Judul: 14 Hours With An Idol
Genre: Funfiction, Romansa
🕛1 Jam yang lalu adalah waktu yang sangat kacau. Tapi entah mengapa 14 jam berikutnya begitu berarti?-
Jangan lupa like, coment and share karya ini, bila kamu menyukainya.
Selamat membaca!♡
.
.
.
.
.
.
Pernahkah kamu mengalami keberuntungan yang luar biasa dalam hidupmu? Seperti apa itu?
Mungkin saja bisa seperti cerita berikut.
.
.
.
.
.
.
Pukul 08.50🕗
Welsy benar-benar sangat sial hari ini. Selain karena batal untuk wawancara pekerjaan impiannya, Ia juga hampir kehabisan uang. Sungguh sangat sial. Ia hanya berjalan menyusuri pinggiran jalan, sambil memikirkan masa depannya yang hampir musnah. Saat hendak memasuki sebuah kedai kopi, Ia melihat seorang Pemuda yang terlihat mencurigakan, berjalan ke arah gang sempit dekat toko buku. Wajahnya tertutup oleh masker dan Kacamata hitamnya. Welsy pun yang sedari tadi terdiam, membulatkan tekadnya untuk menemui pemuda itu. 'Lagipula jikalau ia seorang pencuri, tinggal ku hajar saja dia. Aku kan sudah bisa beladiri dari kecil' Gumamnya dalam hati penuh kesombongan. hihihi.
Pria misterius itu mondar-mandir kesana-kemari. Ia berkali-kali menggaruk kepalanya dan sesekali menghentakkan kakinya ke tanah seperti raksasa yang memasuki permukiman.
"Hei Kau!!" Sapa Welsy dengan lantang.
"Siapa kau?" Tanya si pria misterius.
"Kau tidak usah bertanya siapa aku! Kau sangat mencurigakan! Pasti seorang perampok!" Ujar Welsy.
Hiyaaaaa!
Satu pukulan mendarat di wajah si pria misterius.
"Hei!!! Aku bukan perampok! Kau benar-benar tidak mengenalku ya?!" Tangkas si pria misterius sambil membuka masker dan kacamatanya.
Sangat tampan.
"Lihat?." Lanjutnya.
"Cih...Kau masih tetap saja mencurigakan. Akhh sudahlah. Kalau kau tidak mau ku laporkan ke kantor polisi, pergilah. Aku sangat menyayangkan wajahmu yang tampan bila babak belur nantinya." Sahut Welsy.
"Kau serius tidak mengenaliku? Masih menganggap ku perampok? Aku ini Teofile Tel, aktor dan penyanyi dari Zz entertainment. You my destiny adalah laguku." Sambung si pria misterius yang sebenarnya adalah seorang Idol terkenal di negara X.
"Baiklah. Baiklah...Mau kau seorang presiden juga aku tidak peduli... Ngomong-ngomong, orang sepertimu kenapa bisa tersesat hingga kesini?" Tanya Welsy.
"Tadi mobilku mogok. Ketika aku ingin keluar mengeceknya, segerombolan wanita menghampiriku. Aku yang panik, langsung kabur dan tiba disini." Jawab Teo.
"Ohh.. Kau dikejar oleh penggemarmu sendiri toh. hihihi. Lihat! (menunjuk kearah mini market). Sepertinya mereka juga masih mencari mu. Hahaha. Kau benar-benar populer ya!." Welsy~
"Tolong pinjamkan Aku handphone mu. Milikku sudah kehabisan baterai. Jika aku ke telepon umum juga akan sangat merugikan bagiku." Teo~
"Handphone ku juga kehabisan baterai." Welsy~
"Kalau begitu biarkan aku tinggal di rumahmu untuk sementara waktu. Aku harus mengisi daya baterai handphone ku dan menunggu situasi disini sepi. Baru Aku akan pergi. Aku akan membayar berapapun asal kau mau membantuku". Tawar Teo.
"Hmm...Oke! Baiklah. Ikutlah denganku." Sambung Welsy.
Setelah beberapa usaha, akhirnya mereka berhasil keluar dari ketegangan ini.
.
.
.
Pukul 12.00🕛
Mereka pun tiba di rumah Welsy.
"Masuklah. Selamat datang di rumahku yang sederhana." Ucap Welsy.
"Wah. Rumahmu sangat tertata rapi. Apa kau tinggal sendiri?" Tanya Teo.
"Ya. Begitulah." Jawab Welsy.
Kriuk! Kriuk!
"Hahaha. Kau lapar ya?" Welsy~
"Tidak kok! perutku hanya kehabisan energi." Teo~
"Cih..Dasar pembohong!. Kalau begitu duduklah. Aku akan memasak untukmu." Sahut Welsy.
Sembari menunggu makanan siap, Teo berjalan menyusuri setiap sudut ruangan di rumah itu. Ia merasakan ada begitu banyak keindahan dan kenyamanan dirumah Welsy. Sesekali ia melirik Welsy yang sedang memasak. Ia tersenyum tipis. "Wanita yang unik!" Gumamnya dalam hati.
.
.
.
Pukul 14.00🕛
'Selamat makan!!!'
"Hmm...sangat enak!. Aku tidak menyangka bahwa ada gadis yang pandai memasak sepertimu." Ucap Teo.
"Hehehe. Siapa dulu dong...Welsy." Sahut Welsy.
"Welsy?? hemm. Nama yang cantik. Cocok denganmu yang berkharisma ini". Sambung Teo yang membuat Welsy tersipu malu.
.
.
.
Pukul 16.00🕛
Saat Teo sedang mengecek handphonenya di ruang tamu, Welsy datang menghampirinya dengan kotak p3k ditangannya. Teo hanya terdiam saat Welsy sudah duduk dihadapannya.
"Tenanglah. Aku hanya ingin mengobati mu. Jadilah penurut." Ucap Welsy yang langsung mengoleskan salep di wajah Teo.
Deg!
"(menelan ludah) Jarak kami sangat dekat!!." Gumam Teo dalam hati. "Ka..kau bekerja dimana?" Ucap Teo kepada Welsy.
"Aku sedang mencari pekerjaan. Jadi Aku pengangguran." Jawab Welsy.
Perlahan-lahan mereka berdua saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. Tawa dan canda meramaikan setiap momen dalam obrolan mereka. Teo melihat bahwa Welsy adalah sesosok gadis yang ceria, penuh semangat, misterius dan berkharisma. Sedangkan Welsy menganggap bahwa Teo seperti seekor kucing yang tersesat.
.
.
.
Pukul 19.00🕛
"Orang kaya seperti mu pasti mencintai kebersihan. Jadi Kau bisa mandi setelah Aku selesai nantinya. (memberikan sepasang pakaian) Ini adalah baju adikku. Kau bisa mengenakannya untuk sementara waktu." Ucap Welsy.
"Oh. iya. Terimakasih". Sambung Teo.
Deg!
Ketika Welsy keluar dari kamar mandi, Teo terpesona melihatnya. Piyama bermotif bunga-bunga, membuat Welsy terlihat sangat menggemaskan.
'Sial! Kenapa dia bisa seimut ini!'
.
.
.
Pukul 20.00🕛
"Manager ku akan datang pada pukul 11 nanti. Jadi, Aku masih harus terus tinggal di sini sampai Ia benar-benar menjemputku. Maaf Aku agak sedikit menyusahkanmu untuk beberapa jam kedepannya." Ujar Teo.
"Tidak masalah.". Sahut Welsy.
Hoamm.
"Kau mengantuk? Tunggu sebentar aku akan ambilkan bantal." Ujar Welsy. "(Memberikan bantal) Ini..." Lanjut Welsy.
"Terimakasih Welsy. Kau gadis yang penuh perhatian. Tapi Aku tidak terlalu mengantuk. Bagaimana kalau kita bermain tebak-tebakan saja? Yang kalah akan dipukuli bantal." Tawar Teo.
"Sepertinya menarik! Oke!." Jawab Welsy.
Detik demi detik, menit demi menit berlalu. Suasana yang begitu romantis menyelimuti mereka berdua. Dipertengahan permainan, Teo mengajak Welsy untuk berfoto bersama.
Cekrek!
"Aku kenapa kelihatan gendut sekali!!?! Coba foto sekali lagi! Ini tidak adil!" Ucap Welsy.
"Hahaha. Baiklah..baiklah nona kecil." Sambung Teo. "Lihat..Bagus kan?" lanjutnya.
"Hmm. Ini baru bagus! Tapi kenapa kau selalu terlihat tampan dalam foto? huh. ini benar-benar tidak adil!". Sahut Welsy. Teo hanya tertawa melihat tingkah lucu Welsy. Tiba-tiba kedua pasang mata mereka bertemu dan saling menatap.
Deg!.
Teo mendekatkan wajahnya kearah Welsy. "Tidurlah. Aku akan membangunkan mu ketika managerku datang." Ujar Teo. "Aku baru beberapa jam bersamamu, tapi entah mengapa kau memberi kenyamanan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Berjuanglah Welsy. Aku berharap Kau bisa meraih impianmu. Aku yakin kau pasti bisa! (memberikan gelangnya pada Welsy) Anggap saja ini sebagai jimat dan sebagai pertanda bahwa Aku selalu mendukungmu.". Lanjut Teo yang membuat mata Welsy berkaca-kaca.
"Terimakasih Teo." Ucap Welsy.
.
.
.
.
.
Pukul 22.45
"Welsy, Aku pergi dulu. Maaf telah menyusahkanmu hari ini. Terimakasih banyak." Ucap Teo sembari memberikan amplop berisi sejumlah uang kepada Welsy. "Jangan ditolak! Aku sudah berjanji padamu." Lanjut Teo yang langsung memeluk Welsy.
"Te...Teo?" Ucap Welsy. Selang beberapa detik, Ia pun membalas pelukan Teo. "Sampai bertemu di lain waktu Teo. Terimakasih... Aku berjanji akan melakukan yang terbaik." Lanjut Welsy.
.
.
.
.
.
Pukul 23.00🕛
"Aku akan selalu mengingat 14 jam bersamamu hari ini, Teofile Tel."
TAMAT.
Cieee...Yang senyum-senyum sendiri ◉‿◉