Nurul Aina gadis desa yang memiliki paras cantik jelita terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya bernama Saiful dan ibunya bernama Cut Siti mereka hidup rukun dan damai,
ayahnya bekerja sebagai petani setiap hari nurul membantu ayah dan ibunya di kebun, setiap hasil panen mereka jual kepasar untuk kebutuhan sehari hari,
Nurul" Iya Bu "
Tolong Bawakan sayuran ini kepasar"
Iya Bu,
nurul pun pergi kepasar untuk menjual sayuran, tiba tiba dalam perjalanan dia melihat Rani bersama ayahnya memaksa warga agar membayar hutang dan memaksa warga untuk memberikan upah kerja kepadanya,
melihat kejadian itu nurul langsung pergi ke pasar tanpa berhenti karena dia tak ingin ber urusan dengan rentenir yang tidak punya hati nurani bahkan suka kasar kepada warga.
Rani merupakan gadis yang sombong, cuek, di desa tersebut dia lahir dari keluarga berada ayahnya seorang juragan kopi di desanya, bahkan dia tidak ingin melihat nurul bahagia dengan keluarganya dia selalu mencari cara agar nurul dalam masalah bahkan berniat untuk menyingkirkan nurul di desa tersebut,
tanpa sengaja rani juga melihat nurul sedang berjalan menuju pasar, dia memerintahkan dua anak buah ayahnya untuk mengganggu bahkan menggoda nurul sampai kalian puas, mereka pun melancarkan aksinya,
Nurul tahu seperti ada yang mengikutinya dia merasa takut dan gelisah, dua orang preman yang disuruh rani pun berhasil menangkap nurul juga mengikatnya bahkan mereka mencoba memperkosa gadis itu,
Teriakan yang keluar dari mulut nurul Tooolllloonggggggg!!!!!!!
Tooolllloonggggggg!!!!!!!
Tooolllloonggggggg!!!!!!!
dua preman tersebut tertawa teriaklah sepuas mu tidak ada satupun warga yang bisa mendengarkan teriakanmu, kalaupun mereka mendengar, mana berani mereka membantumu sambil tertawa,,
Nurul masih menjerit meminta tolong, tiba tiba datanglah pemuda yang menaiki kuda langsung mendekati preman tersebut sambil mengeluarkan pedangnya untuk membunuh dua preman tersebut, tanpa menunggu lama pemuda itu langsung melepaskan ikatan pada nurul,
Apakah kamu baik baik saja"
Iya saya baik baik saja siapa anda mau kemana" Tanya nurul"
Saya pangeran Lobis, Kamu mau kemana apakah kamu mengenal preman ini"Tanya Pangeran"
Maaf Pangeran saya tidak tahu kalau anda pangeran terima kasih telah menyelamatkan saya seandainya pangeran tak datang saya tidak tahu apa yang akan terjadi,
Kamu tenang sekarang kamu aman, kalau boleh saya tahu nama kamu siapa?
Nama Saya Nurul Aina orang** di desa ini sering memanggil dengan sapaan nurul,
Akan saya antar kamu pulang "Ucap pangeran
jangan pangeran saya tak ingin merepotkan pangeran"
Tidak masalah ini tanggung jawabku menjaga rakyatku,
Tiba2 warga heboh bahkan senang dengan kedatangan pangeran karena mereka mengenal sosok pangeran adalah sosok yang berjiwa sosial membantu sesama,
Bahkan Rani sangat terkejut dia melihat Nurul pulang dengan lelaki tampan dan perkasa, tanpa menghiraukan apa apa, rani bertanya pada ayahnya, ayah siapa laki laki itu, Aduh nak itu adalah pangeran ngapain dia kesini bisa gawat hancur apabila dia tahu kekerasan yang kita lakukan tadi,
Padahal tak sengaja pangeran sedang berburu cuma dia terpisah dengan rombongannya di dalam hutan dan ingin mampir ke desa Bukit indah cuma dalam perjalanan dia mendengar teriakan gadis ternyata ada seorang gadis yang dingin di lukai oleh dua orang preman pangeran tak mungkin tinggal diam bahkan menghabisi keduanya.
Sampailah dirumah nurul, Ayah, Ibu Ada apa nak ayah pangeran mengantarku pulang,
Maafkan anak saya pengeran telah merepotkan anda,
Tidak saya hanya mengantarkannya pulang karena tadi ada dua preman yang mengganggu nya, bahka ingin berbuat hal yang tercela, "Ucap Pangeran
Untung pangeran datang menyelatkanku Bu," Ucap Nurul
Terima kasih saya mewakili keluarga kami berutang budi pada pangeran apa yang harus kami berikan karena kami tidak memiliki apa apa, " Ucap ayah nurul"
Tidak perlu memberikan apapun saya akan kembali pada saat yang tepat untuk meminta sesuatu pada keluarga ini, sambil tersenyum manis, Pangeran pun meninggalkan desa tersebut.
Rani sangat kesal bahkan ingin membunuh nurul karena dia merasa tersaingi dan dia akan memberikan hadiah berapapun asal mampu mengakhiri hidup nurul, Rani menyuruh preman untuk membakar kebun milik keluarga nurul,,
pada tengah malam sesuai dengan arahan dan perintah preman tersebut melancarkan aksinya bahkan selesai sudah, asap dan api membesar sehingga hangus terbakar,
kesedihan yang amat mendalam air mata membasahi pipi ayahnya juga ibunya melihat kebunnya sudah menjadi abu, nurul juga ikut bersedih bahkan mereka tak tahu harus mengatakan apapun, mereka hanya bisa pasrah dan menahan lapar dikarenakan cuma itu harta yang mereka punya,
Tiba tiba pangeran pun datang dan bertanya apa yang telah terjadi mengapa kalian bersedih "Tanya pengeran"
bagaimana kami tidak bersedih hanya itu satu satunya harta yang kami punya pangeran, "Ucap Ayah nurul"
pangeran mengutuskan semua prajurit untuk mencari tahu siapa dalang dari semua ini, tanpa di ketahui oleh keluarga nurul bahkan warga desa tak tahu pangeran menyiapkan prajurit khusus yang berjaga jaga di semak semak untuk melihat kejadian apa yang akan terjadi dan siapa yang telah mengganggu keluarga nurul.
Pangeran pun minta pamit untuk kembali kekerajaan,
Malam pun tiba Rani menyuruh preman untuk membakar rumah nurul bahkan menyuruh preman tersebut untuk menghabisi keluarga nurul,
pertengahan malam preman tersebut melakukan aksinya, namun kali ini mereka gagal melakukan aksinya karena prajurit kerajaan telah bersembunyi di semak semak bahkan mereka melihat aksi biadab para preman tersebut, tak menunggu lama preman tersebut di interogasi, mereka mengakui kalau yang membakar kebun kelurga nurul juga mereka, bahkan mereka ingin membakar rumah dan membunuh mereka, Tapi ini semua bukan keinginan kita melainkan keinginan Rani Anak juragan Kopi,
dua prajurit kembali kekerajaan memberikan informasi bahwa semua ini ulah Rani anak Juragan kopi di desa Bukit Indah tersebut,
Keesokan harinya dengan amarah menyelimuti wajah pangeran dia menghukum rani dengan kurungan se umur hidup bahkan memberi pelajaran kepada ayahnya yang telah memeras warga, berlaku kasar kepada warga maka ayahnya juga di beri hukuman 6 bulan penjara,
Pangeran mulai tertarik pada gadis cantik dan menawan di desa tersebut bahkan pangeran selalu berkunjung ke desa itu, hari demi hari telah di lalui pangeran beserta rombongan bergegas menuju rumah Nurul, tiba dirumah nurul pangeran meminta izin kepada ayah dan ibunya untuk berbicara dengan nurul,
Hai Nurul " Iya ada Apa pangeran datang kesini dan apa yang ingin pangeran bicarakan,
Nurul pangeran ingin menikahimu apakah kamu bersedia menjadi ratu di kerajaan kita, " Ucap pangeran"
Nurul menjawab pangeran jangan bercanda aku bukan siapa siapa mana mungkin sanggup mendampingimu.
Aku ingin kamu yang menjadi pendamping hidupku, melewati hari hari denganmu apa kamu bersedia, "tanya pangeran"
Jawabannya ada pada kedua orang tuaku pangeran karena mereka yang telah mendidik dan membesarkan aku,
Ayah " Ibu Saya ingin menikahi nurul apakah kalian menyetujui,
Maaf pangeran kami tidak sebanding dengan pangeran kami kelurga yang miskin jauh derajat dibandingkan pangeran jangan pangeran saya mohon,
Saya sangat mengerti tapi hati saya tak pernah memandang siapa kalian, yang saya inginkan kalian menjadi kelurga kerajaan,
Ibu dan Ayah menjawab, Kami setujui tapi semua terserah sama nuru pangeran karena dia yang menjalani,
Pangeran saya setuju tapi dengan 1 syarat " Ucap nurul"
Apapun syaratnya akan saya penuhi " Ucap pangeran"
Saya ingin ibu dan ayah ikut bersama saya hidup bahagia tanpa ada yang menyakiti mereka" Ucap nurul
Ohhh kalau itu memang sudah saya pikirkan terima kasih atas persetujuannya,,
Pangeran dan nurul resmi menikah dan hidup bahagia mereka melewati hari hari dengan penuh kasih dan sayang
sedangkan ibu dan ayahnya juga tinggal bersama mereka di kerajaan dengan damai dan sejahtera.