"hai....ini Markus ya??" Tanyaku basa basi
"Ya....ini siapa ya??" Akhirnya pesan yang ku kirim 30 menit yang lalu terbalas.
"Kamu temennya Dony kan?? Aku Lala temennya Rissa" jelasku lagi
"Ooh, Rissa pacarnya Dion??" Jawabnya langsung. Berarti dia lagi senggang karna waktu menunjukkan pukul 20.00
"Yap, bener banget!! Eeh, by the way baleh nanya gak tentang Dony??" Isi pesanku lagi.
"Tanya aja!!" Balasnya.
"Eeemmmm, Dony tuh sebenernya udah punya pacar belom sih?? Jujur nih, aku suka sama dia. Sebelum aku PDKT lebih lanjut aku boleh tau donk. Aku gak mau ntar di bilang ngerebut pacar orang" jawaban dari Markus membuat tanganku dingin dan gemetar seketika.
"Kalo udah punya pacar, boleh tau donk namanya, tempat tinggal, status, sama notelnya??" Ketikku lagi.
5 menit
10 menit
15 menit
"Alvia, tinggal daerah pahlawan, masih sekolah kelas 2 SMA N 5, 0821xxxx" balasan pesan dari Markus membuat jantungku bertalu Talu, seolah gendang di pukul tepat di dada ku.
"Bang sat.... " Umpatku.
⚡⚡⚡⚡⚡⚡
"Hai....boleh kenalan gak??" Pesan terkirim.
10 menit
"Boleh, ini siapa ya??" Balasnya
"Aku Tina" balasnya singkat
"Dapat nomor ku dari siapa??" Dia mulai penasaran.
"Dari Dony, Oia... Dony bilang kalian temenan. Bener gak sih??" Tanyaku tak sabar.
"Aku pacaran sama Dony. Aku udah nanya sama Dony, dia bilang gak ada temen dia namanya Tina. Sebenernya kamu siapa??" Mataku memanas, dadaku mulai sesak. Sesaat menarik nafas perlahan lalu membuangnya melalui mulut.
"Udah berapa lama pacaran sama Dony??" Balasku gemas
"1 tahun, heyy.... Kamu siapa??" Tanya nya lagi.
"Se....Tan...." Umpatku kesal. Berarti aku di jadikan selingkuhan. Hubungan nya dengan alvia 1 tahun, Sedangkan bersamaku baru 3 bulan.
"Tanya sama Dony, siapa Lala!!!" Ketikku menahan gemetar tanganku. Mataku perih tapi tak kunjung meneteskan air mata.
"Kamu tenang aja, aku bakalan putusin Dony!!" Balasku, lebih baik memutuskan hubungan yang ini daripada sakit hati. Memangnya pria hanya dia??
2 menit
"Aku udah putusin Dony, kalian silahkan lanjut!!" Tak ku sangka, dia bergerak lebih cepat.
⚡⚡⚡⚡⚡⚡
Saat di pulang sekolah, aku berjalan pulang sendiri menuju gerbang.
"Lala...." Teriakan itu membuat langkahku terhenti dan menatap kedepan. Aku hanya tersenyum sinis memandang sepasang kekasih yang berdiri di samping motor, yang ku tau itu motor Dion.
"Lala....maaf!!" Lirih sang wanita.
"Untuk??" Tanyaku acuh
"Aku kasih 4 jempol ku buat kamu. Kamu hebat la..." Ucap Dion tanpa rasa bersalah.
"Kalian tau Dony punya pacar, tapi tetap menutupinya. Dan kamu Rissa...kamu itu sahabat aku, tega kamu bohongin aku, apa karna Dony kakaknya Dion sampe kamu tega sama sahabat sendiri. Aku kecewa sama kamu, aku kecewa sama kalian!!" Ucapku emosi.
"La...maafin aku!!" Ucap Rissa penuh penyesalan.
"Hubungan Dony dan Markus juga berantakan" lirih Dion.
"Itu bukan urusanku" jawabku singkat. Tanganku segera menekan angka 1, panggilan terhubung.
"Halo...."jawaban dari sebrang tampak santai.
"Dony...kita putus" tanpa perlu repot menunggu jawaban aku menutup panggilan. Bodo amat dia terima atau tidak. Yang penting putus!!!