"Jika kita tidak melakukannya, maka kenangan ini hanya terkesan datar!"
Ucapan yang keluar dari mulut seorang siswi bernama Liona.
Perempuan yang selalu mengajak teman-temannya pada kenakalan. Tetapi nakal yang ia tunjukkan tidak seperti orang kira. Liona melakukannya demi kesenangannya. Melanggar aturan selalu dia lakukan. Dan di panggil menuju kantor guru, itu hal yang lumrah.
Melihat aksinya itu membuat banyak murid heran. Kenapa bisa perempuan satu ini begitu nekat dalam melanggar aturan? Bahkan menyaingi atau lebih dari pada murid lelaki yang sudah umum.
Banyak tindakan yang ia lakukan. Seperti meribut di kelas, bertindak usil, sampai bolos.
Renita adalah orang yang diajak kali ini oleh Liona. Perempuan itu mengajak murid yang sama sekali belum pernah melakukan kenakalan. Entah berniat menghancurkan reputasi atau bagaimana, yang jelas Liona mengajaknya saat itu.
Renita jelas menolak. Namun, Liona mengajaknya sekali lagi di sertai omongan tentang kehidupan sekolah. Liona ingin Renita memiliki masa sekolah yang tidak terkesan datar dengan buku dan alat tulis semata. Dan dengan ajakannya ini, ia harap Renita dapat menceritakan sesuatu di masa depan kelak bila terjadi reuni.
Renita diam sesaat. Setelah itu menjawab ajakan dari Liona.
"Tetapi tidak harus berbuat nakal kan?"
Liona menghela nafas, lalu menarik lengan temannya itu.
Mereka berdua pergi menuju belakang gudang. Tempat itu aman untuk bolos jam pelajaran sekolah menurut Liona. Kedua perempuan itu duduk sambil adu mulut. Renita tidak ingin, tapi Liona tetap menahannya. Dan jam pelajaran pun di mulai. Renita tidak tenang semasa itu. Sedangkan Liona lebih santai dan masih menahan pergerakan Renita agar tidak kabur.
Setengah jam pelajaran berlalu, Renita risau dengan posisi ia berada. Melihat hal itu, Liona coba menghibur. Awalnya gagal, dan dengan rayuan akhirnya Renita menerima keadaannya saat ini.
Mereka berdua duduk sambil mengunyah permen karet. Keduanya selingi sambil mengobrol.
Beberapa saat kemudian, datanglah murid-murid lain yang bergabung bersama Liona dan Renita.
Mereka adalah Nita, Tira, dan Mei.
Itu semua adalah perempuan. Renita terkejut bahwa ada orang lain yang ikutan bolos jam pelajaran. Mereka semua menyambut baik Renita yang ada saat itu. Sekarang rekor kehadiran Renita sudah di patahkan. Dan itu bukan niat sebenarnya dari Liona. Mereka tetap ingin Renita memiliki sesuatu untuk di kisahkan. Entah bersama teman lainnya, atau keluarga kecilnya kelak. Walau tidak baik, Liona tetap memikirkan temannya yang satu itu.
"Yang jelas kamu bisa berbagi cerita dan tidak berkutit pada buku saja." jelas Liona pada Renita.
Selanjutnya mereka isi waktu bolos itu dengan makan bersama sambil bercerita.
Kegiatan bolos sudah dilakukan, tentu akan ada yang namanya hukuman. Renita beserta kawanan Liona pun mendapatkannya.
Beberapa tahun kemudian, Renita melihat sebuah bingkai yang terdapat foto di dalamnya. Di dalam foto itu ada dirinya berserta teman-teman lainnya.
Dan foto itu adalah gambaran waktu mereka sedang bolos jam pelajaran.
Tampak semua senang kecuali Renita yang masih risau pada saat itu. Tetapi ini menjadi bagian dari kisah masa sekolahnya. Meskipun tidak banyak hal dilakukan, Renita tetap senang ada yang memikirkan kehidupan sekolahnya dahulu. Sekarang mereka semua sudah berpisah dan memiliki jalannya masing-masing.
Liona sudah berubah penampilan, walau jiwa usil dan nakalnya masih ada. Renita juga turut bersyukur bahwasannya perempuan itu masih tetap dalam batasannya dan tidak bertindak lebih.
"Masa sekolah yang indah"
tutup Renita.
-----SELESAI-----