Aku terlalu lelah untuk bangkit dari tidurku, hari-hari yang ku jalani selalu seperti biasa membosankan. Hanya pekerjaan menjadi kasir disebuah toko swalayan, lelah melayani pelanggan sudah biasa. Kesabaranku menjadi makanan sehari-hariku.
Saat jalan pulang kerja aku selalu bermimpi jika aku mampu, jika aku memiliki segalanya mungkin hidupku tidak akan begitu melelahkan. Jika aku bisa membeli apa saja, mungkin aku tidak lagi kekurangan dan iri pada orang lain.
Hah.......hanya andai saja itu benar-benar terjadi, tapi apa mungkin. Heh...
Senyum sinisku terbit begitu saja bodohnya fikiranku memikirkan hal yang tak mungkin terjadi.
Sampai dikontrakkan pun aku langsung tidur tanpa mandi ataupun memcuci muka dan kakiku, begitu lelahnya badanku hingga kemalasan yang kurasakan membuatku tertidur lelap.
Saat aku terbangun, aku membuka mataku. Aku kaget, kenapa? Dalam fikirku, apa yang terjadi? Apa ini mimpi?
Semua pertanyaan itu muncul dibenak ku, bukankah aku tadi sedang tertidur dikontrakkan kumuh dan kecilku. Kenapa sekarang berubah menjadi rumah terpencil dipedesaan yang jauh dari perkotaan, aku mencubit kedua tanganku dan menampar pipiku.
"Ahhh..... Sakit,,hheehh." Desisku. Ternyata bukan mimpi.
"Sebenarnya aku ada dimana?" Aku semakin penasaran kenapa aku bisa tiba-tiba berada disini.
Aku mencoba bangun dari tidurku, bangkit dari tempat tidur yang sederhana ini. Berlari keluar mencoba melihat keadaan sekitar, saat aku buka pintu rumah ini. Aku melihat begitu banyak pulau-pulau kecil yang berada diatas langit, seolah-olah mengambang melawan gravitasi bumi.
Aku masih tak percaya dengan apa yang aku lihat, aku takjub melihat keindahan yang baru pertama kali aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri. Bahkan untuk percaya hal ini nyata pun masih belum yakin, aku mencoba mencubit lenganku sekali lagi hingga membekas memar.
"Aahhh......sakit." apa ini benar-benar nyata, jika nyata kenapa aku bisa ada ditempat asing ini. Bagaimana caranya agar aku bisa pulang ke rumah lagi, aku masih takut jika disini tempat yang berbahaya.
Aku mencoba berkeliling, berjalan-jalan disekitar pondok tempat aku terbangun tadi. Aku tak berani pergi terlalu jauh dari tempat semua, aku melihat ada binatang yang terbang diatas pepohonan. Aku penasaran binatang apa itu warnanya begitu mencolok, seperti naga kecil yang aku lihat di film-film.
Haaaaa...... Naga. Batinku.
Dia seperti mengetahui keberadaanku, aku mencoba bersembunyi dan berlari menjauh. Tiba-tiba dia mengejarku, langkahku semakin cepat tapi binatang itu mendahuluiku dan berhenti tepat didepanku. Aku terjatuh karna kaget dan lututku terluka terkena bebatuan kecil direrumputan.
Naga-naga kecil itu semakin mendekatiku, aku menyilang kan kedua tanganku seolah-olah membuat benteng. Tapi naga-naga itu malah menjilati lukaku dan menyembuhkannya. Lantas saja aku bengong dengan tingkah mereka yang menggemaskan seperti hewan peliharaan yang sudah jinak.
Saat aku berjalan kembali menuju ke pondok tua itu, tiba-tiba gemuruh tahan bergetar. Tanah yang aku pijak pun retak dan terbelah, sebagian masih menempel dibawah.
Sedangkan yang lain mengambang diudara, saat aku terjatuh di celah-celah lubang tanah!
Bruk........!!!!
"Adeh sakit..." Ucapku
Aku terbangun lagi dari tidurku, dan sekarang aku sudah berada dikontrakkanku lagi. Aku memandang kesemua penjuru tetap kontrakan yang lama, aku bergegas keluar dan itu ternyata hanya mimpi.
Tapi saat aku melihat bekas luka dilututku aku heran, kenapa bekas luka itu bisa ada. Bahkan bekas cubitan yang memar dikedua lenganku pun masih tertinggal, aku berfikir apa semalam aku tidak bermimpi. Apa itu nyata!
Saat aku melihat jam dinding menunjukan pukul 06.00 WIB, aku segera mandi dan ganti seragam kerja.
Aku pun kembali beraktifitas seperti biasa pergi bekerja ke swalayan.
Jam pulang kerja pun tiba dan aku kembali mengemasi barang-barang dan membersihkan sisa-sisa sampah yang berserakan dilantai, sesampainya dikontrakan aku mencoba untuk tidur dengan keadaan yang bersih, aku mandi dan mencuci pakaian dulu.
Aku pun terlelap tidur, saat aku membuka mataku aku sudah berada di bawah lubang celah tanah yang retak tadi.
Aku fikir ini hanya kelanjutan mimpiku kemarin, tapi saat aku melihat luka ditanganku yang tergores ranting patah rasanya sangat perih seperti nyata. Beberapa naga-naga kecil yang terbang itu menolongku untuk ke dua kalinya, aku mengikuti mereka.
Saat aku mencoba melompat tanpa aku sadari aku pun ikut melayang. ternyata di dunia ini aku bisa terbang, aku mencoba terbang sedikit lebih tinggi. Aku melihat keindahan pepohonan dibawahku sangat menakjubkan, aku melihat sebuah rumah kayu kecil dan mencoba untuk memeriksanya.
Sesampainya disana aku mengetuk-ngetuk pintu itu, aku mengetuk-ngetuk beberapa x tapi tidak ada suara dari dalam dan aku masuk tanpa berfikir panjang, banyak hidangan makanan diatas meja. Tanpa ragu-ragu aku pun makan sepuasnya sampai perutku terasa kenyang, aku kembali keluar dan mencoba untuk terbang lagi.
Tiba-tiba!
Duarrrr.......duarrrr......duarrrrr......!!!!!!!
Sambaran petir begitu dahsyat bermunculan, berkali-kali membuatku kembali masuk ke dalam rumah itu. Hujan lebat pun turuh. Aku merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhku, untung saya aku melihat ada tempat pembakaran api unggun didalam rumah kecil itu.
Aku nyalakan api itu, kantukku mulai membuat mataku berat untuk bangun. Saat aku terbangun aku kembali ke kontrakanku yang sebelumnya, aku lalu segera melihat bekas luka ditanganku.
Dan benar saja luka itu muncul kembali, kenapa aku bisa pergi ke dunia lain saat aku tertidur. Aku mulai panik tapi aku tetap mencoba untuk tenang, aku kembali mulai aktivitasku seperti biasa.
Saat aku kembali pulang, aku takut untuk tidur lagi, aku takut jika aku kembali kedunia mimpi yang rasanya seperti kenyataan. Bahkan saat aku makan, rasa kenyang itu pun terasa saat aku sudah sadar. Aku sama sekali tidak lapar, seperti itulah hari-hariku di dua dunia yang berbeda. Aku terus menjalaninya karna sekarang sudah mulai terbiasa, bahkan aku menjadikan dunia mimpiku itu sebagai hiburan disaat aku lelah.
Aku menikmatinya, didunia ini aku bisa terbang kemana saja yang aku mau. Dan didunia mimpi ini hanya ada aku seorang diri, aku bisa makan sepuasnya. Aku bisa menikmati apa saja yang aku mau yang tidak bisa aku rasakan didunia nyata, aku bahkan bisa memiliki apa saja yang aku inginkan hanya tinggal memikirkan benda apa yang mau aku miliki dan apa saja yang aku harapkan.
Aku baru mengerti ternyata disini aku membuat imajinasiku terkabul karna ini hanya mimpi. Mimpi yang aku ciptakan karna ilusi yang aku buat sendiri. Tapi yang masih aku tidak faham, mengapa rasa dimimpi ini begitu nyata dan rasanya bisa sampai disaat aku terbangun dari tidurku.
Terimakasih banyak sudah mampir membaca karya tulisanku 🤗🤗🤗🙏🏻🙏🏻🙏🏻😘
Jangan lupa like dan coment 😉
Masukan kritikan-kritikannya 😘