kala itu pukul 2:25 dini hari, aku dan sahabtku duduk bersama di TPA(tepi air). jika di perjelas tpa itu adalah tempat perkumpulan kami, tepi sungai batang hari.
dini hari itu kami telah membahas semua sub-topik. bermula dari anime, berkanjut ke perempuan, berlanjut ke filem, berlanjut ke politik, berlanjut ke sosial, berlanjut ke budaya, dan berakhir ke agama. setelah berakhir subtopik kami perihal agama, satu per satu dari sahabatku pun mulai pulang dan menyisakan tiga orang. aku dan dua sahabatku.
tiba-tiba sebelum pulang kerumah, kepalaku memunculkan sebuah pertanyaan "apa sih itu teman?. apa sih itu pacar?. dan apa sih itu sahabat?"
tampak satu sahabat yang berada di sampingku tidak memperdulikan pertanyaan ku itu, ia terlalu sibuk menonton anime kesukaannya.
tetapi satu sahabat yang berada di depan ku menatap ke arah ku, dari tatapannya seakan ia ingin memberikan jawaban atas pertanyaan ku tadi. ia menghisap panjang rokok kretek, lalu di hembuskannya semua asap yang terperangkap di paru-parunya.
"teman, 100 orang yang bersama mu di kala kau senang. pacar, 1 orang yang bersama mu di kala kau susah dan senang" sahabatku tadi melanjutkan kembali hisapan panajang dari rokok kreteknya.
aku sangat menunggu jawaban selanjutnya nya perihal "apa itu sahabat?". setelah semua asap ia keluarkan, ia pun melanjutkan kembali perkataanya "sahabat, orang yang selalu bersamamu di saat 101 orang yang aku maksut tadi pergi meninggalkanmu".
klise, tetapi saat aku mendengar kan jawaban itu, batin ku tergetar.