Desa Baja merupakan desa terpencil yang dekat dengan pesisir pantai, dimana masyarakat disana mata pencarian hanyalah laut semata,
Yudi pria sebatang kara yang tinggal digubuk peot dengan penuh hinaan dari warga sekitar hanya beberapa orang yang baik dengannya, dia dikatakan pembawa sial bahkan mereka mencaci dan menghinanya setiap hari,
dimas yang lumanyan berada selalu mengganggu bahkan mencari masalah dengannya, pada suatu hari di desanya ada acara pesta tahunan desa, dimana mereka mengundang tamu dari desa lainnya untuk hadir ke acara pesta tersebut,
bahkan pemimpin desa tersebut tak ingin yudi hadir karena menganggap yudi adalah pria pembawa sial dalam desanya, yudi hanya termenung di gubuknya dia tak bisa berbuat apapun melainkan menunggu keajaiban,
malam yang sunyi, sedangkan semua masyarakat ikut menikmati suasana happy dan gembira sedangkan yudi hanya meratap penuh kesedihan, tiba tiba ada suara hewan akan tetapi dia tidak pernah mendengar suara hewan tersebut,
maka dia berniat untuk keluar walaupun pemimpin desa tak mengizinkan dia keluar, perlahan lahan dia mengikuti hewan tersebut, ternyata hewan itu membawanya kesebuah perahu dia pun mengikuti hewan itu karena dia tahu ada sesuatu yang ingin di perlihatkan oleh hewan itu, dia mengayuh perahunya sedangkan disampingnya ada hewan besar yang duduk seakan akan itu tuannya,
sampainya di daratan hewan itu terus membawa pria tersebut ke hutan, pria itu kelelahan tapi dia harus mengikuti hewan itu, sampai pada sebuah gua, dia masuk ke gua dia heran dan takjub bahwa dalam gua itu terdapat banyak emas, berlian bahkan mutiara, dia bermalam di gua itu,
pagi pagi semua warga heran kemana yudi yang biasanya selalu berburu di saat pagi, maka warga mendatangi pemimpin desa,
Pemimpin hari ini yudi tidak kelihatan dimana dia, oo paling dia masih tidur untuk apa memikirkan dia,
kami bukan khawatir kan semalam pemimpin tak membiarkan nya keluar dari rumah saya khwatir dia di makan binatang buas jika memang iya bagaimana dengan nasib kita, mendengar perkataan itu sang pemimpin khawatir,
kita harus mencarinya jangan sampai itu terjafi bagaimana nasib warga lainnya kita harus memastikan apa yang terjadi, semua warga mencari yudi tapi tak satupun dari mereka mengetahui dimana keberadaan pria itu,
Yudi yang sangat lelah bahkan terlalu nyenyak tidur tiba tiba dia terbangun sudah kesorean, dia berpikir kalau dia kembali mebawa perhiasan maka semua warganya akan mengambil harta yang dia miliki bahkan dia pun di bunuh,
maka dia akan pergi ke desa lainnya, mengumpulkan semua harta di dalam gua dia bergegas menuju perahu, perlahan dia teringat hewan itu dimana, dia mencari hewan itu tapi tidak ada tanda tanda hewan itu ada bahkan jejaknya pun tidak ada sama sekali,
dia melanjutkan perjalanannya ke desa Kareung dimana desa itu desa yang nyaman dan tentram, tiba yudi di desa kareung langsung menjumpai pemimpin desa,
Peminpin saya ingin tinggal di desa ini, siapa namamu anak muda, namaku YUDI, kamu boleh tinggal di desa akan tetapi kamu harus mematuhi peraturan di desa ini, semua warga berkumpul, Hai wargaku kita kedatangan seorang tamu yang bernama Yudi,
Pemimpin saya ingin membagikan hadiah untuk warga disini anggap saja ini semua anugerah dari maha kuasa, semua warga sangat gembira mereka di berikan mutiara kecil satu persatu dari warga, sedangkan pemimpin desa di berikan mahkota emas oleh yudi, suasana desa kareung penuh kegembiraan,
pemimpin desa memerintahkan warga dan pemuda lainnya untuk membantu yudi membangun rumahnya, rumah yang begitu besar dia bangun sebulan lamanya yudi menunggu rumah itu pun siap dipakai dengan indah dan bagus.
yudi sangat dihormati bahkan disanjung didesa kareung karena jiwa sosialnya dia bahkan selalu menolong warga yang kelaparan membagikan hartanya kepada yang membutuhkan, akan tetapi hartanya tak pernah berkurang,
dia pun membuat bangunan yang besar setengah hartanya di inves kan untuk membangun pasar tradisional dimana seluruh desa disana tidak memiliki pasar maka yudi ingin semua desa masuk kedesa kareung untuk berbelanja,
pasar tradisional yang di beri nama dengan Pasar YUDI"
semua pemimpin desa hadir untuk melihat acara pembukaan pasar Yudi" termasuk hadir pemimpin desa baja, menggigil ketika melihat yudi pemuda yang pernah dia caci bahkan inginenyingkirkannya dari desa membangun pasar yang begitu besar di desa kareung, pemimpin desa baja sangat malu bahkan ingin memberi tahu kejadian ini pada semua warganya,
setelah pasar diresmikan dan acara pembukaan selesai pemimpin baja menemui yudi,
Yudi apakah ini benar kamu nak, iya ni aku pemimpin desa baja, aku yang dulu kamu rendahkan yang dulu kamu caci maki dan sekarang aku berguna untuk warga aku bisa saja mengusir kamu dari sini dan melarang semua wargamu untuk belanja ke pasar ini, tapi aku tak sejahat sepertimu,
pemimpin baja menangis bahkan meimita maaf kepada yudi dia sudah salah menilai yudi bahkan dia siap menerima hukuman apapun a da asalkan yudi memaafkannya" Ucap pemimpin desa baja
Tak perlu aku sudah memaafkanmu, ini menjadi sebuah pelajaran bagimu, jangan pernah menghina siapapun jangan pernah meremehkan siapapun karena kamu tidak pernah tahu kehidupan dia kedepan, maka kamu sebagai pemimpin harus mampu mensejahterakan rakyatmu,
Yudi apakah engakau mau tinggal di desa baja lagi, mohon maaf untuk sekarang inilah desaku, desa yang nyaman dan tentram dengan pemimpin yang bijaksana,
mendengar perkataan itu pemimpin desa baja merasa sedih tapi dia juga harus mengakui ini semua kesalahan darinya dia pun bergegas pulang dikarenakan ingin memberitahu semua warganya,
Pengumuman kepada semua wargaku dapat berkumpul di depan rumahku, apakah kalian tahu tentang lelaki yang dulu pernah kita hina kita caci,
Iya kami tahu pemipin yudi, Iya benar sekali, tapi sekarang dia sudah menjadi pria gagah perkasa dan kaya raya dialah yang telah membangun pasar di desa kareung,, semua warga desa baja heran dan tidak percaya,,
semua ini kesalahan kita karena terlalu berpikir negatif terhadapnya, sekarang kita harus intropeksi diri kita untuk hidup rukun, aman dan damai tidak lagi mencela dan selalu berbuat baik kepada sesama,
tiba tiba yudi hadir di tengah warga desa Baja, Semua warga menangis dan meminta maaf pada yudi karena mereka terlalu jahat padanya,
saya telah memaafkan kalian semua kalian bagian dari keluarga saya, untuk sekarang kalian semua harus menjadi orang yang baik dan selalu menolong siapapun yang membuthkan pertolongan kita termasuk hewan yang kesakitan,
warga desa baja meminta yudi untuk tinggal di desa itu lagi, namun yudi menolak untuk tinggal di desa tersebut dikarenakan itu adalah masa lalu, dan ia tidak ingin kembali ke masa lalunya lagi,
saya akan tetap kesini tapi untuk tinggal saya minta maaf saya punya banyak tanggung jawab di desa kareung.
Yudi pun kembali ke desa kareung, dan membangun perdagangan yang besar sehingga setiap bulannya dia mampu membagikan hasil keuntungan ke semua warga yang ada di wilayahnya.
"Nilailah seseorang dari hatinya dan perbuatannya bahkan sikapnya, jangan menilai seseorang dari hartanya"
"Hidup belum tentu lama, tapi sebentar hidup bermanfaat untuk semuanya"
(M. indra dermawan).