Jika di tanya apakah aku mencintai nya, maka aku sendiri pun tidak tahu harus berkata apa. Aku dan dia cukup lama saling mengenal, bahkan orang tua ku dan orang tua nya ingin menjodohkan kami sejak kecil. Aku tidak tahu apakah harus senang atau bersyukur karna perjodohan itu batal. Tapi ada satu hal yang mengganggu pikiran ku, mengapa aku tidak bisa tenang jika memikir kan masalah itu?
" Ayolah Elsa!! Ada apa dengan mu? " Tanya Ana khawatir.
" Tidak ada, memang nya apa yang kau temukan huh? " Tanya Elsa.
" Seperti nya ada hal yang mengganggu pikiran mu, apakah itu benar? " Tanya Ana lagi memastikan.
" Kau bersikap seolah paranormal saja " Elsa membaringkan tubuhnya di atas kasur, sedang Ana menatap nya jengah.
" Jika saja kau bukan sahabat ku, percayalah aku tidak akan pernah menemani mu lagi. Kau begitu menyebal kan!! Kau yang meminta ku datang kesini, tapi kau juga yang mengabaikan ku " Keluh Ana pada Elsa.
Tidak ada sahutan dari Elsa, rupa nya gadis cantik itu tengah terlelap. Ana hanya bisa mengelus dada dengan tingkah sahabatnya.
" Dasar sialan!! Jauh - jauh di suruh datang ke sini, begitu udah sampai di tinggal molor " Umpat Ana kesal.
Karna merasa jenuh, Ana pun memainkan ponsel nya.
" Sungguh ini sangat lah membosankan, jika aku pulang... bocah sialan ini pasti akan kembali meminta ku datang ke apartemen nya " Ana mendengus sebal dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Elsa.
Keesokan harinya...
" Elsa!!! " Panggil Riki, orang yang dulu nya akan di jodoh kan nya.
" Kenapa sih lu?Wah jangan - jangan lu ngikutin gue? " Tebak Elsa.
" Gila aja lu ya? Geer nya kebangetan " Sangkal Riki.
" Ya terus lu ngapain manggil gue Bambang?!! " Kesal Elsa.
" Nih tuh!! " Memberikan buku tulis milik Elsa.
" Lah kok buku tulis gue ada di lu? Wah nggak bener ini, lu ya orang mikir capek - capek malah di nyontekin " Tuduh Elsa lagi.
" Kebangetan banget ya lu El!! Gue kasih nih buku karna dosen lu yang nyuruh " Riki mendengus sebal, kemudian pergi.
" Lah sensi amat tu bocah? Biasa nya juga nggak gitu - gitu amat " Monolog Elsa.
🍥🍥🍥
Elsa sudah tiba di apartemen nya, ia membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Makan? Tidak, Elsa saat ini sedang diet jadi ia hanya akan makan saat pagi dan malam hari. Jika saja Ana tahu, bocah itu pasti akan memarahi Elsa tanpa ampun.
" Aduh bego!! Gue nggak bisa tidur karna harus menyelesaikan tugas dosen konyol itu " Elsa mendengus sebal, mau tak mau ia harus mengerjakannya meskipun malas.
" Ana!!! " Sebuah ide terlintas dipikiran nya, ia mencari - cari no Ana di ponsel nya.
" Apa sih huh? Ganggu tau nggak!!! " Ana mematikan sambungan telepon nya.
" Wah nih anak lama - lama bikin gue kesal " Elsa kembali menghubungi Ana. Deringan pertama tidak di angkat, namun Elsa tidak menyerah.
" Apasih? Plis deh aku mau tidur!! " Kesal Ana.
" Molor ae terus!!! Tugas noh numpuk, buruan dimari kerjain bareng - bareng " Titah Elsa.
" Kerjain bareng - bareng dari hongkong!! Palingan juga kamu tidur kayak waktu itu " Kesal Ana di seberang sana.
" Buruan aku tunggu!! " Elsa mematikan sambungan telepon nya, ia tersenyum penuh kemenangan.
" Dasar bedebah sialan!!! Gue belum setuju udah matiin telpon aja " Akhir nya mau tak mau Ana pun bersiap ke rumah Elsa.
🍥🍥🍥
" Buka woyyy!!! " Ana menggedor-gedor pintu apartemen Elsa.
" Astaga Ana!!! Noh lihat ada bel, ngapain gedor - gedor hah? " Kesal Elsa, sementara Ana tersenyum puas karna bisa membuat Elsa kesal.
" Gimana? Nggak enakan? Gitu juga aku, lagi enak - enak nya tidur malah di ganggu " Elsa mendengus sebal mendengar protes Ana.
Mereka berdua mulai mengerjakan tugas yang dosen berikan, Elsa sibuk mencari jawaban, sementara Ana sibuk menyalin jawaban yang Elsa dapat kan dari internet.
" Aku pertahatiin kamu sama Riki nggak sedekat dulu lagi, kamu berantem sama dia? " Tanya Ana.
" Sebenarnya beberapa bulan lalu dia nyatain perasaan nya ke aku, tapi aku belum jawab apa - apa sih " Ana membulatkan mata nya tidak percaya.
" Yeee santai Neng!! " Ucap Elsa dengan memukul pelan kepala Ana.
" Udah satu bulan lalu Riki nembak kamu, dan kamu baru cerita sekarang sama aku?? Sialan kamu Sa!!! " Umpat Ana.
" Bukan nya gitu An, aku juga tahu kamu sibuk akhir - akhir ini sama pekerjaan kamu. Takut aja gitu aku ganggu kamu, maka nya aku nggak cerita " Kilah Elsa.
" Alasan kamu!! Terus gimana, kamu terima si Riki? " Tanya Ana.
" Nggak sih, tapi aku juga nggak nolak " Elsa nyengir sambil garuk-garuk kepala.
" Astaga bego kamu Sa, nggak boleh ngegantung anak orang. Kalau kamu ada rasa ya kamu terima, kalau kagak ada ya kamu jujur sama si Riki. Aku juga yakin tu anak pasti ngerti " Jelas Ana.
" Aku aja nggak tau sama perasaan aku sendiri, entah aku cinta atau nggak ke Riki " Elsa menempel kan wajah nya di atas meja.
" Saat kamu dekat sama dia perasaan kamu gimana? " Tanya Ana lagi.
" Eum nyaman sih, ngerasa kayak ada yang ngelindungin aku " Balas Elsa menatap Ana serius.
" Kamu sayang sama Riki? "
" Yailah begituan doang kamu tanya, yaudah pastilah aku sayang sama tu bocah. Biar gimanapun pun juga tu bocah sahabat aku lagi orok "
" Mungkin aja kamu udah jatuh cinta sama Riki, tapi kamu nya aja yang nggak bisa menyadari itu. Aku kasih tau sama kamu, cinta itu datang tanpa permisi, pulang dan pergi pun tidak menentu. Menurut analisa aku, mungkin kamu udah jatuh cinta sama Riki, hanya rasa cinta kamu itu kamu anggap sebagai rasa sayang kamu ke dia " Jelas Ana.
" Sok tau kamu kayak psikologi aja "
" Yeee gini - gini aku pernah pacaran dan hampir nikah meskipun gagal hahaha " Ana terkekeh geli, sementara Elsa hanya menatap nya malas.
" Pokok nya kamu pikirin lagi, jangan sampai kamu nolak cowok sebaik Riki " Ana menepuk - nepuk punggung Elsa, sementara Elsa hanya mengangguk sebagai jawaban.
'My heart loves you?' Batin Elsa.
Entah lah, Elsa sudah begitu pusing dengan tugas yang dosen nya berikan. Lalu sekarang ia harus berpikir lagi tentang perasaan nya terhadap Riki, oh tidak!! Elsa tidak suka di persulit. Akhir nya ia meraih ponsel dan mengetik kan sesuatu di room chat Riki.
Elsa : Gue rasa nggak ada salah nya pacaran sama lo, jadi mulai besok dan seterusnya lo akan selalu jadi milik gue.
Elsa menaruh ponsel nya dan tersenyum senang, sementara Ana sudah dari tadi ia tertidur.
🍥🍥🍥
Ini cerpen ketiga author, semoga kalian mau mampir dan memberikan like nya. Btw yang suka baca novel bisa mampir ke cerita author, berikan cinta dan dukungan dari kalian semua.
Follow Instagram @arbayahsabrina