Kami adalah tujuh bidadari yang sedang mandi di air terjun atau sungai yang bening saat ada pelangi yang terlihat di atas awan itu adalah bentuk selendang kami.
Kami punya selendang tujuh warna ,suatu sore kami mandi di sebuah air terjun yang bersih, sakin senangnya kami bermain air tidak sadar bahwa ada yang mencuri selendang salah satu di anatara kami dan ternyata selendang ku.
Semua teman ku kembali ke kayangan dan aku sendiri. selendangku tak ku temukan,"membuat aku tak bisa terbang kembali.
Baju ku tak ada sehelai pun, aku sembuyi dia dalam air, sampai matahari menjadi gelap, aku mulai menaggis dan putus asa lalu aku megucapkan dazar.
"Siapapun yang menolong aku, kalau perempuan aku akan jadikan sudara perempuan, kalau laki-laki aku jadikan suami.
"Dan baru saja aku megucapkan dazar itu"? tiba-tiba datang seorang pemuda mencari kayu bakar.
"Hai... gadis...kenapa kamu mandi di sungai sampai matahari terbenam"?
"Kisana,"tolong aku ,"baju ku hilang di curi, aku tak bisa keluar dalam air,dalam keadaan begini, tanpa busana.
"Tadi aku mendegar kamu bernazar, apakah aku bisa memegang dazar mu, kalau aku menolong"?
"Tentu saja, saya seorang bida...Saya terdiam sesaat." tidak mungkin saya memberitaukan jati diri saya pada manusia,"dia juga tak akan percaya.
"Saya akan memenuhi nazarku," tolong aku dingin disini," nama ku Nawang Wulan ,kamu bisa memangilku Wulan.
"Kamu akan menjadi istriku, kalau aku menolong mu"?sesuai nazar mu.
"Tentu... aku sudah tidak ada pilihan.
"Baiklah.,Wulan..'! nama ku Jaka.
Lalu ,Jaka membuka sarungnya, dan memberikan pada Nawang Wulan dan Nawang wulan memakainya seperti memakai kemban.
Sementara Jaka hanya memakai celana pendek, memanggul kayu bakar yang di carinya tadi, hatinya berbunga-bunga menemukan Bidadai yang turun dari kayangan dan akan menjadi istrinya.
Pagi hari desa menjadi, gempar karena Jaka akan menikah dengan wanita yang sangat cantik jelita, belum pernah ada wanita secantik itu di jagat raya ini, membuat Jaka semakin bahagia.
Acara pernikahan itu terjadi secara sederhana, karena Jaka hidup sebatang kara dan orang miskin.
malam itu sangat cerah, bulan purnama muncul sempurna.
Malam itu Wulan menunaikan tugas pertamanya melayani suami,Wulan telah masuk ke dalam bilik setelah tamu semua pulang.
Jaka pun, berdebar-debar masuk ke kamarnya, hatinya di liputi rasa bahagia dan sukacita juga ini adalah pertama kalinya dia akan tidur dengan seorang wanita, apalagi wanita itu seorang bidadari.
"Kreekkkk....."! pintu kamar di buka oleh Jaka,samar dia melihat tubuh molek istrinya yang sudah berbaring hanya memakai kemban saja.
" Nawang Wulan,apakah kamu tak akan menyesal menikah dengan ku.
"Jaka... kita telah menikah dan aku telah memutuskannya sesuai nazarku jadi aku tau konsekuwensinya .
"Hidup susah dengan ku "?
"Susah senang kita kan bersama, karena kita sudah menjadi suami istri ,Jaka jawab Nawang Wulan. sambil memandangi Jaka yang mulai melepaskan bajunya satu persatu.
Saat mereka melakukan hubungan layaknya suami istri, tiba-tiba kilat sambar-menyambar dan hujan deras.
Jaka dan wulan sudah tidak memperdulikan itu semua, mereka sedang asik memadu asmara.
singkat cerita, mereka di karunikan seorang anak yang sangat tampan. di desa mengalamai paceklek dan gagal panen.
persediaan gabah nya mulai menurun, suatu hari saat Nawang Wulan hendak mengambil padi untuk di tumbuk,dia melihat selendangnya tersembuyi di bawah tumpukan jerami ,juga baju nya lengkap di sana.
Wulan... sangat marah,... melihatnya namun dia pun telah jatuh cinta juga pada Jaka yang tampan dan baik hati,terlebih lagi dia telah mempunyai sorang anak yang sangat manis.
Nawang Wulan telah, memakai baju lengkap kayangannya. saat Jaka pulang membawa kayu bakar,melihat Nawang Wulan memakia baju lengkapnya.Jaka langsung membuang, kayu bakarnya.
"Wulan," kamu tak kan kembali ke kayangannkan?
" Jadi... kamu tau aku adalah bidadari "?
"iya.. wulan aku,jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat mu turun ke sungai.
"Jadi kamu yang mengambil bajuku "?tanya Wulan.
"Iya... aku mohon ampuni aku "! Jaka mendekat pada Nawang Wulan memegangi tanggannya.
Aku, harus pulang ke kayangan aku adalah bidadari dan tempat ku di kayangan bukan disini "!
"Tapi... bagaimana dengan anak kita, dia butuhkan kamu, dia masih butuh susu dan aku-aku mencintai mu,Wulan ja-jangan tinggalkan aku.
"Bagiamana aku bisa hidup tanpa mu, bagaimana dengan anak kita,bila rindu pada ibunya.
"Anak kita sudah besar, dia bisa makan bubur dan tidak peru susu lagi, jika dia rindu ajaklah keluar, lihatlah bulan,' aku memberikan padanya. aku akan melihatnya dari sana dan menenangkannya,"
Jawab Nawang Wulan.
"Jangan pargi, Wulan... aku mohon."! Jaka menatap Wulan dengan sedih.
"Aku telah mengampuni mu,karena mencuri bajuku dan aku telah menunikan nazarku ," izinkan aku, kembali kekayangan.
Wulan memeluk Jaka dan mencium anaknya yang tertidur pulas ,Wulan keluar rumah dan terbang menuju kayangan.
Sampai di pontu gerbang kayangan, Wulan di larang masuk "!
"Kamu siapa...."??
"Saya Nawang Wulan ,masak kamu tidak kenal pada ku , ingatlah aku adalah Bidadari kayangan yang tertinggi bagian dari ketujuh bidadari yang mempunyai selendang pelangi.
"Tapi... anda tidak bisa masuk "??
"Kenapa,"kalian jangan kurang ajar, Wulan mencambukan selendang nya ke arag salah satu, penjaga gerbang kayangan.
Langsung saja penjaga itu, tubuhnya terbakar dengan api dan rebah.
Pelayan satunya langsung membuyikan, sofar !
tanda bahaya atau ada penyusup yang coba masuk ke negri kayangan.
Wulan menghadapi semua, prajurit yang coba menghadangnya masuk istana, menimbulkan
hura- hara besar di kayangan.
Hingga Hiyang widi turun tanggan, dan membuat Wulan di jebloskan dalam penjara. dia lalu di adili,
di hadapan seluruh penghuni Kayangan.
"Wulan... apakah kamu mengakui tau kesalahan mu"? Hardik Hiang Widi sang penguasa tertinggi kayangan.
"Kesalahan apa yang saya lakukan Hiyang "? saya adalah Putri tertua anda.
"Kamu menikah dengan bangsa manusia dan menodai kesucian kamu , sebagai bidadari kamu telah pun menjadi Bidadari yang ternoda.
"Masih berani-beraninya kembali kekayangan, Hiyang Wiidi membetak Nawang Wulan.
"Tapi,"Romo (Sebutan anak pada ayahnya fersi jawa) saya... terpaksa melakukannya karena manusia itu mencuri pakaian dan selendang ananda.
"Kamu jangan banyak alasan "!! teriak Hiyang Widi.
"Benar bukankah anda bisa melihat dari kayangan, Nawang Wulan membela diri.
" Tapi memutuskan menikah itu, keputusan yang salah"! kata Hiang widi.
"Saya terlanjur bernazar dan bukankah Romo mengajarkan kita tidak boleh ingkar janji.
"Kenapa kamu tidak meminta bantuan kayangan dan memutuskannya sendiri Wulan"? ,dengan suara berat dan geram Hiyang Widi bertanya pada Wulan.
"iya... ampunkan saya,Romo.. saya sadar saya bersalah."! Nawang Wulan tertunduk dan menangis tersedu-sedu.
"Karena kamu telah melakukan kesalahanan bnayak dan sangat besar ," di tambah membuat ke'onaran di kayangan, maka selayaknya kamu di hukum.
"Kayangan tidak menerima kamu, dan bumi pun tidak "! maka kamu di hukum dengan tinggal di bulan seorang diri, bagiamana kamu adalah salah satu ke Tujuh bidadari pilihan dan tinggalah di sana selamanya.
(oleh karena itu jika, orang memperhatikan bulan, maka akan terlihat seperti sorang wanita sedang memberi asi anaknya,konon itu adalah Nawang Wulan yang memberi susu anaknya)
Hiang Widi lalu menuliskan, keputusan itu pada sebuah kain putih dengan sebuah tinta emas di matrekannya. lalu Beliau menjatuhkannya itu dihadapan Nawang wulan sebagai tanda keputusan mutlak yang di putuskan dan harus di laksanakan.
Wulan di antat pungawa Kayangan pergi ke bulan, namun beberapa bulan lamanya Nawang Wulan. tidak betaah tinggal di sana dalam kesepian, dia mulai merindukan Jaka dan anaknya.
Waktu bulan purnama itu, nampakkah Jaka dengan anaknya sedang berbaring di pelatran beralaskan tikar.
Bumi tidak menerima saya,secara Tubuh jasmani tapi roh ku bisa datang ke bumi.lalu Nawang Wulan mengambil keputusan menjatukan dirinya di laut dan membuat Laut bergelora.
Dia menjadi bangsa lelembut dan berkuasa di sana sebgmagai seorang putri yang bernama Kanjeng Loro Kidul penguasa pantai laut selatan.
------------------------Tamat----------------