Ternyata hidup miskin memang tidak mengenakan banyak kesedihan dan kepahitan hidup yang saya rasakan, Tapi saya kembali sadar miskin masih sanggup saya tahan namun perlakuan manusia yang menambah kepahitan.
Saat itu di SMA ku ternyata ada peraturan baru, peraturan ini untuk kenyaman dan ketertiban bersama ya saat pagi disekolah aku yang datang dengan motorku yang apa adalah.
Bahkan aku insecure Sendiri jika motorku yang paling jelek diantara motor teman-teman yang lainnya, tapi kenyataannya memang benar itu terjadi.
Ohh ya peraturan baru itu adalah parkiran motor dipisahkannya yaitu motor matic dan motor manual, kebetulan motorku motor manual.
Terlihat parkiran motor matic telah penuh terisi, dan parkirannya ada atap Lo teman-teman sedangkan parkiran motor manual diletakkan diluar dan tidak beratap hanya diatapi oleh langit dan awan.
Pagi ini aku beruntung aku memiliki teman yang senasib, ya orang miskin dengan motor manual sederhana jeleklah bahkan kebanyakan orang kata motor layak untuk ke kebun.
Sangat sedih rasanya hari itu aku ingin sekali pulang saja kerumah, kenapa harus ada pembedaan dalam memakirkan motor. apa motor jelek yang berdekatan berdampingan diparkiran, akan membuat motor bagus atau motor matic jadi motor manual.
Atau motor jelek mempunyai virus seperti covid-19 yang menular dan sangat ditakuti, saat diparkir itu ada ketua osis dan temannya yang sedang memantau area parkiran.
Dia melihatku saat memarkirkan motor, jika jiwa insecure Ku berkata dia mengatakan kasian sekali ternyata hanya mereka berdua yang dikatakan siswa tidak mampu atau hanya punya motor jelek.
Sudahlah ini hidupku takdir kaya atau miskin, sudah hadir dan melekat didiriku saat dikandung takdir dari Allah.
Tapi yang tidak aku habis pikir apakah tujuan dari peraturan pembedaan parkiran, untuk membuat rapi atau ingin melihat prestasi kaya dan miskin.
Ahh sudahlah seperti yang sering aku katakan, jika kepahitan dan kedewasaan dalam hidupku aku temukan di masa SMA masa paling indah dalam hidupku.
Aku harus bisa tetap tersenyum meski didalam hati ini sangat pahit rasanya, diperlakukan berbeda disekolah untung saja aku punya teman juga saat diparkiran berarti Allah masih sayang kepadaku.
Aku pernah mendengar seseorang berkata atau memberikan tanggapan terhadap orang miskin yang bersyukur dari kehidupannya yang miskin.
Jika kamu bersyukur dengan kehidupanmu yang miskin maka aku yakin selama hidupmu kamu akan miskin dan tidak akan bisa merubah hidupmu menjadi kaya.
Satu hal yang ingin aku sampaikan dan ini adalah pendapat dan logika ku, aku akan menyanggah orang tersebut aku mencontoh pemimpin ku Baginda Muhammad Saw.
Beliau berkata dan berdoa " Lahirkan aku dalam keadaan miskin, hidupkan aku dalam keadaan miskin, dan matikan aku dalam keadaan miskin".
Miskin yang dimaksud baginda bukan berarti beliau hanya diam dan pasrah, bahkan beliau tetap berusaha dalam hidupnya sampai akhir hayatnya.
Beliau tidak ingin terlalu mengejar dunia sampai melupakan bekal kehidupan yang hakiki nantinya yaitu akhirat.
Maka dari itu aku bersyukur menjadi orang miskin, karena tidak ada tanggungan yang berat untuk aku tanggung dan pikul.
Dalam sebuah riwayatpun mengatakan jika orang miskin lah yang akan lebih dulu masuk surga, karena tidak ada tanggungan dan waktu lebih lama untuk mempertanggung jawabkan harta yang dimiliki bukan.
Aku hanya mencoba meluapkan apa yang aku rasakan dan apa yang bisa aku sampaikan.
Hari ini bahkan dari Senin kemarin aku sangat semangat untuk menulis meluapkan apa yang aku rasakan dan hasil dari pikiran logika ku.
Karena hari itu dosen ku memberikan tugas untuk membuat kesimpulan tanggapan dari apa yang ia sampaikan.
Dan hasil tanggapan dan pengembangan logika ku dikomentari Sangat baik, " terus kembangan tulisan mu dalam narasi agar dapat memberikan manfaat untuk banyak orang dan para reader seperti kalian.
Nanti aku akan buat tanggapan dan pengembangan logika ku yang diberi nilai baik dan support untuk ku.