tolong bantu like dan komen ya👋
----------------------------------------------------------------------------
" Aaakkhhhh,,,,, enyahlah dari hadapanku dasar penghianat "
Teriakan seorang wanita menggema di tengah malam, darah segar mengalir bersamaan dengan guyuran air hujan, terlihat seorang wanita sedang berbaring lemah dengan luka sayatan di bagian perut kanan nya.
" Kamelia²... Betapa angkuh nya dirimu"
" Bahkan di detik² kematian mu pun kau masih ingin memerintah diriku.... "
" Sadarilah fakta kalau sekarang dirimu hanya lah sampah.... "
Kata seorang pria yang berdiri tepat di depan kamelia, dengan satu tangan pria itu mengarahkan pistol ke kepala kamelia .
" Dasar kau penghianat..... Penghianat... "
Teriak kamelia sembari menahan rasa sakit yang tak tertahankan, " Berteriak lah semau mu... Sebelum peluru ini menembus kepala mu" Kata-kata yang terucap dari mulut seorang pria yang akan menjadi malaikat maut bagi kamelia.
Dorrrr,,,,,,,,,,,
Suara tembakan terdengar, pandangan kamelia menjadi hitam, rasa sakit yang tak tertahankan mulai hilang, terlihat sebuah cahaya terang dibalik kegelapan abadi, cahaya itu mulai terasa hangat, kamelia pun terbangun.
" Hah... dimana aku? Tunggu bukankah aku telah mati? Tubuh siapa ini? "
" Satu,, dua,, tiga,, empat,, lima,, enam,, tujuh,, delapan,, Sembilan,,, "
" Eemm... Sembilan ekor hewan apa ya? Tunggu bukankah ini tubuh seekor siluman rubah apa aku terlahir kembali "
Kamelia berbicara sendiri.
Kamelia pun berdiri, dan melihat ke sekitar, ia mendapati banyak pepohonan rindang di sekitar nya, angin segar berhembus, kamelia tidak pernah merasa setenang ini suara gesekan rumput bagai alat musik merdu penenang hati " Apa ini surga? Tapi tidak mungkin di surga ada seekor siluman rubah, dimana ini ya? "
Kamelia sebenarnya berada di sebuah negeri isekai, dimana banyak monster dan mahluk aneh yang ada di sana, tapi kamelia tidak menghiraukan hal itu, lambat laun waktu berlalu, tak terasa lima tahun berlalu tubuh abadi kamelia tidak mengalami perubahan sedikit pun.
Selama lima tahun kamelia mencapai banyak hal, Kamelia biasa dikenal sebagai pelindung desa ia juga memenuhi kebutuhan seorang anak yatim piatu di desa kecil yang terdapat di dekat kediaman nya, semua nya menjadi baik Kamelia hidup dengan bahagia sampai saat itu tiba.
tanpa peringatan sebuah dentuman keras terdengar, dan sebuah bola api raksasa mendarat tepat di rumah kamelia, dan seketika semua hal yang kamelia bangun selama lima tahun lenyap, amarah langsung bergejolak di hatinya, tapi saat ini bukan waktunya untuk marah.
Dentuman kedua kembali terdengar, kali ini dentuman itu mengenai sebuah desa kecil di dekat tempat tinggal kamelia, seluruh penduduk desa mati tanpa sisa, di sanalah amarah kamelia semakin bergejolak, banyak warga desa yang telah ia anggap sebagai keluarga mati sia-sia, Hima salah satu nya, Hima adalah seorang anak yatim piatu yang kamelia rawat selama ini, Hima juga telah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
Saat di desa kamelia melihat banyak darah berceceran banyak mayat tergeletak, seketika hatinya hancur, " Kenapa-kenapa,,,,,,ini terjadi,,,, apa dewa mengutukku apa dewa membenci ku hingga mengambil semua kebahagiaan ku", kamelia hanya bisa menangis melihat semua ini, " Hei,,, bangun lah balas kan dendam mereka semua yang telah mati sia-sia" Sebuah bisikan misterius.
" Siapa yang bicara, di sana cepat keluar lah " Teriak kamelia, tetapi tidak ada siapapun di sana, " Siapa aku?,,,, aku adalah dirimu kamelia aku adalah kepingan dari jiwamu,,, kau itu kuat dan kejam bukan saat nya menjadi malaikat tapi saat nya menjadi iblis".
" Tidak,,,,, tidak,,, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama", mendengar kata kata iblis itu, trauma kamelia akan kehidupan masalalu nya kini kembali, " Hei,,, bukan saat nya untuk ketakutan dan menyesali segalanya ini saat nya membalas dendam. Sadarilah kenyataan bahwa kau saat ini adalah seorang iblis maka jadilah iblis dan balas kan dendam mereka".
Kamelia hanya duduk dan menangis kakinya mulai lemas, kini kamelia mulai lelah dengan segalanya pikirannya kacau hatinya hancur dalam kesedihan nya, roh iblis dalam dirinya mulai bangkit, duka mulai ia ubah menjadi amarah, " Balas dendam. " Satu kata yang terucap dari mulut nya.
Suara dentuman lagi-lagi terdengar, tapi kali ini suara itu nampak lebih pelan dan lokasinya sedikit jauh, kamelia bergegas mendatangi sumber suara, kamelia terkejut dan seakan tidak percaya akan apa yang ia lihat, ada sebuah pertempuran yang terjadi di tengah tengah desa, sama halnya dengan desa sebelum nya desa kali ini juga rusak parah semua tewas.
Kecuali satu orang, ada seorang gadis kecil yang menangis di tengah tengah pertempuran, gadis kecil itu mengingat kan kamelia akan masa kecilnya, kamelia melihat orang tuanya dibunuh di depan matanya sendiri, hal yang sama dialami gadis itu.
Kamelia yang merasa iba, tanpa ragu menghampiri gadis itu, meski kamelia tau bahaya apa yang sedang mengancam nyawanya, " Hei,, Hei,, Hei siapa rubah kecil ini berani-berani nya datang ke tengah tengah pertempuran ".
" Hei rubah pegilah jika tidak ingin nyawamu melayang dan mati sia-sia seperti mereka " Salah seorang petarung memperingatkan kamelia, tapi Kamelia tidak lagi mempedulikan hal itu, yang ia pedulikan hanyalah gadis kecil yang sedang menangis di gendong ngannya.
"Dasar rubah si*lan,,, matilah saja"
Sebuah pedang melesat dengan cepat, "sudah merebut kebahagiaan orang masih bisa berlagak sombong " Kamelia menahan pedang itu, dan melemparkan nya kembali kepada salah seorang petarung, lemparan kamelia langsung membuat petarung itu tewas seketika.
"Dasar burung hanya mengoceh saja" Kali ini kamelia telah masuk dalam mode iblis yang tidak lagi mengenal ampun, " Akan aku habisi kalian dengan satu serangan, tidak akan ada ampun untuk kalian! " Kamelia bergerak dengan cepat dalam sekali kedipan mata semua petarung itu tewas, usai sudah semuanya dendam kamelia kini terbalas kan.
Setelah itu kamelia meninggalkan desa bersama dengan gadis kecil yang masih tersisa, kamelia dan gadis itu pun memulai hidup baru.
The end