Perkenalkan namaku Natalya boasa di panggil Lya. Aku adalah seorang CEO di perusahan ayahku yang di wariskan ke diriku. Karna hanya diriku satu satunya anak dari keluarga Branson.
Perkenalkan namaku Bima prasetyo. Aku adalah seorang CEO di perusahaan besar Prasetyo milik Keluargaku yang di wariskan ke diriku oleh ayahku, karna aku adalah salah satunya putra dari keluarga prasetyo. Aku memiliki seorang adik perempuan, yang bawelnya minta ampun. Perusahanku tidak kalah besarnya dengan perusahan milik keluarga Branson.
Lya POV
Setiap harinya aku di sibukkan oleh tugas dari perusahaan, terkadang aku akan melakukan miting, terkadang akan menyelesaikan dokument dokument yang menunpuk dan sebagainya. Aku tidak pernah berurusan dengan yang manya cinta dan apalah namanya itu, ayah dan ibu ku juga tidak ingin memilih calon yang nantinya hanya akan menyukai harta milik keluarga mereka.
Bima POV
Aku setiap hari tidak pernah, tidak datang ke kantor perusahaan prasetyo. Aku bahkan terkadang tidak akan pulang kerumah karna mengurusi perusahaan besar itu. Ayah dan ibuku selalu memaksaku untuk membawakan mereka calon menantu yang entah harus aku ambil dari mana. Yah aku memang sama sekali belum memiliki calon atau apalah itu. Aku tidak memiliki waktu untuk memikirkan yang namanya percintaan. Bagiku yang terpenting adalah perusahaan bukan cinta.
Hingga suatu hari keluarga prasetyo datang berkunjung ke rumah milik keluarga Branson, untuk menghadiri acara ulantahun pernikahan ayah dan ibu Lya. Dan disanalah Lya bertemu dengan Bima, yang merupakan cowo terjudes yang ia temui
Maaf maaf aku tidak sengaja. Kata Lya karna dia tidak sengaja menabrak seseorang
Punya mata apa engga sih. Kata bima dengan sebel karna minuman milik Lia tumpah di jas miliknya
Aku kan udah minta maaf. Gitu aja kok marah sih. Kata lia tidak kalah judes dengan Bima.
Baju saya jadi kotor gini dan kamu hanya minta maaf. Kata Bima yang mulai geram
Terus saya harus gimana? Tanya Lia dengan malas
Kamu. Tunjung bima pada wajah Lia dan hanya di balas tatap oleh Lia. Karna merasa sangat sebel dengan gadia tersebut dia pun meninggalkan Lia dengan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan pakaiannya.
Dasar pria aneh. Kata Lia dan mulai melanjutkan kegiatannya.
Percakapan orang tua Lya dan orang tua Bima.
Hay dini, rako. selamat yah atas hari pernikahan kalian. Kata ibu bima sambil menjabat tangan ibu bima
Iyya terima kasih. Balas ibu Lya sambil cipika cipiki dengan ibu bima begitu pun dengan para lealki mereka saling berjabat tangan.
Mereka sangat asik mengobrol sampai mereka melihat interaksi antara Lya dan bima sedang bertengkar
Bukankah itu Lya anakmu Dini?tanya ibu Bima.
Iyya dia putriku. Dan apakah dia putramu?.tanya ibu Lya
Iyah, wah kebetulan sekali. Apakah putrimu sudah memeiliki seorang calon pendamping? Tanya ibu bima.
Hmm belum, jangankan pasangan, cinta saja dia tidak tahu. Kata ibu Lya
Wah ternyata anak kita sama. Putraku bima itu sama skli tidak pernah peduli dengan pasangan nya yang dia pedulikan hanya kerja kerja dan kerja. Kata ibu bima
Bagaimana jika kita menjodohkan mereka. Kata ibu Lya
Wah ide yang bagus. Kata ibu Bima. Mereka pun mengatakan rencana mereka untuk menjodohkan Bima dan Lya pada suami mereka, dan suami mereka pun hanya menyetujui hal itu karna pernikahan mereka akan sangat menguntungkan ke 2 perusahaan.
Hingga pengumuman pertunangan mereka langsung di umumkan di depan panggung tanpa menanyai pendapat mereka berdua yang membuat Lya dan Bima ingin marah tapi tidak bosa mereka tunjukan sekarang karna saat ini ada begitu banyak sekali orang dan juga wartawan yang datang.
Sesampainya di rumah keluarga prasetyo. Bima langsung berdebat dengan ke 2 orang tuanya tentang peerjodohan itu yang berujung dengan Bima yang kalah, karna ibunya mengancam untuk bunuh diri. Begitupun di keluarga Branson, perdebatan juga terjadi berujung dengan Lya yang kalah, dan akhirnya mereka berdua setuju untuk menikah.
Hampir setiap hari kedua orang tua lya dan juga bima selalu menyusun pertemuan antara Lya dan juga bima agar mereka berdua bisa lebih dekat lagi.
Tapi di saat sedang pertemuan yang mereka bahas tentang rencana ke 2 perusahaan tu yang akan di gabung karna mereka akan segera menikah. Mereka tidak pernah membahas yang namanya pernikahan mereka, cinta atau apalah gitu.
Setelah 2 bulan akhirnya Lya telah resmi menjadi menantu di keluarga prasetyo. Dia telah menikah dengan Bima prasetyo, yah walaupun tidak berdasarkan oleh cinta.
Walaupun pernikahan mereka telah sah di mata hukum dan juga tuhan tapi mereka sama skli belum melakukan hubungan suami istri. Setiap harinya mereka hanya akan mengurus yang namanya pekerjaan, dan setiap harinya juga mereka akan selalu bertengkar hanya karna masalah yang sepele contohnya hanya karna cars leptop.
Bima di mana cars leptopku yang kau pinjam semalam. Tanya Lya sambil mencari carsnya
Aku tidak tahu, jawab bima acuh dan masih fokus pada leptopnya.
Kok tidak tahu sih. Bukannya kau yang terakir memakainya semalam?.tanya lya yang mulai sebel dengan tingkah bima
Memang benar. Tapi setelah itu aku tidak tahu. Kata bima yang masih fokus dengan leptopnya.
Bima aku sedang bicara dengan mu. Bentak Lya
Apaan sih kau ini. Bukankah sudah aku katakan bahwa aku tidak tahu. Jawab bima lagi dan pergi meninggalkan Lya sendiri di kamar keruang kerjanya.
Bimaaaaaaa. Teriak Lya.
Sedangkan kedua orang tua Bima hanya bisa menggelng geleng kepalanya karna mereka akan selalu bertengkar setiap harinya. Yah sekeluarga mengetahui kalau hubungan mereka tidak seperti hubungan suami istri yang sesungguhnya. Dan hal itu membuat kedua orang tua dari lya dan juga Bima merasa sedih tapi semua sudah terjadi mereka hanya berharap semoga hubungan mereka bisa membaik.
Setiap harinya seperti itu, tapi berbeda dengan perasaan mereka berdua yang sudah mulai tumbuh rasa cinta tapi masih mereka pendam karna rasa gengsi mereka dan i tambah dengan sikap Bima yang selalu membuat amarah Lya naik.
Hingga suatu hari, adiknya Bima yaitu iya, yang merasa sangattidak suka dengan hubungan mereka atau lebih tepatnya dia tidak menyukai mereka yang tidak saling mencintai Iya meminta bantuan dari adik sepupunya yaitu Lala untuk membuat drama kalau dia sangat menyukai Bima. Dan mengenai bima dia tidak mengenal Lala karna Bima jarang menemui keluarga paman dan juga bibinya. Terakhir kali dia bertemu dengan Lala saat Lala baru berusia 7 tahun dan dia berusia 12 tahun dan sekarang Lala telah berusia 23 tahun jadi dia tidak akan bisa mengenal Lala.
Pada saat itu keluarga prasetyo sedang melakukan acara kecil kecilan untuk keluarga mereka. Dan tanpa di duga Lala datang dan dengan terang terangan berusaha mendekati Bima. Bahkan ibunya Bima juga memuji muji Lala. Sedangkan Lya sedang di bakar oleh rasa cemburu karna itu Lya memutuskan untuk pergi dari sana beralasan bahwa ada miting mendadak. Keluarganya juga menyetujuinya. Dan mengenai Bima dia sangat geram dengan Lala yang terus saja menempel padanya hingga ia memutuskan juga untuk pergi kekantor.
Saat di kantor Lya terkejut karna Bima juga ada di sana. Mereka pun berbincang bincang, terkadang bertengkar, bercanda dan juga serius karna membahas perusahaan.
Setiap harinya Lala selalu datang kerumah, bahkan ibunya bima sangat menyukai Lala. Yang membuat Lya sangat membenci Lala. Lala bahkan dengan rencana milik Iya mengancam Lya untuk berpisah saja dengan Bima. Yang membuatnya Lia marah dan berkata. Jangan pernah kau mengusik kehidupan pernikahanku atau kau akan tahu apa akibatnya. Kata Lya dan pergi meninggalkan Lala sendiri. Dan Lala pun pergi menemui Ibunya Bima dan juga Iya, dia pun mengatakan semua yang terjadi yang membuat ibunya Bima dan juga Iya sangat senang.
Setiap harinya seperti itu Lya bahkan juga sering mengambil kesempatan untuk bisa bersama dengan Bima dengan maksud mengusir Lala. Hingga Lala bersandiwara bahwa Lya telah mendorongnya untuk membuat Lya semakin mara. Tapi sayangnya hal itu membuat Lya dimarahi oleh Iya dan juga bibinya dan juga di marahi oleh Bima.
Apa kau tidak percaya padaku bima? Tanya Lya pada bima
Aku tidak tahu. Kata bima dan pergi meninggalkan semua orang.
Lala yang merasa bersalah dia pun menceritakan semuanya pada bibinya dan juga Iya yang membuat bibinya dan juga iya sedikit merasa esal dengan Lala tapi apa boleh buat semua sudah terjadi. Lala hanya bisa meminta maaf pada Iya dan juga bibinya. Sedangkan Lya dia peegi kekantor Bima dengan smarah.
Apa kau benar benar tidak mempercayaiku Bima?tanya Lya yang baru saja masuk ke dalam ruangan Bima. Sedangkan bima tidak menjawab ia hanya menatap terus layar leptopnya
Baiklah bima. Apa kau tahu, aku sudah lelah dengan pernikahan ini, kita bercerai saja. Karna apa gunanya pernikahan yang kita lakukan tanpa ada rasa saling mencintai dan juga saling mempercayai. Kata lya yang membuat Bima berhenti mengetik dan menatap Lya
Apa maksudmu Lya?tanya bima
Aku lelah bima, sangat lelah. Dulu aku berharap dengan berjalannya waktu kita bisa saling mencintai tapi nyatanya apa, hanya aku yang mencintaimu bima. Kau tidak. Aku benar benar lelah. Akan lebih baik jika kita berpisah. Kata lya sambil menangis
Bima yang mendengar penjelasan dan ungkapan cinta dari Lya, membuatnya langsung memeluk Lya
Apa yang kau katakan, aku sangat mencintaimu Lya. Aku malu untuk mengatakannya. Jadi kumohon kita jangan berpisah oke. Kata Bima yang masih memeluk Lya
Ka..kau tidak berbohong kan?tanya Lia. Iyya aku tidak berbohong. Jawab Bima. Dan akhirnya mereka bisa akur dan saling mencintai. Hingga keluarga mereka mengetahui dan Laa pun pamit kembali kerumahnya. Lala belum membeeitahu pada Lya dan juga Bima mengenai rencana ibu dan juga adiknya Iya.
Hingga saat di acara untuk merayakan ultah pernikahan mereka yang ke 1 tahun, Lala datang bersama keluarganya yang membuat Lya dan juga Bima merasa heran. Dan disanalah Lala menceritakan semua sandiwara yang ia buat, dan membuat Lya sekaligus Bima merasa sangat malu karna telah di tertawakan oleh semua anggota keuarga.
Lya dan bima pun bisa hidup dengan akur, dan damai tanpa ada halangan lagi. Lya sudah memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih memilih untuk mengurus rumah tangganya, dan merawat anak anak mereka. Dan perusahaan miliknya telah di gabung dengan perusahaan milik Bima dan kedua perusahaan tu di Pimpin oleh Bima sendiri. Terkadang Lya juga akan membantu Bima dalam mengatasi masalah perusahaan.
@wian_purukan
TAMAT