Kinarsih, ia adalah seorang murid yang lumayan pintar dan merupakan seorang ketua kelas.
Revan, ia adalah seorang murid nakal yang sering sekali mendapat cibiran dari gurunya, dan merupakan seorang bad boy, namun, walau ia adalah seorang bad boy, ia tak bermain wanita.
Suatu hari disekolah...
"Stop! Kamu gak bisa masuk kekelas, kamu terlambat Revan!" Ucap Kinarsih dengan nada tegas.
Revan melihat jam tangannya dan memutar bola mata malas melihat Kinarsih yang selalu mempermasalahkan soal waktu.
"Cuma terlambat 32 detik gak apa apa lah." Ucap Revan.
"Waktu adalah waktu yang tidak bisa dibantah." Ujar Kinarsih.
"Ya ya ya, terserah padamu saja." Ucap Revan.
Revan pun membawa motornya menuju parkiran dengan Kinarsih yang mengikutinya, melihat Kinarsih mengikutinya, Revan mendengus kesal.
"Untuk apa kamu mengikutiku?" Tanya Revan.
"Heh! Ingat aku belum memberimu hukuman! Enak saja mau kabur." Jawab Kinarsih.
"Memang apa hukumannya? Berlari keliling lapangan?" Ucap Revan.
"Keenakan kalau cuma keliling lapangan, mendingan kamu bersihin seisi sekolah, dari lobby, ruang kelas, ruang guru, ruang lab, dan toilet laki laki." Ucap Kinarsih menjelaskan hukumannya.
"Ha? Sebanyak itu?" Ucap Revan termenung.
"Segitu enggak banyak, udah lah kerjain aja sebelum aku tambahin hukumannya." Ucap Kinarsih
"Kalau bareng kamu sih aku mau kerjainnya." Ucap Revan.
"Lah, kenapa harus bareng aku?" Ucap Kinarsih.
"Kan kamu yang kasih hukuman." Ucap Revan sembari mengedipkan sebelah matanya nakal.
Hal itu sontak membuat Kinarsih blushing, karena memang itu yang pertama kali setelah sekian lama tak ada yang seperti itu.
"Ekhem." Suara seseorang menyadarkan Kinarsih dari lamunannya.
"Eh, bu Sita, ada apa bu kemari?" Ucap Kinarsih.
"Tadinya saya mau keluar cuma ngeliat kalian disini seperti nya saya ganggu ya." Ucap Sita.
Sita, ia adalah seorang guru yang mengajar dengan pelajaran IPA dan mengajar dikelas Kinarsih.
"Eh, enggak kok bu, emang ibu mau pergi kemana?" Tanya Kinarsih.
"Mau pergi buat rapat dulu Narsih." Ucap bu Sita ramah.
"Oh oke baiklah bu, kalau gitu saya pergi kekelas dulu." Ucap Kinarsih berpamitan dan lupa dengan kehadiran Revan yang masih bernegoisasi.
"Oke Narsih, tapi kamu sama Revan disini tadi ngapain?" Ucap Siti.
Aduh kenapa aku bisa lupa ada dia yang belum diurus sih. Ungkap suara hati Aretha.
"Cuma sedikit memberi hukuman bu, soalnya dia terlambat." Ujap Kinarsih.
"Oke, jangan banyak banyak kasihan Narsih." Ucap Siti.
Mengapa Siti berbicara seperti itu? Karena ia tahu jika Kinarsih memberi Revan hukuman selalu banyak.
"Iya, siap bu." Ujar Kinarsih.
"Bagus! Kalau gitu ibu pergi dulu." Ucap Siti lalu pergi melewati Kinarsih.
"Oke baik bu."
"Hei, kamu selamat hari ini karena ada bu Siti, coba aja gaada." Ucap Kinarsih sambil mendengus kesal.
Karena mendengar bahwa dirinya selamat berarti ia aman, sehingga, ia pun segera pergi ke kelas nya.
LANJUT EPISODE 2
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMEN YAA❤️❤️❤️