Pada zaman dahulu kala, dari keinginan manusia terlahirlah para "Burung Sang Dewa" dan tinggal di surga. Lalu dewa dan manusia menggunakannya untuk membangun dunia baru yang indah. Tapi seiring berjalannya waktu, keinginan para manusia itu yang dulunya tentang hal indah saja, kini telah menghilang.
Persatuan itu kemudian memecah menjadi dua kubu. Negri burung biru yang mengatur kebahagiaan ialah Kerajaan Blue Oak. Sedangkan negri Phoniex mengatur kehancuran dan reingkarnasi ialah Kerajaan Gul Varmillion. Kedua kerajaan itu di dukung oleh burung dewa dari dua sayap yang pernah menguasai dunia, dan telah ribuan tahun lamanya mereka terus berperang.
Di negri kuno yang hampir runtuh, sebuah dendam besar telah diwariskan. Dengan warisan yang mengalir dari para pendahulunya. Kenangan dari jiwa konflik itu telah terukir begitu dalam didalam jiwa dan sejarah mereka . Yaa, dimana pun eranya perang tidak akan pernah berubah.
Dan saat inilah puncak dari penentuan semua permasalahan itu. Para pemimpin dari kedua belah kubu bertemu kembal di medan peperangan. Duel sengit antara kedua pemimpin sangat bergojolak layaknya api yang membara.
"Cring..."
"Srettttttt"
"Cring..."
"Cring..."
Bunyi benturan pedang antara kedua pemimpin kerajaan terdengar begitu nyaring, membuat suasana semakin memanas. Sulit untuk ditebak sipa yang akan memenangkan pertarungan itu karena keduanya begitu imbang.
"Srakk"
Tanpa diduga tebasan pedang Putri Kaoru mempu mengenai lengan Pangeran Ryuusei.
"Cih...meskipun kau wanita tetapi kemampuan berpedangmu boleh juga, Kaoru sama."
"Terima kasih atas pujiannya Ryuusei ouji sama. Tapi jangan lupa bahwa kamilah, Blue Oak yang akan memenangkan pertarungan ini." ,Balas Putri Kaoru sembari mengayunkan pedangnya ke arah Pangeran Ryuusei.
"Sah...mari kita lihat siapa yang lebih hebat diantara kita." ,Jawab pangeran Ryuusei sembari menunjukkan senyum devilnya.
Pertarungan pun terus berlanjut. Suasana menjadi semakin memanas ketika Pangeran Ryuusei berhasil memojokkan Putri Kaoru. Hal itu membuat Putri Kaoru tak dapat berkutik sedikit pun di buatnya.
Mata pedang sudah berada di depan mata Putri Kaoru, nyawanya seakan sudah berada di ujung tanduk. Tinggal menunggu waktu saja hingga pedang itu mengkoyak tubuhnya, layaknya seekor singa yang telah menemukan mangsanya.
"Splashhh..."
Tiba-tiba munculah cahaya biru yang sebiru laut di tengah gencarnya pertarungan. Itu menandakan bahwa sang putri telah membuka segel dalam dirinya. Burung mistlotoe biru yang sangat cantik yang telah lama menguasai dunia pun bangkit dari tidurnya. Burung itu memberi kekuatan sihir pada sang putri.
Melihat hal itu sang pangeran pun juga tak tinggal diam. Ia membuka segel dalam dirinya dan munculah burung mistlotoe merah, yang lebih merah dari api matahari terbenam. Mereka lantas kembali bertarung melawan satu sama lain dengan kekuatan sihir yang mereka miliki.
Seketika mata semua orang tertuju pada cahaya biru dan merah dilangit. Cahaya itu saling mengejar dan menyerang saru sama lain. Sungguh pertarungan yang di luar akal manusia. Pertarungan gila itu terus berlanjut hingga matahari terbenam. Dan tak ada satu diantara mereka yang memenangkan pertarungan. Mereka seakan di permainkan oleh takdir.
~~~~
Musim terus bergilir, tangisan jangkrik - jangkrik menandai akhir musim panas. Surga Mistletoe adalah dunia cahaya dan bayangan. Di bawah pohon, kegelapan bersembunyi di balik bayangan di balik cahaya melalui dedaunan.
Setelah bertahun-tahun permusuhan, dua burung yang saling membenci berkumpul bersama. Mereka bernyanyi dan sangat berharap mereka berpegangan tangan dan terbang dari Mistletoe dengan tenang.
Namun, sejarah berulang, pertarungan belum berakhir. Tapi mereka menolak terlibat, mereka bersama-sama dan saling memaafkan, tetapi Dewa takdir tidak suka, itu terdengar lebih kejam bukan?
Dua hati seketika hancur saat saling memaafkan. Kejahatan yang tak terlihat membawa keputusasaan, dan sayap yang telah disentuh terkoyak. Apakah ada cara untuk mengubah nasib tragis ini?
"Berdamai? Lelucon apa yang kalian bicarakan!!" ,Ucap Dewa takdir.
"K-kita sudah bertahan-tahun melakukan peperangan, tetapi apa? Kita tak mendapat hasil yang memuaskan. Yang ada malah banyak ribuan nyawa yang gugur sia-sia di pertempuran. Bukankah lebih baik kita saling memaafkan? Mengubur dalam-dalam sejarah konflik dari pandahulu kita yang seharusnya tidak menjadi beban pikul kami. Dan membangun sebuah negri damai yang tak akan pernah ada pertumpahan darah." ,Putri Kaoru memberi penjelasannya.
Dewa takdir pun murka mendengar perkatakan Putri Kaoru. Lantas iya mengeluarkan pedangnya dan memenggal leher sang putri.
"Argh..." ,Jerit kesakitan menggema di ruangan itu.
"Dewa sialan!! Beraninya kau melukai sang putri, aku tidak akan membiarkanmu" ,Ucap Pangeran Ryuusei di landa kemarahan.
Namun sang dewa takdir tak menghiraukan perkataan Pangeran. Ia pergi menghilang begitu saja setelah melakukan perbuatan kejam itu.
Api kemarahan penuai merah terang yang berduka membakar mimpi dari kedua burung itu. Sebuah mimpi bahwa mereka bisa terbang bersama. Dan menikmati indahnya dunia baru yang mereka buat.
Sang burung mistlotoe dari Gull Varmillion berusaha membangkitkan kembali sang putri. Seberapa banyak sang pangeran membangkitkan sang putri tetap saja itu tak berhasil.
"Kumohon bangkit lah!!" ,
"Kumohon sekali lagi.."
"Buka matamu Kaoru hime!! Bukankah kau ingin melihat negri damai yang kita ciptakan ini?"
"Bangunlah buka matamu kaoru!!" ,teriak keputusasaan mulai terdengar dari sang pangeran.
Meskipun air matanya meneteskan panas api tanpa henti, ia tak bisa menghidupkan kembali wajah dingin sang putri. Sang putri mati dan takkan kembali lagi. Mengenggam penebusan tak tersembuhkan di dada, dan pergi terjatuh ke bayangan kebenaran yang dalam.
Api kesedihan membakar hati Pangeran Ryuusei. Jiwa yang tersesat terbangun. Tidak peduli seberapa banyak ia putus asa dan menangis, tak ada cara untuk mengubah nasib tragis yang ini.
Ratapan yang berwarna merah merekah saat senja menyingsing, ia memutuskan untuk melawan dewa takdir dan terbang jauh ke langit.