Hay perkenalkan namaku karina. Aku hanyalah anak dari seorang nelayan. Ibuku bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Selain sekolah aku juga sering membantu pekerjaan ibuku. Terkadang aku menjadi bahan olok olokan dari temanku tapi tak membuatku gentar untuk bisa menjadi seorang yang sukses. Aku selalu belajat dengan giat untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus.
Suatu hari aku bertepatan dengan beberapa tentara yang sedang melakukan tugas mereka. Disana bukan hanya ada tentara Pria tapi juga tentara wanita yang sangat cantik sekaligus terlihat sangat keren. Aku yang tertarik dengan para tentara wanita tersebut, aku meminta foto, sekaligus meminta no ponselnya agar aku bisa mengetahui lebih dalam tentang TNI. Dia pun dengan sukarelanya memberikan no ponselnya. Ia bahkan berkata akan membantu ku untuk bisa masuk Tentara.
Aku pun sangat bahagia, dari situ aku sangat bersemangat dan bercita cita menjadi seorang tentara. Setiap harinya aku selalu menelpon kaka tentara cantik, untuk mencari tahu tes apa saja yang akan di lakukan saat pendaftaran. Aku pun melakukan semuanya, dari lari 12 menit, pus ap, caining, dan yang lainnya.
Tapi sayangnya apa yang aku lakukan tidak berjalan dengan mulus, karna para ibu ibu di kompleks perumahan kami, selalu merendahkan diriku, mereka selalu berkata bahwa aku tidak pantas untuk bisa menjadi orang yang sukses hanya bermodalkan dengan uang nelayan dan juga uang cuci baju. Akan lebih bagus jika aku meneruskan saja pekerjaan ibuku. Aku yang mendengar ocehan ocehan dari mereka hanya membalas mereka dengan senyumku.
Aku awalnya sempat terpojok dengan kata kata mereka, tapi ibuku selalu mendukung ku, memberikan aku motifasi agar aku bisa bangkit. Aku pun meyakinkan diriku bahwa aku pasti bisa. Mengapa hanya orang kaya yang bisa aku juga yang anak dari seorang nelayan sekaligus tukang cuci pasti bisa.
Hingga aku lulus SMA aku pun hampir setiap harinya latihan, dan aku juga sering menyempatkan waktu untuk membantu ibuku. Dan satiap harinya aku juga akan mendapat cacian dan juga hinaan dari ibu ibu kompleks.
Dan hari ini adalah hari dimana aku akan mendaftarkan diri menjadi seorang Kowad. Aku sangat begitu deg dekan karna ada begitu banyak skli saingan. Aku awalnya merasa minder tapi langsung aku tepis karna tujuanku kemari adalah ingin membahagiakan kedua orang tuaku sekaligus mengangkat derajat mereka.
Aku terus mengikuti proses proses untuk bisa bergabung menjadi anggota kowad. Tapi sayangnya semua tak semulus yang aku pikirkan, aku gagal pada tes kesehatan. Aku sangat begitu hancur, semua yang aku perjuangkan lenyap begitu saja. Bukan hanya itu, bahkan para ibu ibu kembali menghujat kami, yang membuat ibuku dan juga ayahku merasa malu, tapi mereka tidak marah padaku. Mereka bahkan terus mendukungku, mereka memberikan ku motifasi yang bisa membuatku kembali bangkit. Aku pun kembali berusa untuk bisa bergabung di TNI AD.
Setiap harinya aku selalu berlatih, tidak satupun yang aku lewatkan. Aku selalu berusaha walaupun mulut para ibu ibu bagaiakan bom pada hatiku tapi tak membuatku gentar, aku menjadikan perkataan sebagai motifasi bagiku untuk terus berusaha.
Dan hari ini pun aku kembali mendaftar tak lupa juga aku berdoa pada tuhan dan meminta restu dari kedua orang tuaku. Aku mengikuti semua proses yang ada, semua tes aku lakukan dengan tenang. Hingga pada pengumuman terakhir yang menyatakan aku lulus seleksi. Dan menjadi seorang taruni kowad. Aku sangat begitu bangga pada diriku dan tidak lupa juga aku memberitahu kedua orang tuaku, dan mereka sangat bersyukur kepada tuhan atas keberhasilan yang aku capai.
Sedangkan para tetangga mereka hanya diam, bahkan ada juga yang masi menghujat kami. Tapi kami hiraukan, aku hanya mengfokuskan diriku untuk persiapan menjadi seorang Kowad.
Bertepatan hari ini adalah kelulusan diriku menjadi seorang TNI. Ibu dan ayahku datang mengunjungi diriku, mereka sangat bangga pada diriku, atas eberhasilan yang aku capai. Aku juga menangis di pelukan pada ibuku dan berterima kasih padanya dan juga ayahku karna telah menjadi orang tua yang mau mendidik serta memberikan dukungan pada diriku untuk menjadi orang yang sukses dan berguna bagi semua orang.
Terima kasih tuhan, karna engkau telah mengabulkan permohonanku untuk bisa menjadi seorang tentara. Terima kasih juga karna engkau memberikan aku kekuatan untuk bisa melewati semua cobaan yang kau berikan padaku. Walaupun engkau melahirkan aku di keluarga yang sederhana ini tapi itu sangat aku syukuri karna aku memiliki ayah dan juga ibu yang sangat menyayangiku, mencintaiku, dan selalu mendukung ku untuk bisa menjadi orang yang sukses dan berguna bagi semua orang.
Kemiskinan bagiku bukanlah sesuatu yang menghalangi ku untuk bisa menjadi orang yang sukses. Kesuksesan itu berasal dari diri kita sendiri, kita lah yang menentukan kemana kita akan melangkah. Kesuksesan itu di dapat karna kita yang mau berusaha untuk bisa mendapatkannya, bukannya hanya sekedar bermimpi tapi tidak berusaha. Mimpi mungkin indah tapi tak seindah kenyataan yang kita kejar dan di dapatkan karna kita yang mau berusaha. Banggakanlah kedua orang tua mu dari apa yang kau usahakan, jangan kecewakan mereka dengan apa yang kamu perbuat. Karna jika mereka sampai kecewa denganmu, maka kepercayaan sepenuhnya yang mereka berikan padamu akan sangat sulit untuk kau dapatkan kembali.
TERIMA KASIH🙏🙏
@wian_purukan
TAMAT