• • •
Naira seorang gadis yang berusia kurang lebih 17 tahun. Naira termasuk anak yang imut, humoris, cantik, cepat tanggap, dan menyenangkan anaknya.
Naira memiliki mama tiri yang bernama Xafiena. Usianya tak jauh berbeda darinya. Xafiena seorang sekertaris di kantor Zeno, Papa Naira. Namun setelah meninggalnya Aura, Mama Naira, Papa Zeno menikah dengan Xafiena.
" Aku nggak suka sama Xafiena, umurnya tak jauh beda dariku. Dia hanya ingin harta dari Papa dan ingin balas dendam padaku. " Kata Naira pada Reni, sahabatnya.
" Balas dendam kenapa? " Tanya Reni.
" Katanya kalau mantannya itu sekarang pacaran sama aku. " Jawab Naira.
" Siapa mantannya? " Tanya Reni lagi.
" Si Revan. Padahal kita kan cuma temenan. " Jawab Naira.
" Emang udah nggak waras kali tuh mahmud (Mamah muda). " Celoteh Reni yang mendapat anggukan dari Naira.
" Kamu tau nggak, si mahmud tuh punya pacar juga. " Kata Naira.
" Tau darimana kamu? " Tanya Reni.
" Kemarin aja yah, tuh mahmud di beliin kalung sama pacarnya. Tapi ngakunya sama Papa kalau dia beli sendiri. " Jawab Naira.
" Dah gila tingkat akut kali tuh mahmud. " Sahut Reni.
" Terus sekarang gimana? Ya kali kamu diem aja. " Tanya Reni lagi.
" Tenang, aku punya rencana kok. " Jawab Naira.
" Rencana apa? " Tanya si Reni lagi.
" Emmmm, besok libur kan. Mending kamu ikut aku ke rumah, nginep aja nanti. " Pinta Naira.
" Boleh, Bunda sama Ayah juga lagi keluar kota kok. " Kata Reni.
" Sekarang kita ke cafe aja, laper soalnya. " Usul Naira yang diangguki Reni.
🌃 Malam harinya di rumah Naira...
" Ren, mending kamu kekamar aja sekarang. Aku mau makan buah dulu di meja makan. Sambil nunggu mahmud, pasti bentar lagi dateng. " Perintah Naira.
" Oke, nanti jangan lupa, bawain buah buat aku yah! " Pinta Reni yang di angguki Naira.
Disaat Naira asik makan buah, tiba-tiba si mahmud datang, ya dia adalah Xafiena.
" Hey anak bandel, pasti baru pulangkan kamu? " Tebak Xafiena mendekat ke Naira.
" Sok tau amat. " Sahut Naira melanjutkan makan dan tak menghiraukan si mahmud yang ngoceh nggak jelas.
" Nggak usah bohong, pasti kamu habis nongkrong-nongkrong kan sama temen-temen kamu itu. " Sahut Xafiena.
" Bisa diem nggak sih, berisik banget jadi orang. " Kata Naira dengan ketus.
" Hahaha, aku bakal laporin kamu ke Papa kamu, kalau selama dia di luar negeri, anaknya ini bandel, nggak bisa di bilangin, suka keluyuran, nongkrong nggak jelas. Bakal aku jelek-jelekin nanti kamu di depan Papa kamu, pasti nanti kamu akan di masukin ke asrama. " Ocehan Xafiena yang tak berfaedah sama sekali bagi Naira.
" Serah, mau laporin apa aja, nggak peduli juga aku tuh. Yang ada, aku bakal yang laporin kamu, kalau kalung kemarin yang beliin pacar mu kan. Pake ngaku-ngaku beli sendiri. Huuuhhh... Dasar... " Ancam Naira.
" Ta...tauu da...darimana kamu? " Tanya Xafiena sedikit gugup.
" Tuh kan bener. Apa yang aku nggak tau. " Jawab Naira.
" Eh jangan dong, jangan bilang. Oke aku nggak bakal bilang ke Papa kamu kok. " Sahut Xafiena dengan cepat.
" Gak bisa, aku bakal laporin ke Papa sekarang. " Kata Naira mengambil handphone yang ada di meja sampingnya.
" Eh jangan dong anak bandel, kan aku nggak jadi laporin. Jadi nggak usah laporin juga yah. " Kata Xafiena berusaha merebut handphone Naira.
" Ogah. " Kata Naira.
" Nggak bisa di telfon nih Papa. Dari tadi cuma berdering doang. Haha gue kerjain ah nih mahmud. " Kata Naira dalam hati.
" Jangan gitu dong ah, kamu gak asik. " Kata Xafiena.
" Hallo, Pa. " Sapa Naira.
".......... " Padahal Naira cuma pura-pura. wkwk😂
" Enggak ada apa-apa sih, Pa. " Kata Naira berpura-pura menjawab pertanyaan dari Papanya.
".......... "
" Lagi di rumah aja, Pa. " Lanjutnya.
"......... "
" Oh udah makan kok, aku cuma mau bilang ... " Kata Naira terputus karena si mahmud yang terus berusaha merebut handphone Naira.
" Ih, apaan sih. Ganggu aja tau gak! " Kata Naira pada Mahmud dengan nada tak suka.
Akhirnya terjadilah perkelahian memperebutkan emas, eh eh salah, maksudnya merebutkan handphone Naira.😂
.
(seru nih keknya buat yang paham sama alurnya)
.
Naira yang mengangkat handphonenya tinggi-tinggi, sedangkan si Xafiena yang tak mau kalah juga tetep kekeh untuk merebut handphone Naira.
" Halo, Pa. Aku cuma mau ngasih tau kalo kalungnya si Mahmud kemarin itu yang beliin pacarnya. " Kata Naira sedikit berteriak karena si Mahmud yang mulai kelelahan akhirnya terkejut mendengar kata-kata Naira.
Jelas lah ya, karena Xafiena taunya kalo itu Naira beneran nelfon Papanya. Padahal kan kagak. Ahahaha😂😂
".......... "
" Iya, Papa kemarin di bohongin sama dia. " Lanjut Naira.
".......... "
" Ide bagus, Pa. Sita aja mobil, sama kartu ATM nya. Hahahaha. " Sudah jelas kaget bukan main si Mahmud. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, semua duitnya ada disitu dan mobilnya ikutan disita. Ckckck sungguh malang nasib si Mahmud matre ini. Ahaha😅
".......... "
" Ya udah, Pa. Aku cuma mau ngasih tau itu aja, Bye. " Setelah selesai dengan drama yang dibuatnya. Naira memutuskan untuk ke atas menyusul temannya tadi, dan tak lupa membawakan titipan nya tadi.
" Astaga. AWAS KAMU YA ANAK BANDEL. " Teriak Mahmud sambil ancang-ancang ingin melempari Naira dengan gelas yang ada di meja makan.
Sayangnya, Naira sudah lari secepat kilat ke arah tangga.
🥀Di kamar Naira
" Eh, tadi kamu beneran nelfon Papa kamu ya? " Tanya Reni yang penasaran sedari tadi karena mendengar kegaduhan di lantai bawah.
" Enggak si, niat awal mau nelfon, tapi Papa gak bisa di telfon. " Jawab Naira memberikan buah kepada Reni.
" Wah, acting yang sangat bagus. 👍👍" Kata Reni memberikan kekaguman pada Naira.
" Ahaha, siapa dulu. Naira gitu loh. " Sahut Naira ikut cekikik sendiri.
• • •
.
.
.
📽
|| BERSAMBUNG ||
.
.
.
Maaf banyak typo🤥
~
Maaf juga ceritanya gaje ya, hehe 😅
~
Jangan lupa di like guys🤗😍
~
Thankyou😊
.
.
.
~@Ad_