Waktu itu adalah acara dimana sekolah sedang merayakan ultah ke 30 tahun. Banyak orang berdatangan untuk menikmati acara yang di selenggarakan saat itu. Dari para siswa sekolah, sampai alumni terdahulu.
Sebagai orang yang suka musik, bakat ini dikenali oleh kawan dekat yang mana merupakan penikmat musik sejati. Namanya Joy. Dia menghargai permainan gitarku kala sedang mengisi waktu saat jam istirahat. Sekarang, dia menyuruhku untuk ikut berpartisipasi dalam acara ultah sekolah ini. Tentu aku menolak, karena diri ini masih lekat dengan sebutan demam panggung. Tetapi Joy tetap memaksa. Belum lagi dukungan lain dari teman-teman kelasku yang mendorong agar tetap ikut mengisi acara. Dan paksaan itu membuatku masuk sebagai pengisi acara.
Joy beserta teman lainnya senang, karena ada perwakilan dari kelas yang maju untuk mengisi acara. Kemudian Joy sudah menetapkan anggota lain untuk band sejak jauh hari. Fin, Pimo, Jes, dan Nana adalah anggota dari band yang akan tampil bersamaku nanti.
Tiba di hari acara. Latihan sudah dijalani sebelumnya. Sekarang waktunya untuk tampil.
Di delan para penonton, aku merasakan gugup dan juga tak percaya diri. Walau non vokal, tetap saja demam panggung menyertai.
Terdengar suara Joy yang menyemangatiku dari kejauhan. Teman dekat yang antusias itu ingin segera mendengarkan permainan musik band rancangannya. Menghela nafas sejenak, Nana memastikan semuanya siap di posisi. Aku pun harus siap mau bagaimana pun. Ini bukan hanya demi Joy, tetapi semuanya. Baik kelasku, maupun tingkatanku ini.
Permainan musik pun dimulai!
Melawan demam panggung itu tidak mudah, aku terus fokus pada gitar dan juga alunan alat musik lainnya. Nana bernyanyi dengan suara indahnya. Fin bermain bass dengan epik. Pimo melantunkan suara piano yang keren. Serta Jes energik dengan pukulan drumbnya. Suasana ini sungguh menyenangkan ternyata. Aku tidak mau kalah, dan ikut dalam tunjuk kemampuan bersama yang lainnya.
Semua penonton menikmati penampilan kami sampai selesai. Terdengar semarak dari para penonton yang kagum dan memuji band baru ini.
Setelah selesai tampil, aku beserta anggota lainnya merasa lega. Joy pun seketika datang menghampiri dan memberi pujian pada kami semua.
Tak berapa lama kemudian, banyak murid yang datang menghampiri kami. Meminta berfoto dan tanda tangan. Kini band ini menjadi idola di sekolah. Tak terlupa alumni turut ikut serta dan menyemangati kami semua dalam berkarya.
Aku, Fin, Pimo, Jess, Nana, serta sang pelopor yaitu Joy, memutuskan untuk mempertahankan dan melanjutkan perjalanan band baru ini ke masa yang lebih jauh lagi. Ditambah cahaya masa depan band terlihat usai alumni sekolah mendukung dan bersedia membantu dengan senang hati.
Kini band baru itu menemukan jalan untuk diteruskan. Konser perdana di sekolah itu telah menuntun kami menuju masa depan.
-----SELESAI-----