Bermula dari sebuah dendam yang merubah Anaya menjadi seorang psychopath. Bagaimana tidak? Anaya sedari kecil sudah kehilangan Ayah dan Ibu nya, dan Anaya tidak bisa lupa pada orang yang telah membunuh orang tua nya.
" S - siapa kau? " Anaya berjalan mendekat ke arah orang yang saat ini sudah di tawan nya.
" Apa!!! Kau tidak mengenali ku orang tua? " Anaya tertawa devil.
" To - tolong jangan sakiti aku " Orang tua itu mengiba pada Anaya.
" Sudah terlambat, sekarang maut mu sudah di depan mata " Anaya menaruh pisau nya di leher orang tua itu.
" Aku mohon jangan bunuh aku, a - aku berjanji akan melakukan apapun asal kau membebaskan ku " Tawar nya.
Anaya mencengkeram kuat rahang orang tua itu, bagaimana pun juga Anaya masih ingat saat orang tua di depan nya ini menghabisi orang tua nya dengan tragis dan brutal.
" Kau bahkan takut dengan pisau ku ini, tapi beberapa tahun silam kau bahkan membunuh orang tanpa ampun dan brutal " Anaya tertawa devil dan menampar wajah orang tua itu.
" S - siapa kau sebenarnya? " Ucap orang tua itu dengan gemetar dan terbata - bata.
" Aku adalah seorang anak yang kehilangan orang tua nya, dan itu semua karna diri mu!!! " Jawab Anaya marah.
" Kau anak kecil yang saat itu menangis? "
" Ternyata ingatan mu masih kuat " Anaya berdiri dan menginjak kaki pria tua itu.
Pria tua itu meringis menahan sakit, namun Anaya sama sekali tidak mempedulikan itu. Mungkin bisa di bilang saat ini Anaya tidak memiliki hati. Amarah dan dendam mengusai diri Anaya, ia bahkan tidak segan - segan menoreh kan pisau nya ke kulit pria itu.
" Bagaimana rasa nya hah? " Tanya Anaya dengan tersenyum miring.
" Sakit bukan? " Anaya mengelus lembut wajah pria itu, kemudian ia kembali menampar nya.
" Kau berharap apa? Aku akan melepaskan mu? Hahaha itu mustahil!!! " Anaya merasa puas saat melihat pria itu lunglai tak berdaya.
" Aku akan menyiksa mu, sampai kau sendiri memohon kematian pada ku " Anaya berjalan pergi meninggal kan pria itu.
Keesokan harinya...
" Nona Anaya!!! " Panggil salah satu pengawal nya.
" Katakan!!! " Ucap Anaya tegas.
" Saat ini polisi tengah gencar mencari keberadaan anda, saya hanya takut jika polisi itu menemukan anda " Jelas nya.
" Apa kau meragukan kemampuan ku Malik? " Tanya Anaya.
" Bukan seperti itu Nona, kami semua sangat menyayangi anda itulah sebabnya kami mengkhawatirkan nya " Balas Malik menunduk.
" Oh Malik, harus nya kau tahu, seribu polisi akan kalah melawan ku seorang diri " Anaya tertawa devil dan segera pergi.
Malik dan pengawal lain nya hanya saling pandang, mereka semua tidak ada yang berani menghentikan Nona nya.
" Bagaimana jika Nona akan tertangkap? " Tanya Lucky khawatir.
" Kita hanya bisa berharap semoga Nona tidak kenapa - kenapa " Balas Malik.
Malik dan para pengawal lain nya kembali berjaga, khusus nya ruang bawah tanah yang di gunakan Anaya untuk menyiksa dan mengeksekusi mangsa nya.
Tidak ada lagi Anaya yang berhati lembut dan baik kesemua orang, Anaya benar - benar berubah menjadi psychopath handal. Bahkan ia tidak pernah takut menghabisi mangsa nya di depan umum.
" BERHENTI!!! " Teriak seorang polisi yang melihat Anaya melintas di depan nya.
" Apakah anda Anaya Anastasya Auriga? " Tanpa ragu Anaya mengangguk, bahkan ia sama sekali tidak merasa takut.
" Anda kami tahan karna kasus pembunuhan berantai " Ucap polisi itu.
Baru saja polisi itu akan membawa Anaya ke mobil, Anaya sudah lebih dulu menusuk kan pisau nya ke jantung polisi itu. Polisi itu meringis kesakitan, bahkan darah segar sudah mengalir dengan deras membasahi seragam nya.
" Jangan coba - coba mencari masalah dengan ku!!! " Anaya mencabut paksa pisau itu dari tubuh polisi itu. Polisi itu berteriak dengan keras karna tak kuasa menahan sakit, tidak lama polisi itu tewas di tempat.
Setelah urusan nya selesai, Anaya memutus kan pulang. Anaya bahkan masih bisa merasa tenang setelah apa yang barusan ia lakukan pada polisi itu.
" Nona!!! " Panggil Malik senang karna sang Nona nya pulang dengan keadaan baik - baik saja.
" Ada apa dengan kalian semua hah? Mengapa kalian berjaga di depan mansion? " Tanya Anaya marah.
" Kami hanya ingin menyambut kedatangan Nona, tapi kami sudah menugaskan pengawal lain untuk berjaga di bawah tanah " Balas Malik menunduk.
Anaya tidak menjawab, ia segera masuk ke dalam mansion nya menuju ruang bawah tanah.
" Sungguh malang nasib mu " Pria tua itu mendongakkan kepalanya, kemudian kembali meringkuk tubuh nya.
" Andai saja kau tidak membunuh Ayah dan Ibu ku, mungkin nasib mu tidak akan seperti ini. Jika kau saja bisa membunuh orang tua ku dengan brutal maka mengapa aku tidak? " Anaya mengambil pisau nya, kemudian menorehkan nya pada bagian kaki pria itu.
Keadaan pria itu sangat mengenas kan, sekujur tubuh nya penuh luka dan lebam. Tapi Anaya sama sekali tidak merasa iba, bahkan ia sangat bersemangat menyiksa pria itu.
" Kau harus nya bersyukur, biasa nya orang yang masuk ke ruangan ini akan segera ke neraka. Tapi kau bahkan berhari - hari disini masih bisa bernafas, kau begitu hebat orang tua " Anaya mengelus lembut wajah pria itu.
" J - jika k - au i - ingin me - membunuh ku, ma - maka lakukan lah se - sekarang " Ucap nya dengan susah payah.
" Ohow, tidak semudah itu sayang ku " Anin menginjak kuat kepala pria itu, seketika darah segar keluar dari hidung dan telinga nya.
" Darah, yah aku sangat menyukai nya " Anaya tertawa puas menatap pria itu.
" Nona, mau di apakan dia? " Tanya Malik yang tiba - tiba datang.
" Kau tidak usah mengurus nya, dia adalah tugas ku " Anaya beranjak pergi menuju kamar nya.
Anaya membaringkan tubuhnya di kasur king size milik nya, ia menatap langit - langit kamar nya.
Hitam? Itulah yang Anaya lihat, semenjak orang tua nya tiada, Anaya mengganti warna chat dan interior mansion nya berwarna gelap.
Siapa sangka seorang psychopath kejam seperti Anaya tengah menangis? Gadis itu memeluk erat foto orang tua nya, ia masih belum ikhlas atas apa yang menimpa diri nya. Karna di tinggal kan di usia yang masih muda, Anaya tidak bisa mengendalikan amarah dan dendam nya, hingga kedua hal itu merubah diri nya menjadi seorang psychopath.
Mungkin sudah banyak korban Anaya, namun tidak ada satu pun polisi yang berani menangkap nya. Iba? Sungguh itu tidak ada lagi pada diri Anaya, ia hanya akan mencari mangsa lalu membunuh nya. Bagi Anaya membunuh mangsa adalah hiburan bagi diri nya.
END
🍥🍥🍥
Maaf jika cerpen nya kurang bagus, ini untuk pertama kali nya aku nulis cerpen genre psychopath. Semoga kalian berkenan untuk memberikan dukungan serta like nya. Ouh iya mampir juga ke karya ku lain nya, yang mau di feedback komentar oghey?