17 tahun, bagaimana mungkin sudah menikah?" Tanya batin Cyntia.
Ares mencoba untuk menenangkan Cyntia, lalu mengajaknya pergi ke istana.
Sekitar 10 menit kemudian keduanya tiba di depan gerbang istana.
"Hormat yang mulia kaisar dan permaisuri." Ucap serempak para penjaga gerbang istana itu sambil menundukkan badan dan kepalanya.
Cyntia membelalakkan matanya saat mendengar kata permaisuri. "Berarti pria ini tidak berbohong?" Tanya Cyntia dalam hati.
Keduanya pun berjalan masuk ke dalam istana setelah di bukakan pintu gerbang oleh penjaga.
"Sekarang kamu sudah percaya kan? kalau kamu adalah permaisuri ku?" Tanya Ares sambil menampilkan senyumnya yang menawan.
Cyntia menundukkan wajahnya karena terpanah dengan senyuman yang di keluarkan oleh Ares.
"I..iya ka.. kaisar." Jawab Cyntia masih dengan menunduk.
"Duh kenapa Ia tampan sekali seperti Ji Chang Wook Oppa. Kalau begini ceritanya aku bakal betah di sini." Batin Cyntia.
"Duh, Mama aku harus gimana?" Batin Cyntia lagi.
Di kediaman Melati
Kaisar dan Permaisuri tiba di kediaman melati milik permaisuri. Cyntia celingukan memperhatikan sekitar dan bangunan kayu yang penuh dengan ukiran cantik yang ada di hadapannya.
"Ini dimana si? Kayak di komik aja." Batin Cyntia.
"Nah sekarang sudah tiba, silahkan istirahat terlebih dahulu permaisuri ku." Ucap Kaisar Ares dengan lembut.
"Nanti malam aku akan datang lagi kesini." Ucapnya lagi.
Setelah kaisar Ares berlalu dari pandangannya, Cyntia pun masuk ke dalam bangunan yang bernama kediaman melati itu.
Tepat Cyntia akan membuka pintu itu tiba-tiba..
"Astaga.." Teriak Cyntia.
Cyntia kaget saat membuka pintu berdiri seorang wanita yang tengah ingin membuka pintu dari dalam.
"Ya.. yang mulia, akhirnya.. Yang mulia kembali." Ucap Siti pelayan permaisuri dari dulu.
"Ehem.. Ka.. kamu siapa?" Tanya Cyntia heran.
Siti mengedip-ngedipkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang Ia lihat sekarang. Karena Cyntia penasaran dengan dirinya yang ada disini, ia pun minta Siti untuk menjelaskan siapa dirinya dan sedang dimana dia sekarang serta bertanya seputar tentang kaisar.
2 jam sudah Siti menceritakan dan menjelaskan semua yang ingin diketahui oleh Cyntia.
"Oh jadi aku juga baru toh diangkat jadi permaisuri dan ini? aku di mana si? komik apa novel? atau aku masuk ke dunia kerajaan jaman dulu? tapi mana ada kaisar yang bernama Ares, yang benar aja kali." Gerutu Cyntia dalam hati setelah mengetahui seluk beluk cerita di sini.
"Em.. Siti, jam berapa sekarang? aku mau keliling istana lah." Tanya Cyntia.
"Jam 12 siang Yang mulia." Jawab Siti.
Cyntia mulai mengeluarkan senyum cantiknya. "Hehehe, bisa nih traveling di dunia lain." Batinnya.
"Kalau begitu mari tunjukkan jalan padaku menuju tempat-tempat indah yang ada di istana ini."
"Ba.. baik yang mulia." Jawab Siti sambil menuntun Cyntia untuk berjalan keluar dari kediaman melati.
*Di taman sakura tepi danau*
Cyntia dan Siti tiba di tempat yang paling indah yang ada di istana.
"Wah indah dan cantik sekali tempat ini." Ucap Cyntia bahagia.
Cyntia memperhatikan pemandangan yang indentik dengan komik-komik yang sering ia baca. Di depannya terdapat danau yang super tenang dengan bunga teratai yang mengapung indah di atasnya. Di pinggir danau itu pun dipenuhi dengan pohon bunga sakura yang sedang berbunga mekar, ada yang berwarna putih dan ada juga yang pink.
"Wah ada bunga sakura, akhirnya aku bisa melihat bunga sakura yang ada di korea itu." Batin Cyntia.
Ia berkeliling memutari danau dan sesekali memetik bunga sakura yang tak terlalu tinggi. Cyntia menari-nari bahagia di bawah pohon sakura sambil mengangkat hanbok yang dikenakannya.
Namun saat mengangkat hanbok nya Ia tak sengaja menginjak selendang yang entah kapan ia pakai itu.
Srekk..
"Ahh.." Teriak Cyntia.
Ia memejamkan matanya dan Cyntia tak merasakan sakit karena ia tau ada seseorang yang menangkapnya. Lalu ia memicingkan matanya untuk melihat siapa orang yang menangkapnya itu.
Saat ia melihat terdapat wajah pria tampan di hadapannya sekarang, ia pun tanpa sadar tersenyum bahagia dan membukakan kedua matanya.
"Ka.. kaisar.. Makasih." Ucap Cyntia sambil menatap matanya.
Mata Cyntia dan Kaisar pun kini beradu saling menatap. keduanya sama-sama tersenyum bahagia.
"Yang mulia tidak apa.." Ucap Siti terpotong saat melihat Cyntia dan Ares sedang menatap mata satu sama lain.
Keduanya pun sadar dan langsung memperbaiki diri untuk berdiri dengan benar.
"Siti.. Kamu boleh pergi sekarang." Perintah Cyntia pada Siti dan Siti pun berlalu.
"Kapan lagi kan aku bisa berjalan berdua dengan kaisar yang berwajah tampan dan berpostur tubuh yang sempurna ini, di bawah pohon sakura yang bermekaran lagi." Batin Cyntia.
Ares dan Cyntia berjalan pelan mengitari danau di bawah pohon sakura sambil bergandeng tangan. Keduanya senyum-senyum tak jelas karena hati mereka sedang bermekaran seperti bunga yang ada di atas kepalanya.
"Hehehe.." Ucap Cyntia.
"Dek bangun.. udah nyampe ni di Jakarta." Ucap seorang pramugara yang kebingungan sendiri memperhatikan Cyntia yang tengah asik dalam tidurnya.
"Hah? Jakarta?" Ucap Cyntia lalu membuka matanya.
Cyntia memperhatikan wajah pramugara yang sedang membangunkannya itu. Wajahnya sangat mirip dengan kaisar yang ada di dunia lain tadi.
"Iya ini sudah di Jakarta, semua penumpang sudah keluar kecuali kamu." Jelas pramugara itu.
"Jadi yang tadi aku lewati hanya mimpi?" Batin Cyntia.
"Tapi kenapa wajah pramugara ini sangat mirip dengan kaisar ku." Ucapnya lagi dalam hati.
Lalu Cyntia memperhatikan papan nama yang tertempel di baju pria itu tertulis dengan nama Ares.